Doa Lintas Agama di Polres Ende, Satukan Harapan untuk Flores Bangkit Pascagempa
Ende – Ketika Flores masih berada dalam proses pemulihan pascabencana gempa bumi, doa menjadi salah satu kekuatan untuk menumbuhkan harapan. Dari Polres Ende, semangat kebersamaan itu diwujudkan melalui Doa Bersama Lintas Agama dengan tema “Flores Bangkit”, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang PPKO Polres Ende tersebut mempertemukan personel kepolisian dan para rohaniawan dari berbagai agama dalam suasana penuh kekhusyukan. Hadir Wakapolres Ende, para Pejabat Utama (PJU) Polres Ende, anggota Polres Ende serta para rohaniawan.
Kegiatan diawali dengan sapaan pembawa acara dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Setelah itu, suasana menjadi hening ketika doa bersama dipanjatkan secara bergantian oleh empat rohaniawan, yakni H. Bahrun. H. M Nur, Pdt. Fernando Paulus, RD. Oman Busa, dan I Wayan Arnama.
Meski berbeda keyakinan, seluruh peserta berdiri dalam satu suasana kebersamaan. Doa yang dipanjatkan menjadi simbol persatuan sekaligus ungkapan harapan agar masyarakat Flores diberikan kekuatan dalam menghadapi masa pemulihan pascagempa.
Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla., mengatakan doa bersama lintas agama tersebut menjadi bagian dari upaya membangun semangat kebersamaan di tengah masyarakat setelah bencana.
Menurutnya, pemulihan pascabencana membutuhkan kekuatan dan dukungan dari semua pihak. Tidak hanya melalui bantuan fisik, tetapi juga melalui ketenangan batin, kepedulian dan semangat persaudaraan.
“Tema Flores Bangkit merupakan gambaran semangat kita bersama untuk bangkit dari situasi sulit akibat bencana. Perbedaan agama tidak menjadi penghalang untuk bersama-sama mendoakan keselamatan, kesehatan dan kebaikan bagi masyarakat,” ujar AKBP Yudhi Franata.
Kapolres menegaskan bahwa semangat persatuan dan gotong royong harus terus dijaga, terutama dalam situasi pascabencana yang membutuhkan kepedulian serta dukungan seluruh elemen masyarakat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Polri bersama masyarakat hadir dalam satu semangat. Kita saling menguatkan, saling peduli dan bersama-sama menjaga suasana tetap aman serta kondusif, sehingga Flores dapat bangkit dan pulih,” tambahnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama. Seluruh rangkaian doa bersama berakhir sekitar pukul 10.00 WITA dan berlangsung dalam keadaan aman serta lancar.
Dari ruang sederhana di Mapolres Ende, pesan yang disampaikan terasa begitu kuat: Flores boleh terluka oleh bencana, tetapi tidak boleh kehilangan harapan.
Dengan doa, persaudaraan dan semangat gotong royong, masyarakat Flores terus melangkah menuju pemulihan. Karena untuk bangkit, Flores membutuhkan bukan hanya kekuatan fisik, tetapi juga hati yang saling menguatkan.
#NTTPenuhKasih
Humas Polda NTT
