Sinergi SPN Polda NTT dan LP3M Undana Bahas Kolaborasi Penguatan Kurikulum Berbasis OBE

Sinergi SPN Polda NTT dan LP3M Undana Bahas Kolaborasi Penguatan Kurikulum Berbasis OBE

Kupang, NTT — Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Nusa Cendana (Undana) menerima kunjungan Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (29/9/2026). Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat LP3M Undana tersebut menjadi bagian dari Rapat Koordinasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II sekaligus membahas peluang kolaborasi dalam penguatan kurikulum dan metode pembelajaran berbasis Outcome-Based Education (OBE).

Kunjungan tersebut dihadiri AKBP Iwan Iswahyudi, peserta PKN Tingkat II Angkatan XXIX Tahun Anggaran 2026 Pusdikmin Lemdiklat Polri, bersama AKP Sri Nuryani Windartingsih, AKP I Dewa Made Budi Djaja, IPDA Anna A. Mautuka, dan BRIPTU Dicky Aditya Surya P., S.H.

Dari pihak LP3M Undana, pertemuan dihadiri Kepala LP3M Dr. Ir. Jacob M. Ratu, M.Kes., Sekretaris LP3M Yossie M. Y. Jacob, S.H., M.Hum., Koordinator Pusat Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Dr. Yetursance Y. Manafe, S.T., M.T., serta Koordinator Pusat Manajemen Mutu, Audit dan Akreditasi drh. Larry Richard William Toha, M.Sc.

Dalam pertemuan tersebut, AKBP Iwan Iswahyudi menjelaskan bahwa sejak Juli 2026, lembaga pendidikan Polri di seluruh Indonesia, khususnya pada jenjang pendidikan pembentukan Bintara, telah melakukan transformasi kurikulum dari pendekatan konvensional menuju kurikulum berbasis OBE.

Transformasi tersebut juga dibarengi dengan pemanfaatan Learning Management System (LMS) sebagai bagian dari pengembangan metode pembelajaran yang lebih terintegrasi dengan teknologi.

Menurut AKBP Iwan, kunjungan ke LP3M Undana merupakan bagian dari tahapan implementasi kolaborasi dengan pemangku kepentingan eksternal dalam penyusunan proyek perubahan yang menjadi bagian dari PKN Tingkat II yang sedang diikutinya.

Dalam konteks tersebut, LP3M Undana diharapkan dapat menjadi salah satu mitra strategis dalam mendukung peningkatan kapasitas tenaga pendidik di lingkungan SPN Polda NTT.

Salah satu bentuk kolaborasi yang dibahas adalah pelaksanaan bimbingan teknis (bimtek) bagi tenaga pendidik SPN Polda NTT. Materi yang direncanakan antara lain berkaitan dengan penyusunan rencana pembelajaran terpadu serta pengoperasian LMS interaktif.

Melalui kegiatan tersebut, tenaga pendidik diharapkan tidak hanya memahami konsep pembelajaran berbasis OBE, tetapi juga memiliki keterampilan dalam menerapkannya secara konkret dalam proses pendidikan dan pelatihan di lingkungan SPN.

Pendekatan OBE sendiri menitikberatkan proses pembelajaran pada capaian atau kompetensi yang harus dimiliki peserta didik setelah mengikuti proses pendidikan. Karena itu, penyusunan kurikulum, metode pembelajaran, hingga evaluasi diarahkan agar selaras dengan capaian pembelajaran yang telah ditetapkan.

Selain membahas rencana pelaksanaan bimtek, pertemuan juga menjadi langkah awal dalam membangun kerja sama kelembagaan antara SPN Polda NTT dan LP3M Undana melalui penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Penyusunan PKS tersebut merupakan salah satu bagian dari penugasan dalam proyek perubahan PKN yang diikuti AKBP Iwan Iswahyudi. Kerja sama kelembagaan diharapkan dapat memberikan landasan yang lebih terstruktur bagi berbagai bentuk kolaborasi di bidang pengembangan pembelajaran dan peningkatan kompetensi tenaga pendidik.

Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa sinergi antara SPN Polda NTT dan perguruan tinggi merupakan bagian penting dalam mendukung penguatan kualitas sumber daya manusia Polri.

“Transformasi pendidikan membutuhkan keterbukaan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta metode pembelajaran yang mampu menghasilkan kompetensi sesuai kebutuhan organisasi. Karena itu, kolaborasi dengan perguruan tinggi seperti Undana menjadi langkah positif dalam mendukung peningkatan kualitas tenaga pendidik di lingkungan SPN Polda NTT,” ujar Kombes Pol Henry Novika Chandra menyampaikan pesan Kapolda NTT.

Ia menambahkan, penerapan kurikulum berbasis OBE dan pemanfaatan LMS diharapkan dapat mendorong proses pembelajaran yang semakin terarah, terukur, adaptif, dan berorientasi pada capaian kompetensi peserta didik.

“Polda NTT mendukung setiap upaya pengembangan pendidikan yang memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi personel. Melalui kerja sama yang terencana dan berkelanjutan, diharapkan tenaga pendidik semakin siap menerapkan metode pembelajaran yang relevan dengan tuntutan pendidikan Polri saat ini,” jelasnya.

Menurutnya, kerja sama tersebut tidak semata-mata menjadi bagian dari pelaksanaan proyek perubahan PKN, tetapi juga dapat menjadi momentum untuk membangun hubungan kelembagaan yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi kedua institusi.

“Harapannya, sinergi ini tidak berhenti pada kegiatan bimtek atau penyusunan PKS, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama berkelanjutan dalam pengembangan kurikulum, peningkatan kapasitas tenaga pendidik, pemanfaatan teknologi pembelajaran, serta penjaminan mutu pendidikan,” tambah Kombes Pol Henry.

Sementara itu, dari hasil pembahasan, kedua pihak melihat adanya ruang kerja sama yang cukup luas, khususnya dalam pengembangan sistem pembelajaran dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pendidikan.

LP3M Undana dengan pengalaman dalam pengembangan kurikulum, pembelajaran, manajemen mutu, audit, dan akreditasi diharapkan dapat memberikan kontribusi melalui pendampingan maupun transfer pengetahuan kepada tenaga pendidik SPN Polda NTT.

Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi upaya untuk memperkuat penerapan prinsip-prinsip penjaminan mutu dalam proses pendidikan di lingkungan SPN.

Rapat koordinasi berlangsung dalam suasana konstruktif dengan pembahasan yang diarahkan pada langkah-langkah konkret, mulai dari pemetaan kebutuhan, penyusunan materi bimtek, pemanfaatan LMS, hingga penjajakan penyusunan PKS antara kedua lembaga.

Melalui sinergi SPN Polda NTT dan LP3M Undana, transformasi pembelajaran di lingkungan pendidikan Polri diharapkan dapat berjalan semakin sistematis dan berkelanjutan. Di sisi lain, kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara institusi Polri dan perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang kompeten dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan organisasi.