Kapolres Ngada Tegaskan Komitmen Polri Dampingi Warga Menuju Pemulihan Pascagempa
Ngada – Penanganan pascagempa bumi di Kabupaten Ngada memasuki babak baru. Setelah melewati fase tanggap darurat, pemerintah daerah bersama Forkopimda, BNPB, TNI-Polri, instansi terkait dan unsur relawan mulai memusatkan perhatian pada pemulihan kehidupan masyarakat serta percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi.

Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Posko Penanganan Darurat Bencana Gempa Bumi Kabupaten Ngada yang digelar di Posko Penanganan Tanggap Darurat, Kamis (3/9/2026), pukul 16.20 hingga 18.15 WITA.
Rapat dipimpin dalam semangat menyatukan langkah seluruh unsur agar proses pemulihan pascabencana berjalan berdasarkan kondisi nyata di lapangan. Hadir Bupati Ngada Raymundus Bena, S.S., M.Hum., Tenaga Ahli Kepala BNPB Brigjen TNI Agus Setiawan, S.E., bersama Pengarah BNPB Dr. Drs. Isroil Samihardjo, M.Def.Stud, Ketua DPRD Ngada Romikus Juji, S.T., Kapolres Ngada AKBP Dr. Gede Harimbawa, S.E., S.H., M.H., M.I.Kom., serta jajaran Forkopimda dan instansi terkait.
Pelayanan Warga Tetap Menjadi Prioritas
Dalam rapat tersebut, Kapolres Ngada AKBP Dr. Gede Harimbawa menekankan bahwa meskipun penanganan bencana telah memasuki fase transisi pemulihan, pelayanan kepada masyarakat terdampak tidak boleh berhenti.
Menurutnya, kebutuhan dasar warga tetap menjadi perhatian, mulai dari pelayanan kesehatan, trauma healing, ketersediaan makanan dan air bersih hingga pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kelancaran pelayanan kepada warga terdampak menjadi prioritas utama, baik pelayanan kesehatan, trauma healing, ketersediaan makanan, air bersih maupun bersama-sama menjaga harkamtibmas di tengah masyarakat,” ujar AKBP Gede Harimbawa.
Ia menjelaskan, para pengungsi secara bertahap mulai kembali ke rumah masing-masing. Kondisi tersebut membuat penanganan di lapangan perlahan diarahkan dari pola tanggap darurat menuju kemandirian masyarakat dalam menjalani kehidupan pascabencana.
Selain bantuan sosial, pemahaman masyarakat mengenai kondisi pascabencana juga dinilai penting. Empat titik dapur lapangan yang sebelumnya mendukung kebutuhan pengungsi kini mulai dinormalisasi seiring dengan kembalinya warga ke rumah masing-masing.
Data Akurat Jadi Dasar Pemulihan
Rapat konsolidasi juga menekankan pentingnya validasi data kerusakan dan dampak gempa. Data yang digunakan untuk menentukan kebijakan rehabilitasi dan rekonstruksi harus benar-benar menggambarkan kondisi faktual di lapangan.
Kapolres Ngada menyampaikan bahwa sinergi antarinstansi menjadi kunci agar proses pemulihan tidak hanya cepat, tetapi juga tepat sasaran.
Hal tersebut sejalan dengan arahan Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., yang menekankan pentingnya kehadiran Polri dalam setiap tahapan penanganan bencana, termasuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan dan rasa aman selama masa pemulihan.
Kapolda NTT melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa sinergi antara Polri, pemerintah daerah, TNI, BNPB, relawan dan seluruh elemen masyarakat harus terus diperkuat agar proses pemulihan pascagempa berjalan terarah dan menyentuh kebutuhan nyata masyarakat.
“Polri akan terus mendukung setiap langkah penanganan pascabencana, termasuk pelayanan kepada masyarakat, pemeliharaan kamtibmas dan kegiatan kemanusiaan. Yang terpenting adalah memastikan masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan dengan aman dan berangsur pulih,” ujar Kombes Pol Henry.
Trauma Healing Dapat Apresiasi
Peran Polri dalam penanganan dampak psikologis masyarakat juga mendapat apresiasi dari Vikep Bajawa, RD. Gabriel Idrus.
Ia mengapresiasi langkah Polres Ngada bersama unsur Polda NTT yang melaksanakan trauma healing bagi para penyintas, terutama anak-anak dan warga yang masih tinggal di tenda pengungsian.
Kegiatan tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat menghadapi dampak psikologis setelah bencana.
Apresiasi itu sekaligus menjadi pengingat bahwa pemulihan pascabencana bukan hanya menyangkut pembangunan kembali rumah dan fasilitas yang rusak, tetapi juga memulihkan rasa aman, ketenangan dan kepercayaan diri masyarakat.
Karena itu, kegiatan trauma healing dan pemeriksaan kesehatan diharapkan tetap dilakukan selama masih terdapat warga yang membutuhkan pendampingan.
Rapat konsolidasi Forkopimda Ngada bersama BNPB dan seluruh unsur pendukung menjadi langkah penting untuk memastikan transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan berjalan secara terukur. Dengan data yang akurat, koordinasi yang kuat dan pelayanan yang terus hadir di tengah masyarakat, Kabupaten Ngada diharapkan dapat bangkit dan kembali pulih setelah bencana gempa bumi.
#NttPenuhKasih
Humas Polda NTT
