Ditbinmas Polda NTT Edukasi 150 Siswa SMA Negeri 1 Kupang, Cegah Radikalisme dan Ekstremisme di Era Digital

Ditbinmas Polda NTT Edukasi 150 Siswa SMA Negeri 1 Kupang, Cegah Radikalisme dan Ekstremisme di Era Digital

KUPANG – Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) terus memperkuat upaya pencegahan radikalisme, intoleransi, dan ekstremisme di kalangan generasi muda. Salah satunya melalui kegiatan penyuluhan bertema “Strategi Pencegahan Radikalisme, Intoleransi dan Terorisme di Era Digital untuk Generasi Muda” yang digelar di Aula SMA Negeri 1 Kupang, Kamis (22/10/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA tersebut diikuti sekitar 150 siswa SMA Negeri 1 Kupang, dengan menghadirkan Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda NTT, Kombes Pol. Sajimin, S.I.K., M.H., sebagai narasumber. Turut hadir kepala sekolah, wakil kepala sekolah, serta personel Ditbinmas Polda NTT.

Penyuluhan ini menjadi langkah preventif untuk membekali para pelajar dengan pemahaman mengenai bahaya penyebaran paham radikal dan ekstremisme, terutama melalui media sosial dan berbagai platform digital yang semakin dekat dengan kehidupan generasi muda.

Membentengi Generasi Muda dari Pengaruh Negatif Dunia Digital

Dalam penyampaian materi, Dirbinmas Polda NTT Kombes Pol. Sajimin membahas dinamika ancaman ekstremisme berbasis kekerasan dan terorisme, tantangan penyebaran paham radikal, serta pola penyebaran ideologi ekstrem melalui media sosial.

Para siswa juga diberikan pemahaman mengenai mekanisme perekrutan anak melalui platform digital, faktor sosial yang dapat membuat anak rentan terpapar paham ekstrem, hingga perkembangan ancaman radikalisme pada anak dan remaja di berbagai negara.

Materi tersebut diharapkan membantu pelajar lebih kritis dalam menerima informasi, mengenali konten yang mengandung ajakan kekerasan, serta memahami pentingnya menggunakan media digital secara bijak dan bertanggung jawab.

Keluarga dan Sekolah Punya Peran Penting

Dirbinmas Polda NTT juga menyoroti pentingnya peran keluarga dan sekolah dalam mencegah masuknya paham radikal dan intoleransi di lingkungan anak-anak dan remaja.

Menurutnya, upaya pencegahan tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi perlu didukung edukasi, komunikasi yang terbuka, pengawasan yang proporsional, serta kepedulian terhadap perkembangan perilaku dan lingkungan pergaulan anak.

Sekolah menjadi salah satu ruang strategis untuk menanamkan nilai toleransi, menghormati perbedaan, memperkuat persatuan, dan membangun kesadaran agar para pelajar tidak mudah terpengaruh oleh ajakan yang mengarah pada kebencian maupun kekerasan.

Kombes Pol. Sajimin menekankan pentingnya sinergi berbagai pihak dalam melindungi generasi muda dari paparan paham ekstremisme. Peran orang tua, guru, lingkungan masyarakat, dan kepolisian perlu berjalan bersama agar upaya pencegahan dapat dilakukan sejak dini.

Catatan: Penegasan di atas merupakan parafrasa berdasarkan materi kegiatan, bukan kutipan langsung yang telah dikonfirmasi.

Sinergi Bhabinkamtibmas untuk Pencegahan Sejak Dini

Selain membahas contoh kasus dan pemetaan simbol kekerasan, penyuluhan tersebut turut menjelaskan langkah-langkah Polda NTT dalam menghadapi ancaman ekstremisme serta pentingnya sinergi Bhabinkamtibmas dengan masyarakat.

Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat diharapkan dapat memperkuat edukasi, membangun komunikasi dengan warga, serta mendorong deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Melalui pendekatan pembinaan dan kemitraan, pencegahan dapat dilakukan dengan melibatkan sekolah, keluarga, serta lingkungan sekitar sehingga anak-anak memperoleh perlindungan dan pendampingan yang tepat.

Bangun Generasi Muda yang Kritis dan Toleran

Melalui kegiatan penyuluhan ini, Ditbinmas Polda NTT berupaya meningkatkan kesadaran pelajar mengenai pentingnya menjaga toleransi, menolak kekerasan, dan tidak mudah terpengaruh oleh propaganda ekstremisme di ruang digital.

Generasi muda diharapkan mampu menjadi pengguna media sosial yang cerdas, menghargai keberagaman, serta berperan aktif menjaga persatuan dan keamanan di lingkungan masing-masing.

Kegiatan penyuluhan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Upaya ini sekaligus menegaskan komitmen Ditbinmas Polda NTT untuk terus memperkuat pembinaan masyarakat dan membangun sinergi dalam mencegah radikalisme, intoleransi, serta ekstremisme sejak dini.

Bhayangkara Binmas Presisi Polda NTT, Bersinergi dan Melayani hingga Pelosok Negeri.

#PolisiBersamaMasyarakat