Tak Hanya ke Daratan, Polri Susuri Laut Antar Bantuan untuk Warga Pesisir dan Nelayan Terdampak Gempa Sikka
SIKKA – Kepedulian Polri terhadap masyarakat terdampak gempa bumi Flores terus menjangkau wilayah-wilayah yang sulit diakses melalui jalur darat. Minggu (6/9/2026) pagi, kapal KP. P. Sukur 3007 milik Ditpolairud Polda NTT bertolak dari Pelabuhan Wuring, Maumere, membawa bantuan logistik untuk masyarakat pesisir Pulau Babi, Pulau Pangabatang, hingga nelayan kecil yang sedang beraktivitas di perairan Kabupaten Sikka.

Pelayaran kemanusiaan tersebut dimulai sejak pukul 04.00 WITA. Kapal tipe C2 itu membawa personel gabungan Ditpolairud Polda NTT dan Satpolairud Polres Sikka, dengan tujuan memastikan bantuan dapat langsung diterima masyarakat yang terdampak gempa bumi Flores pada 15 Agustus 2026.
Sekitar pukul 07.00 WITA, KP. P. Sukur 3007 tiba di pesisir Pulau Babi dalam kondisi aman. Personel kemudian bersama masyarakat setempat menurunkan berbagai paket bantuan yang telah dibawa dari Maumere.
Satu jam kemudian, Kasat Polairud Polres Sikka bersama personel Ditpolairud Polda NTT menyerahkan langsung bantuan kepada 10 warga pesisir Pulau Babi yang terdampak bencana.
Bantuan yang dibawa berupa berbagai kebutuhan dasar, antara lain minyak goreng, air mineral, susu, makanan siap saji, mi instan, biskuit, sarden, teh, popok bayi dan dewasa, 100 selimut serta 100 paket pakaian anak dan remaja.
Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko melalui Dirpolairud Polda NTT Kombes Pol Irwan Deffi Nasution mengatakan, penyaluran bantuan menggunakan kapal patroli merupakan bentuk komitmen Polri untuk hadir hingga ke wilayah pesisir dan kepulauan.
“Polri tidak hanya hadir di wilayah perkotaan atau daratan. Masyarakat yang tinggal di pesisir dan pulau-pulau juga menjadi bagian yang harus mendapatkan perhatian, terutama ketika mereka terdampak bencana,” ujar Kombes Pol Irwan.
Menurutnya, kondisi geografis Kabupaten Sikka yang terdiri dari wilayah daratan, pesisir dan kepulauan membutuhkan pola pelayanan yang adaptif. Karena itu, sarana patroli laut Ditpolairud dimanfaatkan untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Kehadiran personel di Pulau Babi pun mendapat sambutan hangat dari warga. Setelah bantuan diserahkan, masyarakat menyampaikan ucapan terima kasih atas kepedulian Polri yang tetap menjangkau mereka di tengah kondisi pascabencana.
Usai penyaluran di Pulau Babi, KP. P. Sukur 3007 kembali bergerak menuju pesisir Pulau Pangabatang. Sekitar pukul 09.40 WITA, kapal tiba dan lego jangkar di perairan setempat.
Personel gabungan bersama warga kemudian kembali bergotong royong mengangkut paket bantuan dari kapal untuk disalurkan kepada masyarakat Pangabatang yang terdampak gempa.
Sekitar pukul 11.00 WITA, bantuan diserahkan secara simbolis kepada perwakilan warga Pulau Pangabatang.
Namun misi kemanusiaan KP. P. Sukur 3007 belum berhenti.
Setelah meninggalkan Pulau Pangabatang, kapal melanjutkan perjalanan menuju Perairan Taka Jurang. Kawasan tersebut menjadi sasaran berikutnya karena terdapat nelayan-nelayan kecil yang tetap melaut untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.
Sekitar pukul 14.50 WITA, personel memberikan paket bantuan kepada nelayan yang sedang memancing di perairan tersebut.
Bagi Polri, langkah tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap kelompok masyarakat yang mungkin luput dari jangkauan bantuan karena aktivitas mereka berlangsung di tengah laut.
Dirpolairud Polda NTT mengatakan, bantuan kepada nelayan merupakan bagian penting dari misi kemanusiaan karena para nelayan tetap harus menjalankan aktivitasnya untuk memenuhi kebutuhan keluarga meski berada dalam situasi pascabencana.
“Kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita yang sedang melaut juga tidak dilupakan. Mereka adalah bagian dari masyarakat yang harus mendapatkan perhatian dan dukungan,” katanya.
Setelah seluruh rangkaian penyaluran bantuan selesai, KP. P. Sukur 3007 bertolak dari Perairan Taka Jurang menuju Maumere. Kapal tiba dan sandar kembali di Pelabuhan Wuring sekitar pukul 16.30 WITA dalam keadaan aman.
Pelayaran tersebut menjadi gambaran nyata bahwa misi kemanusiaan Polri tidak mengenal batas daratan. Dari pesisir Pulau Babi, Pulau Pangabatang hingga nelayan kecil di tengah perairan, bantuan terus bergerak menemui masyarakat yang membutuhkan.
Di balik perjalanan KP. P. Sukur 3007, tersimpan pesan sederhana bahwa dalam menghadapi bencana, tidak ada masyarakat yang boleh merasa sendirian.
“Semangat kami adalah terus hadir, membantu dan memastikan masyarakat terdampak bencana mendapatkan perhatian. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban warga dan menjadi penyemangat untuk bangkit,” pungkas Kombes Pol Irwan.
Dari laut untuk masyarakat, Polri hadir membawa kepedulian.
NTT Penuh Kasih, Polri Untuk Masyarakat.
Humas Polda NTT
