AKP Yohanes Balla Jadi Irup di SMP Kristen Generasi Unggul Kupang, Tekankan Bahaya Perdagangan Orang

AKP Yohanes Balla Jadi Irup di SMP Kristen Generasi Unggul Kupang, Tekankan Bahaya Perdagangan Orang

KUPANG – Upaya pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terus digencarkan jajaran Polda Nusa Tenggara Timur melalui edukasi langsung kepada pelajar. Hal ini terlihat dalam kegiatan upacara bendera di SMP Kristen Generasi Unggul Kupang, Senin (20/4/2026), yang menghadirkan personel kepolisian sebagai inspektur upacara.

Dalam kegiatan tersebut, AKP Yohanes Balla, S.E, selaku Kanit Subdit III Direktorat Reserse PPA dan PPO Polda NTT, bertindak sebagai inspektur upacara (Irup). Ia didampingi oleh personel Subdit III serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Belo.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.30 WITA ini diikuti oleh kepala sekolah, para guru, serta seluruh siswa-siswi dengan penuh khidmat.

Dalam amanatnya, AKP Yohanes Balla menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap praktik tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang masih menjadi ancaman serius, khususnya bagi generasi muda.

“Siswa-siswi perlu memahami apa itu perdagangan orang, mulai dari proses, cara, hingga tujuannya sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007. Edukasi ini penting agar kita semua tidak menjadi korban maupun pelaku,” jelasnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan para pelajar untuk bijak dalam menggunakan handphone dan teknologi digital.

“Gunakan handphone sesuai peruntukannya, terutama untuk komunikasi dengan orang tua dan keluarga. Hindari penggunaan aplikasi yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain, apalagi sampai melanggar hukum,” tegasnya.

Dirbinmas Polda NTT, Kombes Pol Sudartomo, S.I.K., M.Si, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif dalam melindungi generasi muda dari berbagai potensi kejahatan, termasuk TPPO.

“Edukasi sejak dini menjadi kunci utama dalam mencegah perdagangan orang. Kami ingin para pelajar memiliki pemahaman yang kuat sehingga mampu melindungi diri sendiri dan lingkungannya,” ujarnya.

Kegiatan upacara berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar, serta diharapkan mampu meningkatkan kesadaran para pelajar terhadap bahaya perdagangan orang dan pentingnya penggunaan teknologi secara bijak.

#PoldaNttPenuhKasih