Tembus Hujan dan Arus Deras, Brimob Polda NTT Bangun Jembatan Darurat untuk Anak Sekolah di Sumba Barat Daya
Sumba Barat Daya — Di tengah kondisi medan licin, hujan deras, dan arus sungai yang cukup kuat, personel Satuan Brimob Polda NTT tetap semangat membangun jembatan sementara di Desa Dikira, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya, Senin (23/2/2026).
Sebanyak 38 personel Batalyon C Pelopor yang dipimpin Komandan Batalyon C Pelopor, Kompol Dennis Y. N. Leihitu, S.H., diterjunkan dalam kegiatan tersebut. Sejak pukul 08.00 WITA, personel melaksanakan apel pengecekan kesiapan sebelum bergerak menuju lokasi pembangunan.
Setibanya di Desa Dikira sekitar pukul 09.25 WITA, personel Brimob langsung bergabung dengan masyarakat setempat untuk memulai pengerjaan jembatan darurat yang diperuntukkan bagi akses anak-anak sekolah serta aktivitas warga sehari-hari.
Meski menghadapi tantangan cuaca dan kondisi arus sungai yang cukup deras serta air yang keruh, pengerjaan tetap berjalan hingga pukul 18.00 WITA. Hingga hari ketiga pelaksanaan, progres pembangunan jembatan telah mencapai sekitar 50 persen dan akan dilanjutkan kembali keesokan harinya.
Dansat Brimob Polda NTT Kombes Pol Afrizal Asri, S.I.K. dalam keterangannya menegaskan bahwa pembangunan jembatan darurat tersebut merupakan bentuk kepedulian dan respons cepat Brimob terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah terpencil.
“Kehadiran Brimob bukan hanya dalam tugas pengamanan, tetapi juga membantu masyarakat yang mengalami keterbatasan akses infrastruktur. Jembatan ini sangat penting, terutama bagi anak-anak sekolah dan warga yang setiap hari harus melintasi sungai,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa meskipun kondisi medan cukup menantang, semangat personel tidak surut demi memastikan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman.
“Kami akan terus melanjutkan pengerjaan hingga selesai. Ini adalah wujud pengabdian Brimob untuk Nusa dan Bangsa,” tambahnya.
Warga Desa Dikira menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan kerja keras personel Brimob yang bersama-sama bergotong royong membangun akses penghubung vital bagi desa mereka.
Kegiatan berlangsung aman dan lancar, serta menjadi bukti nyata bahwa Polri hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membangun harapan dan solusi bagi masyarakat.
Humas Polda NTT
