Tempuh Laut, KP P. NDAO 3009 Antar Bantuan Polri dan Ketua Umum Bhayangkari untuk Warga Pulau Palue

Tempuh Laut, KP P. NDAO 3009 Antar Bantuan Polri dan Ketua Umum Bhayangkari untuk Warga Pulau Palue

SIKKA – Laut bukan menjadi penghalang bagi Polri untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Minggu (6/9/2026), kapal KP P. NDAO 3009 milik Ditpolairud Polda NTT berlayar dari Maumere menuju Pulau Palue, Kabupaten Sikka, membawa bantuan logistik untuk masyarakat Desa Lidi yang terdampak bencana alam gempa bumi.

Berangkat dari Dermaga Wuring Maumere sekitar pukul 08.30 WITA, kapal patroli tipe C2 tersebut tiba di Pelabuhan Pulau Palue sekitar pukul 12.00 WITA. Misi kemanusiaan itu melibatkan empat personel kru kapal, dua personel Ditpolairud Polda NTT yang diperbantukan serta satu personel Satpolairud Polres Sikka.

Bantuan yang dibawa merupakan gabungan bantuan logistik Polri dan bantuan dari Ketua Umum Bhayangkari untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana.

Beragam kebutuhan dibawa dalam pelayaran tersebut, mulai dari minyak goreng, air mineral, susu, makanan siap saji, mi instan, biskuit, teh, sarung, popok bayi dan dewasa, hingga 100 selimut dan 100 pakaian remaja.

Tak hanya kebutuhan sehari-hari, bantuan juga dilengkapi satu unit genset berkapasitas 3.000 watt dan satu kompor gas dari Ketua Umum Bhayangkari. Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang kebutuhan masyarakat di tengah kondisi pascabencana.

Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko melalui Dirpolairud Polda NTT Kombes Pol Irwan Deffi Nasution mengatakan, penyaluran bantuan melalui jalur laut merupakan bentuk komitmen Polri untuk memastikan masyarakat di wilayah kepulauan tetap mendapatkan perhatian dan bantuan, termasuk mereka yang berada jauh dari pusat pemerintahan.

“Polri akan terus hadir dan berupaya menjangkau masyarakat yang membutuhkan bantuan. Kondisi geografis kepulauan tidak boleh menjadi penghalang bagi kita untuk memberikan pelayanan dan bantuan kemanusiaan,” ujar Kombes Pol Irwan.

Setelah tiba di Pulau Palue, personel Ditpolairud Polda NTT bersama Satpolairud Polres Sikka langsung bergerak menyalurkan bantuan ke masyarakat Desa Lidi.

KP P. NDAO 3009 kemudian bergerak menuju perairan pesisir Dusun Woja. Sekitar pukul 12.45 WITA, personel mulai mendistribusikan bantuan dengan melibatkan masyarakat setempat.

Setengah jam kemudian, bantuan diserahkan secara simbolis kepada perwakilan masyarakat Dusun Woja. Setelah itu, kapal kembali bergerak menuju perairan pesisir Dusun Nangaliwu.

Sekitar pukul 14.00 WITA, personel kembali menyalurkan bantuan kepada masyarakat di Dusun Nangaliwu. Penyerahan secara simbolis dilakukan pukul 14.30 WITA kepada perwakilan warga.

Menurut Kombes Pol Irwan, bantuan tersebut mungkin tidak dapat memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat terdampak. Namun, kehadiran personel Polri dan bantuan yang diberikan diharapkan menjadi penyemangat bagi warga untuk bangkit dan kembali menjalani kehidupan setelah bencana.

“Yang kami bawa bukan hanya bantuan berupa kebutuhan pokok, tetapi juga kepedulian dan pesan bahwa masyarakat Pulau Palue tidak sendiri. Ada banyak pihak yang peduli dan terus mendoakan agar masyarakat dapat segera bangkit,” katanya.

Dirpolairud juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat yang membantu proses distribusi bantuan dari kapal hingga kepada warga penerima. Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan bantuan dapat diterima secara aman dan tepat sasaran.

Setelah seluruh rangkaian penyaluran selesai, KP P. NDAO 3009 meninggalkan perairan Pulau Palue sekitar pukul 15.00 WITA dan tiba kembali di Dermaga Wuring Maumere sekitar pukul 18.00 WITA dalam keadaan aman.

Pelayaran KP P. NDAO 3009 kali ini menjadi gambaran nyata bagaimana Polri menggunakan kekuatan personelnya sekaligus sarana transportasi laut untuk menjangkau masyarakat kepulauan yang terdampak bencana.

Dari Maumere menuju Palue, bantuan itu membawa satu pesan sederhana: jarak dan laut bukan penghalang bagi kepedulian.

NTT Penuh Kasih, Polri Untuk Masyarakat.