Bantuan Kemanusiaan Terus Bergerak, Warga Terdampak Gempa Palue Terima Logistik dari Kitabisa.com
Sikka, NTT — Pasca bencana beberapa waktu lalu, kepedulian dan solidaritas terus bergerak menyentuh masyarakat terdampak gempa bumi di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kamis (3/9/2026), bantuan kemanusiaan kembali didistribusikan kepada warga terdampak. Dari Posko Kantor Camat Palue, bantuan logistik diberangkatkan menuju Kampung Nitung, Dusun Nitung, Desa Nitunglea, Kecamatan Palue.
Sekitar pukul 11.30 Wita, dua unit mobil dump truck membawa berbagai kebutuhan dasar untuk masyarakat yang masih menghadapi dampak bencana gempa bumi.
Bantuan tersebut bukan sekadar tumpukan logistik yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Di balik setiap karung beras terdapat kebutuhan makan sebuah keluarga. Di balik lembaran terpal ada harapan agar warga tetap terlindungi dari panas maupun hujan. Matras menjadi alas bagi masyarakat untuk beristirahat setelah menjalani hari-hari penuh ketidakpastian.
Sementara itu, angkong atau kereta sorong yang turut didistribusikan diharapkan dapat membantu warga dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari di tengah kondisi lingkungan yang masih terdampak bencana.
Bantuan kemanusiaan tersebut berasal dari Kitabisa.com, yang dihimpun melalui donasi dari Andovi Da Lopez, dan diperuntukkan bagi masyarakat Kecamatan Palue yang terdampak bencana gempa bumi.
Adapun bantuan yang disalurkan ke Desa Nitunglea terdiri atas 40 karung beras ukuran 50 kilogram, 10 dos air minum Nusra, 6 lembar terpal, 3 unit angkong/kereta sorong, serta 2 bal matras tidur.
Kehadiran bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus memastikan warga terdampak tetap mendapatkan perhatian dan dukungan selama proses penanganan pascabencana berlangsung.
Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa penanganan bencana tidak berhenti pada saat kondisi darurat berlalu. Menurutnya, kebutuhan masyarakat harus terus diperhatikan, khususnya mereka yang masih merasakan dampak langsung dari bencana.
“Polri bersama seluruh unsur terkait akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat, khususnya saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Bantuan yang disalurkan ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas bersama untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus memberikan dukungan moril agar warga tidak merasa sendiri dalam menghadapi situasi sulit,” ujar Kombes Pol Henry Novika Chandra menyampaikan pesan Kapolda NTT.
Ia menegaskan bahwa sinergi dan gotong royong seluruh pihak menjadi kekuatan penting dalam menghadapi situasi kebencanaan.
“Dalam kondisi seperti ini, kebersamaan menjadi sangat penting. Pemerintah, TNI-Polri, relawan, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, para donatur, dan seluruh elemen masyarakat memiliki peran dalam memastikan bantuan dapat sampai kepada mereka yang membutuhkan. Setiap bantuan, sekecil apa pun, memiliki arti bagi masyarakat yang sedang berjuang untuk bangkit,” lanjutnya.
Distribusi bantuan menuju Desa Nitunglea juga menunjukkan bahwa respons kemanusiaan terus dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan nyata masyarakat di lapangan.
Bagi warga yang terdampak bencana, bantuan tersebut bukan hanya tentang beras, air minum, terpal, matras, maupun perlengkapan pendukung aktivitas. Lebih dari itu, bantuan menjadi pesan bahwa di tengah situasi sulit yang mereka hadapi, masih ada tangan-tangan yang peduli dan hadir bersama mereka.
Semangat kemanusiaan itulah yang terus dijaga. Sebab pemulihan pascabencana bukan hanya tentang membangun kembali lingkungan yang terdampak, tetapi juga memulihkan rasa aman, harapan, dan keyakinan masyarakat bahwa mereka tidak menghadapi masa sulit seorang diri.
Dari Palue, solidaritas itu kembali bergerak—membawa bantuan, menghadirkan kepedulian, dan menyalakan harapan bagi masyarakat yang sedang berjuang untuk bangkit dari dampak gempa bumi.
Humas Polda NTT
