Kerja Nyata Bhabinkamtibmas Polres Mabar Cegah Corona Covid-19

Kerja Nyata Bhabinkamtibmas Polres Mabar Cegah Corona Covid-19

Tribratanewsntt.com - Mencuci tangan dengan benar adalah cara yang paling sederhana untuk mencegah penularan virus Corona Covid-19. Namun, tidak semua memahami cara mencuci tangan yang baik dan benar.

Pola cuci tangan yang baik dan benar mulai ditularkan melalui bhabinkamtibmas Polres Manggarai Barat (Mabar). Misalnya saja Bhabinkamtimas Desa Golo Pongkor, Kabupaten Manggarai Barat kepada anak-anak muda setempat.

Bhabinkamtimas Desa Golo Pongkor, Bripka Syahrul Ramadhan, menyebut anak-anak muda di Desa tersebut diajarkan untuk mencuci tangan yang baik dan benar, guna menjaga kesehatan tubuh masing-masing.

“Cuci tangan yang baik tidak sekadar menyiram dengan air dan sabun dan dilakukan dengan cermat. Terpenting untuk menghindari kuman dan virus, harus membiasakan mencuci tangan dengan sabun, sesudah dan sebelum melakukan kegiatan,” kata Bripka Syahrul Ramadhan.

Hal lainnya dilakukan polisi peduli kesehatan di Desa Golo Sepang, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat dengan mengajarkan warga setempat mencuci tangan pada aliran air mengalir dengan sabun selama 20 detik.

“Pastikan seluruh bagian tangan tercuci hingga bersih, termasuk punggung tangan, pergelangan tangan, sela-sela jari, dan kuku. Diamkan tangan hingga kering,” ujar Bhabinkamtibmas Desa Golo Sepang, Bripka Shamsy.

Aksi nyata lainnya yang dilakukan Bhabinkamtibmas di Desa Golo Bilas. Bripka Andi yang setiap hari berdampingan dengan warga dengan cara kreatif merubah jerigen bekas menjadi tempat penampungan air untuk cuci tangan.

Jerigen yang menjadi wadah untuk mencuci tangan, dibawa keliling menggunakan sepeda motor dinas. Ia berharap dengan adanya wadah ini, dapat terus mengingatkan warga untuk sesering mungkin mencuci tangan.

“Masyarakat harus menjaga kebersihan tubuh mulai dari pribadi masing-masing. Wadah tempat air untuk cuci tangan ini saya bawa keliling, untuk mengingatkan warga mencuci tangannya dengan sabun,” jelasnya.

Bripka Andi berharap warga dapat mencontoh membuat wadah praktis untuk tempat penampungan air yang akan digunakan sebagai cuci tangan.

“Selain dari jerigen, bisa juga dibuat dengan ember atau tempat cat bekas. Tapi ingat, tetap harus ada penutupnya, guna menghindari nyamuk bertelur di genangan air yang bisa menyebarkan penyakit demam berdarah,” ujarnya.