Polda NTT Dorong Mahasiswa Unwira Jadi Generasi Muda Bebas Narkoba, Anti Bullying dan Berwawasan Kebangsaan

Polda NTT Dorong Mahasiswa Unwira Jadi Generasi Muda Bebas Narkoba, Anti Bullying dan Berwawasan Kebangsaan

Kupang, NTT – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) terus memperkuat sinergi dengan dunia pendidikan dalam membangun generasi muda yang berkarakter, berintegritas, serta memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kehadiran Polda NTT sebagai narasumber dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027 Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 14.45 Wita tersebut digelar di Aula St. Maria Immaculata, Kampus Unwira Penfui, Jalan San Juan No. 1, Penfui, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, dan diikuti sekitar 1.700 mahasiswa dan mahasiswi baru.

Dalam kegiatan tersebut, Direktur Binmas Polda NTT Kombes Pol Sajimin, S.I.K., M.H., hadir sebagai narasumber dengan membawakan materi bertajuk “Kolaborasi Polda NTT dengan Universitas dalam Mewujudkan Generasi Muda Berkarakter Bebas Narkoba dan Anti Bullying serta Berwawasan Kebangsaan guna Terpeliharanya Keamanan dan Ketertiban.”

Materi yang disampaikan menjadi bagian penting dalam membekali mahasiswa baru agar tidak hanya siap menjalani kehidupan akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan mampu menjadi bagian dari solusi terhadap berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

Di hadapan ribuan mahasiswa baru, Polda NTT menekankan bahwa kampus bukan sekadar tempat untuk mengejar prestasi akademik, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk membentuk karakter, membangun kepedulian sosial, serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan.

Generasi muda dinilai memiliki posisi yang sangat penting dalam menentukan masa depan bangsa. Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu menjauhkan diri dari penyalahgunaan narkoba, menolak segala bentuk perundungan atau bullying, serta menjaga persatuan dan toleransi di tengah keberagaman.

Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kolaborasi antara kepolisian dan perguruan tinggi merupakan langkah strategis dalam membangun generasi muda yang tangguh dan memiliki karakter positif.

“Polda NTT memandang mahasiswa sebagai bagian penting dari kekuatan bangsa. Karena itu, sinergi dengan perguruan tinggi harus terus diperkuat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat dan kondusif, sekaligus membentuk generasi muda yang memiliki karakter, berintegritas dan memiliki wawasan kebangsaan.”

Menurut Kapolda, ancaman terhadap generasi muda tidak hanya datang dalam bentuk penyalahgunaan narkoba, tetapi juga berbagai perilaku yang dapat merusak mental dan masa depan, termasuk bullying, intoleransi, kekerasan, serta penyebaran informasi yang tidak bertanggung jawab.

“Kami mengajak seluruh mahasiswa baru Universitas Katolik Widya Mandira Kupang untuk berani mengatakan tidak terhadap narkoba dan segala bentuk bullying. Jadilah generasi yang saling menghargai, saling melindungi dan mampu menggunakan ilmu pengetahuan serta teknologi secara bijak. Perbedaan bukan alasan untuk terpecah, tetapi menjadi kekuatan untuk membangun Nusa Tenggara Timur dan Indonesia,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Polda NTT juga mengajak mahasiswa untuk menjadi pelopor keamanan dan ketertiban, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat. Mahasiswa diharapkan mampu menyampaikan pesan-pesan positif kepada lingkungan sekitarnya dan tidak mudah terpengaruh oleh ajakan maupun aktivitas yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga dan masa depan.

Kehadiran aparat kepolisian dalam kegiatan PKKMB ini sekaligus menunjukkan bahwa upaya menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tugas kepolisian, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk institusi pendidikan dan generasi muda.

Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra menambahkan bahwa pembentukan karakter sejak mahasiswa memasuki lingkungan perguruan tinggi sangat penting. Mahasiswa baru merupakan kelompok strategis yang nantinya akan menjadi intelektual muda dan calon pemimpin di berbagai bidang.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami bahaya narkoba dan dampak bullying, tetapi juga memiliki keberanian untuk menjadi agen perubahan. Mahasiswa harus mampu menciptakan budaya kampus yang aman, damai, inklusif dan saling menghormati,” jelasnya.

Sementara itu, kegiatan PKKMB Unwira menjadi momentum awal bagi 1.700 mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik sekaligus memahami berbagai nilai dan tanggung jawab yang melekat dalam kehidupan sebagai mahasiswa.

Dengan adanya kolaborasi antara Polda NTT dan Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, diharapkan tercipta ekosistem pendidikan yang semakin kuat dalam mencegah penyalahgunaan narkoba, menolak bullying, memperkuat wawasan kebangsaan dan menjaga keamanan serta ketertiban.

Polda NTT menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah generasi muda dan dunia pendidikan. Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi NTT yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter, berintegritas, menjunjung tinggi persatuan dan menjadi kekuatan positif bagi masyarakat, bangsa dan negara.

“Mari bersama-sama kita wujudkan generasi muda NTT yang sehat, berkarakter, bebas narkoba, anti bullying dan memiliki semangat kebangsaan yang kuat. Dari kampus, kita bangun masa depan NTT yang aman, damai dan maju,” pungkas Kabidhumas Polda NTT.