Kasatgas Humas Ops Aman Nusa II Dampingi Kapolres Ende Salurkan Sembako, Tinjau Trauma Healing dan Posko Kesehatan
Ende, NTT — Kepolisian Negara Republik Indonesia terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan dan dukungan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Nusa Tenggara Timur. Kehadiran Polri tidak hanya diwujudkan melalui bantuan kebutuhan pokok, tetapi juga melalui pelayanan kesehatan serta pendampingan psikologis bagi warga yang mengalami dampak bencana.
Komitmen tersebut terlihat dalam kegiatan Kasatgas Humas Ops Aman Nusa II Bencana Alam NTT, Kombes Pol Dr. Bayu Suseno, S.H., S.I.K., M.M., M.H., yang mendampingi Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla., menyalurkan bantuan sembako sekaligus meninjau pelaksanaan trauma healing dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Desa Demulaka, Dusun Deukoa, Kecamatan Ndona Timur, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Kamis (26/8/2026).
Kegiatan berlangsung mulai pukul 15.30 WITA hingga 17.50 WITA dan menjadi bagian dari rangkaian Operasi Aman Nusa II dalam penanganan bencana alam di wilayah NTT.
Dalam kegiatan tersebut, bantuan sembako diserahkan kepada warga terdampak bencana sebagai bentuk kepedulian Polri sekaligus upaya membantu meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari pascabencana.

Tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan dasar, Kasatgas Humas bersama Kapolres Ende juga memastikan aspek psikologis masyarakat mendapatkan perhatian. Keduanya meninjau secara langsung pelaksanaan trauma healing, terutama bagi anak-anak dan warga yang mengalami tekanan psikologis akibat bencana.
Tim trauma healing melaksanakan sejumlah kegiatan yang bersifat interaktif dan menyenangkan, di antaranya teknik relaksasi serta permainan bersama anak-anak. Selain memberikan suasana yang lebih nyaman, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari asesmen awal untuk melihat kondisi psikologis anak setelah mengalami bencana.
Dari hasil asesmen awal, terdapat satu hingga dua anak yang menunjukkan indikasi traumatik. Anak-anak tersebut kemudian mendapatkan pendampingan lebih lanjut melalui pendekatan bermain. Pendekatan ini dilakukan agar anak dapat kembali merasa nyaman, aman dan bahagia, sekaligus untuk sementara mengalihkan perhatian mereka dari pengalaman bencana yang telah dialami.
Sementara itu, pendampingan juga diberikan kepada para orang tua. Tim memperkenalkan metode USEFT, yakni teknik pelepasan emosional yang ditujukan untuk membantu masyarakat mengelola berbagai respons emosional yang dapat muncul setelah mengalami situasi bencana, seperti kepanikan, kecemasan, ketakutan maupun kekhawatiran.

Melalui metode tersebut, warga diarahkan untuk membantu melepaskan emosi negatif yang muncul akibat pengalaman bencana. Setelahnya, diberikan penguatan psikologis guna membangun kembali rasa percaya diri, ketenangan dan kesiapan masyarakat dalam menghadapi kondisi pascabencana.
Di lokasi yang sama, Kasatgas Humas Ops Aman Nusa II Bencana Alam NTT bersama Kapolres Ende turut meninjau pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Peninjauan dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan dengan baik serta dapat dijangkau dengan mudah oleh warga yang membutuhkan pemeriksaan maupun penanganan medis.
Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kehadiran Polri dalam penanganan bencana harus menyentuh seluruh kebutuhan masyarakat, baik kebutuhan dasar, kesehatan maupun pemulihan psikologis.

“Polri hadir bukan hanya ketika masyarakat membutuhkan pengamanan, tetapi juga ketika masyarakat menghadapi situasi sulit akibat bencana. Bantuan sembako, pelayanan kesehatan dan trauma healing merupakan bentuk nyata kepedulian serta komitmen Polri untuk membantu masyarakat melewati masa sulit dan bangkit kembali,” ujar Kabidhumas Polda NTT menyampaikan pesan Kapolda NTT.
Menurutnya, penanganan pascabencana membutuhkan pendekatan yang menyeluruh dan berkesinambungan. Karena itu, Polri bersama seluruh pihak terkait akan terus berupaya memastikan masyarakat terdampak memperoleh pelayanan dan pendampingan yang dibutuhkan.
“Yang tidak kalah penting adalah memastikan anak-anak dan masyarakat yang mengalami tekanan psikologis mendapatkan perhatian. Kita ingin mereka kembali merasa aman, tenang dan memiliki keyakinan bahwa mereka tidak menghadapi situasi ini sendirian. Semangat kebersamaan dan gotong royong harus terus kita kuatkan,” lanjutnya.
Kegiatan di Desa Demulaka tersebut sekaligus mencerminkan pendekatan humanis Polri dalam penanganan bencana. Kehadiran personel di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus membangun optimisme warga dalam menghadapi proses pemulihan.

Melalui penyaluran bantuan sembako, pelayanan kesehatan dan trauma healing, Polri berupaya memastikan bahwa penanganan bencana tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga memperhatikan kondisi mental dan emosional masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak.
Polri berharap seluruh rangkaian dukungan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Demulaka, khususnya warga Dusun Deukoa, serta menjadi bagian dari proses pemulihan pascabencana yang lebih kuat, cepat dan berkelanjutan.
Humas Polda NTT
