Gerak Cepat Polres Mabar Hadapi KLB Muntaber, Puluhan Penghuni Rusun Jalani Pemeriksaan Kesehatan

Gerak Cepat Polres Mabar Hadapi KLB Muntaber, Puluhan Penghuni Rusun Jalani Pemeriksaan Kesehatan

Labuan Bajo, NTT — Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) melalui jajaran Polres Manggarai Barat terus menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya penghuni Rumah Susun (Rusun) Polres Manggarai Barat yang terdampak Kejadian Luar Biasa (KLB) muntaber.

Upaya penanganan tersebut dilakukan melalui Posko Kesehatan Polres Manggarai Barat yang berlokasi di Aula Rusun Polres Manggarai Barat, Kamis (3/9/2026), mulai pukul 14.00 WITA hingga selesai.

Pemeriksaan kesehatan menyasar seluruh penghuni Rusun yang terdampak, mulai dari bayi, anak-anak, orang dewasa hingga kelompok masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan akibat wabah muntaber.

Dalam kegiatan tersebut, personel kesehatan memberikan sejumlah layanan, antara lain pemeriksaan tekanan darah, penimbangan berat badan bayi dan anak, pemberian multivitamin serta obat-obatan sesuai kondisi pasien, hingga konsultasi kesehatan.

Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya sejumlah penghuni yang mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan muntaber. Dari keseluruhan pemeriksaan, tercatat 7 pasien balita, 2 pasien anak-anak, dan 12 pasien dewasa, sementara tidak ditemukan pasien dari kelompok lansia.

Selain mendapatkan penanganan di Posko Kesehatan, sebanyak 4 orang pasien harus dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut dan menjalani perawatan inap sesuai dengan kondisi medis masing-masing.

Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kepolisian akan terus memberikan perhatian terhadap kondisi kesehatan warga yang terdampak.

“Kesehatan dan keselamatan masyarakat merupakan hal yang menjadi perhatian serius kami. Melalui jajaran Polres, khususnya Posko Kesehatan Polres Manggarai Barat, kami berupaya memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan pemeriksaan, pengobatan dan penanganan yang diperlukan,” ujar Kabidhumas Polda NTT menyampaikan penegasan Kapolda NTT.

Menurutnya, penanganan wabah muntaber tidak hanya membutuhkan pengobatan terhadap pasien, tetapi juga upaya pencegahan melalui peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pola hidup bersih dan sehat.

“Yang tidak kalah penting adalah edukasi. Masyarakat perlu memahami bagaimana mencegah penyebaran muntaber, mengenali gejala sejak dini, serta mengetahui langkah penanganan yang tepat. Dengan demikian, risiko penularan maupun kondisi pasien yang semakin berat dapat diminimalkan,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan kegiatan, salah satu kendala yang masih ditemukan adalah kurangnya pemahaman sebagian penghuni mengenai upaya pencegahan dan penanganan penyakit muntaber.

Karena itu, selain memberikan pelayanan medis, petugas kesehatan juga melakukan konsultasi dan memberikan pemahaman kepada penghuni Rusun mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, kebersihan makanan dan minuman, serta segera mendapatkan pertolongan medis apabila mengalami gejala muntaber.

Polda NTT menegaskan bahwa langkah pemeriksaan dan pemantauan kesehatan tersebut merupakan bagian dari komitmen kepolisian untuk hadir di tengah masyarakat, terutama dalam situasi yang membutuhkan penanganan cepat dan terpadu.

“Polri akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait dan melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk membantu masyarakat menghadapi kondisi ini. Kami mengimbau masyarakat agar tidak panik, tetap menjaga kebersihan, memperhatikan kondisi kesehatan keluarga, dan segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang mengarah pada muntaber,” pungkas Kombes Pol Henry Novika Chandra.