Situasi Pasca Bentrok Warga di Adonara Timur Berangsur Kondusif, Polres Flotim Siagakan Personel Pengamanan

Situasi Pasca Bentrok Warga di Adonara Timur Berangsur Kondusif, Polres Flotim Siagakan Personel Pengamanan

Flores Timur — Situasi keamanan pasca bentrokan antarwarga di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dilaporkan mulai berangsur kondusif. Aparat kepolisian masih terus melakukan pengamanan dan patroli guna mencegah terjadinya bentrok susulan di wilayah tersebut.

Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra, S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa situasi di lokasi kejadian saat ini berada dalam kondisi terkendali setelah sebelumnya terjadi kerusuhan antara warga dua desa di wilayah Kecamatan Adonara Timur.

“Pasca kejadian tersebut, situasi di lokasi saat ini terpantau kondusif. Personel kami masih terus berjaga serta melakukan patroli untuk memastikan tidak terjadi bentrokan lanjutan,” ujar Kapolres.

Berdasarkan pemantauan aparat di lapangan, warga di masing-masing wilayah masih terlihat berjaga secara terbatas sebagai langkah antisipasi apabila terjadi serangan balasan. Di Dusun Bele, Desa Waiburak, sekitar 10 warga masih terlihat berkumpul di sekitar rumah suku untuk berjaga.

Sementara itu, di Desa Narasaosina juga terpantau sekitar 10 warga berkumpul di salah satu rumah warga dengan tujuan yang sama, yakni menjaga lingkungan mereka.

Pada Sabtu sekitar pukul 11.00 WITA, sekitar 15 warga dari Desa Narasaosina sempat mendatangi lokasi rumah yang terbakar untuk melihat kondisi bangunan mereka. Setelah itu, mereka kembali ke desa tanpa terjadi insiden lanjutan.

Dalam perkembangan lain, Raja Larantuka Don Martinus DVG juga sempat datang ke Adonara sekitar pukul 15.30 WITA untuk mendengar langsung kronologi kejadian dari sejumlah tokoh masyarakat. Dalam kunjungannya, ia bertemu dengan tokoh masyarakat setempat sebelum kembali ke Larantuka sekitar pukul 17.00 WITA.

Kapolres Flores Timur juga menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah menempatkan sejumlah pos pengamanan guna menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut. Sebanyak 30 personel BKO dari Sat Brimob Polda NTT Batalyon B Maumere disiagakan di kawasan Biara Santa Theresia Sahabat Kanak-Kanak Yesus.

Selain itu, pos pengamanan juga ditempatkan di dua titik wilayah yang sebelumnya terdampak konflik, yakni di Desa Waiburak dan Desa Narasaosina, dengan melibatkan personel Polres Flores Timur serta jajaran Polsek Adonara Timur.

Kapolres menambahkan bahwa pihaknya terus melakukan upaya pendekatan kepada kedua belah pihak yang berselisih, termasuk berkoordinasi dengan para kepala desa dan tokoh masyarakat guna meredam potensi konflik lanjutan.

“Polres Flores Timur terus melakukan langkah mitigasi melalui pendekatan kepada kedua kepala desa serta tokoh masyarakat. Pada prinsipnya kedua belah pihak sepakat apabila dilakukan penyelesaian melalui ritual sumpah adat sebagai bagian dari kearifan lokal,” jelas Kapolres.

Selain pengamanan statis, personel Polsek Adonara Timur bersama Sat Samapta Polres Flores Timur juga rutin melaksanakan patroli di sekitar lokasi kejadian serta titik-titik yang berpotensi menjadi tempat berkumpulnya massa.

Di sisi lain, aktivitas masyarakat di jalur Trans Adonara yang menghubungkan Weiwerang dan Sagu dilaporkan kembali berjalan normal. Jalur tersebut merupakan salah satu akses utama di wilayah Adonara Timur.

Polres Flores Timur memastikan akan terus melakukan pengawasan ketat hingga situasi benar-benar stabil dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman.