Rayakan HUT ke-39 dengan Berbagi, Bhayangkari Brimobda NTT Sambangi Warga Terdampak Gempa di Bora Blupur
SIKKA, NTT – Tidak semua orang memilih merayakan hari ulang tahun dengan pesta dan kemeriahan. Bagi Maria Sherly Hilene, S.Pd., M.Tesol, bertambahnya usia justru menjadi momentum untuk berbagi kebahagiaan bersama mereka yang membutuhkan.
Bhayangkari Brimobda NTT yang akrab disapa Sherly tersebut memilih merayakan ulang tahunnya yang ke-39 bersama anak-anak dan masyarakat di Kampung Bora Blupur, Desa Bura Bekor, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pada Rabu (26/8/2026), Sherly bersama suaminya, IPDA Vinsensius Moat Nurak, anggota Brimob Batalyon B Pelopor, Kompi 4 Labuan Bajo, mendatangi kampung yang hingga kini masih menghadapi keterbatasan akses dan kondisi kehidupan pascagempa Flores.
Perjalanan kemanusiaan itu bukanlah perjalanan yang mudah. Dari Kota Maumere, rombongan harus menempuh perjalanan sekitar dua jam menuju Bora Blupur. Jalan yang curam dengan medan ekstrem harus dilalui menggunakan mobil pikap hitam yang membawa berbagai jenis bantuan.
Namun, kondisi medan tidak menyurutkan langkah Sherly. Niatnya sederhana, yakni ingin menghadirkan kebahagiaan di hari ulang tahunnya dengan berbagi bersama masyarakat yang terdampak bencana, khususnya anak-anak dan warga lanjut usia.
Setibanya di Bora Blupur, Sherly tidak sekadar menyerahkan bantuan dari kendaraan. Ia memilih turun langsung dan duduk bersama warga di atas terpal di tiga posko pengungsian yang berbeda.
Satu per satu bantuan dibagikan. Mulai dari sembako, obat-obatan, vitamin, tongkat bantu berjalan untuk warga lanjut usia, hingga perlengkapan tulis-menulis bagi anak-anak sekolah.
Suasana haru dan penuh keakraban pun terasa. Warga menyambut kedatangan Sherly bersama suami dengan senyum dan ucapan terima kasih. Bagi masyarakat di wilayah yang relatif terisolasi tersebut, kedatangan rombongan bukan hanya membawa bantuan berupa barang, tetapi juga menghadirkan perhatian dan kepedulian.
Usai mengunjungi sejumlah posko pengungsian, Sherly melanjutkan perjalanan ke SD Bora Blupur, salah satu sekolah paralel dari SDI Klotong di Kecamatan Bola.
Di sekolah tersebut, ia menyerahkan bantuan berupa kapur tulis, buku dan pulpen yang sangat dibutuhkan untuk menunjang proses belajar-mengajar para siswa.
Momen paling mengharukan terjadi ketika anak-anak menyambut Sherly dengan menyanyikan lagu “Selamat Ulang Tahun”. Di tengah keterbatasan yang mereka hadapi, suara polos anak-anak tersebut menjadi hadiah istimewa bagi Sherly yang tengah merayakan usia ke-39.
Anak-anak menerima bantuan berupa buku, pensil, penghapus, mistar dan vitamin. Senyum mereka menjadi pemandangan yang membuat suasana sederhana di sekolah tersebut terasa begitu hangat.
Bantuan kemanusiaan itu merupakan bentuk kolaborasi Sherly dan suaminya bersama Yayasan De Kinderen Van Flores di Belgia.
Kepala Rumah Belajar Sanctissima sekaligus guru di SMA Negeri Nita tersebut menyampaikan bahwa bantuan yang dibawa ke Bora Blupur merupakan titipan kepedulian dari orang tua dan keluarga besar Yayasan De Kinderen Van Flores di Belgia.
“Bapa mama, ini bantuan dari saya dan suami dan juga keluarga kami di Belgia. Jangan dilihat dari jumlahnya, tapi ini murni dari hati untuk kami berikan bagi bapa, mama di sini.”
Sherly juga menyampaikan salam hangat dari keluarga besar Yayasan De Kinderen Van Flores di Belgia kepada seluruh warga Bora Blupur.
Baginya, berbagi tidak harus menunggu memiliki sesuatu yang besar. Kepedulian justru dapat dimulai dari apa yang dimiliki dan diberikan dengan ketulusan.
Semangat itulah yang membuat perayaan ulang tahun Sherly kali ini terasa berbeda. Tidak ada pesta mewah, tidak ada kemeriahan berlebihan. Yang ada adalah perjalanan panjang melewati medan sulit, duduk bersama warga di posko pengungsian, membagikan kebutuhan dasar, serta melihat langsung senyum anak-anak yang menerima perlengkapan sekolah.
Kapolda NTT: Kepedulian adalah Wujud Nyata Pengabdian
Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., mengapresiasi kepedulian dan ketulusan yang ditunjukkan Sherly bersama suami dalam membantu masyarakat terdampak gempa di wilayah Bora Blupur.
Menurut Kapolda, semangat berbagi dan kepedulian terhadap masyarakat merupakan nilai penting yang harus terus tumbuh dalam keluarga besar Polri, termasuk Bhayangkari.
“Apa yang dilakukan Ibu Maria Sherly Hilene bersama suami merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat. Di tengah keterbatasan dan kondisi medan yang tidak mudah, mereka tetap hadir untuk berbagi. Ini menunjukkan bahwa semangat pengabdian tidak hanya diwujudkan melalui tugas kedinasan, tetapi juga melalui kepedulian dan aksi kemanusiaan.”
Kapolda NTT juga menilai bahwa perhatian terhadap anak-anak di wilayah terdampak bencana memiliki arti penting. Bantuan berupa perlengkapan sekolah dan vitamin bukan hanya memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi turut memberikan motivasi kepada anak-anak agar tetap bersemangat belajar dan menatap masa depan.
“Kami berharap kepedulian seperti ini dapat terus menjadi inspirasi bagi kita semua. Masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan membutuhkan kehadiran dan dukungan. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan dengan ketulusan, tentu memiliki arti bagi mereka yang menerimanya.”
Lebih lanjut, Kapolda NTT mengajak seluruh keluarga besar Polri dan masyarakat untuk terus membangun budaya gotong royong, terutama dalam membantu masyarakat yang menghadapi situasi sulit akibat bencana maupun keterbatasan sosial dan ekonomi.
“Kekuatan kita sebagai bangsa salah satunya terletak pada kepedulian dan gotong royong. Mari terus hadir bagi sesama, terutama bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Jadikan setiap kesempatan untuk berbagi sebagai bagian dari pengabdian dan kemanusiaan.”
Bagi Sherly, perjalanan menuju Bora Blupur mungkin hanya berlangsung sekitar dua jam. Namun, makna dari perjalanan tersebut jauh lebih panjang.
Ia datang membawa bantuan, tetapi pulang membawa sesuatu yang tidak dapat dibeli dengan uang: senyum anak-anak, ucapan terima kasih warga, serta pengalaman berbagi bersama masyarakat yang tengah berjuang bangkit setelah bencana.
Nyanyian ulang tahun dari anak-anak Bora Blupur pun menjadi hadiah paling berkesan di usia ke-39.
Di kampung yang jauh dari hiruk-pikuk kota itu, sebuah perayaan ulang tahun berubah menjadi pesan sederhana tentang kemanusiaan: bahwa kebahagiaan akan terasa lebih berarti ketika dibagikan kepada orang lain.
Kehadiran Sherly bersama suami dan Yayasan De Kinderen Van Flores di Belgia menjadi bukti bahwa kepedulian tidak mengenal jarak. Bahkan dari tempat yang jauh, perhatian dapat hadir dan menjadi penyemangat bagi masyarakat di pelosok Flores yang sedang berjuang untuk bangkit.
Hari ulang tahun ke-39 Sherly akhirnya bukan hanya tentang bertambahnya usia, tetapi tentang bertambahnya makna pengabdian—ketika sebuah niat sederhana untuk berbagi mampu menghadirkan senyum di wajah warga dan harapan baru bagi anak-anak di Bora Blupur.
Humas Polda NTT
