Aksi Nyata Polsek Paga Sikka: Ringankan Beban Korban Gempa Flores Lewat Bantuan dan Tenaga
Sikka, NTT — Di tengah luka yang belum sepenuhnya pulih akibat gempa bumi Flores berkekuatan 7,7 magnitudo, kepedulian kembali menemukan bentuk nyatanya. Lebih dari sekadar tugas pengamanan, personel Polsek Paga Polres Sikka memilih turun langsung ke tengah warga, merangkul kehidupan masyarakat yang terdampak musibah.
Rabu (16/9/2026), sejak pukul 10.00 hingga 11.30 WITA, Kapolsek Paga IPDA Hasan Sabon bersama anggotanya menyambangi warga terdampak di Desa Maulo’o, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka. Kunjungan pertama menyasar kediaman Domi Jogo Dine di RT 007/RW 005 Nuateu yang rumahnya mengalami rusak ringan. Petualangan kepedulian dilanjutkan ke rumah Agustinus Bula di RT 008/RW 006 Seroara yang mengalami rusak total hingga memaksa keluarganya tinggal di hunian sementara.
Dalam aksi sosial ini, Polsek Paga menyerahkan bantuan uang tunai masing-masing sebesar Rp550.000 untuk membantu meringankan beban kedua warga tersebut. Tak hanya menyalurkan bantuan finansial, para personel kepolisian juga membanting tulang memindahkan perabot rumah tangga dan membersihkan puing-puing bangunan yang runtuh.
Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si. melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H. menegaskan bahwa aksi ini merupakan instruksi langsung dan wujud kepedulian nyata Polri di lapangan.

"Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Telegram Kapolda NTT Nomor: STR/324/1/OPS.1.3./2026 sebagai bentuk respons cepat dan kepedulian Polri terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Kami ingin memastikan bahwa Polri hadir tidak hanya saat masyarakat membutuhkan pengamanan, tetapi juga menjadi garda terdepan saat warga membutuhkan uluran tangan dan kepedulian," ujar Kombes Pol Henry Novika Chandra.
Kombes Pol Henry menambahkan bahwa di tengah masa-masa sulit pascabencana, kehadiran fisik dan dukungan moral dari aparat sangat vital untuk mengembalikan harapan masyarakat.
"Bagi warga yang rumahnya retak atau bahkan roboh, bantuan tenaga dan perhatian ini adalah dorongan semangat bahwa mereka tidak sendirian menghadapi musibah ini. Ini adalah bukti bahwa kemanusiaan tidak mengenal batas tugas. Ada saatnya polisi menjaga ketertiban, dan ada saatnya polisi bahu-membahu mengangkat puing bersama warga," pungkasnya.
Rangkaian kegiatan sosial dan kemanusiaan tersebut berjalan dengan aman, tertib, dan lancar, sekaligus meninggalkan kesan mendalam serta harapan bagi warga terdampak untuk segera bangkit dari masa sulit.
Humas Polda NTT
