Lima Jam Menembus Medan Sulit, Polres Manggarai Timur Pastikan Bantuan Tiba di Kampung Tango Bali

Lima Jam Menembus Medan Sulit, Polres Manggarai Timur Pastikan Bantuan Tiba di Kampung Tango Bali

MANGGARAI TIMUR, NTT — Jalan terputus, longsoran, hingga bebatuan yang menutup akses tidak menyurutkan langkah Polri melalui Polres Manggarai Timur untuk menjangkau masyarakat terdampak bencana di pelosok Kecamatan Lamba Leda Utara, Sabtu (22/6/2026).

Mendapat informasi bahwa warga Desa Lencur, Kampung Tango Bali membutuhkan bantuan, personel Polres Manggarai Timur langsung bergerak membawa bantuan sosial menuju lokasi.

Perjalanan menuju kampung tersebut bukan perkara mudah. Personel harus menempuh perjalanan kurang lebih lima jam dengan melewati medan yang rusak akibat bencana. Sejumlah jembatan mengalami kerusakan, sementara material longsor dan bebatuan menutup sebagian badan jalan.

Di tengah keterbatasan akses, personel Polres Manggarai Timur bersama masyarakat bergotong royong mengatasi berbagai rintangan. Bahu-membahu membuka jalan menjadi bagian dari perjuangan agar bantuan dapat segera tiba di tangan warga.

Setelah menempuh perjalanan panjang, personel akhirnya tiba di Kampung Tango Bali. Di lokasi tersebut, kondisi masyarakat terlihat memprihatinkan. Sekitar 30 rumah warga dilaporkan hancur total akibat bencana.

Bantuan sosial kemudian diserahkan langsung kepada masyarakat terdampak. Selain membawa bantuan kebutuhan warga, kehadiran personel Polres Manggarai Timur juga menjadi bentuk dukungan moral bagi para penyintas yang masih berupaya bangkit setelah bencana.

Plh. Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Sajimin, S.I.K., M.H., mengatakan, langkah personel Polres Manggarai Timur tersebut menunjukkan komitmen Polri untuk tetap hadir hingga ke wilayah yang sulit dijangkau.

“Tidak ada masyarakat yang boleh merasa sendiri atau ditinggalkan hanya karena berada di wilayah yang sulit dijangkau. Ketika ada warga yang membutuhkan bantuan, Polri akan berupaya semaksimal mungkin untuk hadir,” ujar Sajimin.

Menurutnya, kondisi geografis dan kerusakan infrastruktur pascabencana memang menjadi tantangan dalam pendistribusian bantuan. Namun, semangat gotong royong antara polisi dan masyarakat menjadi kekuatan untuk menjangkau wilayah-wilayah yang aksesnya masih terbatas.

“Kami mengapresiasi personel Polres Manggarai Timur dan masyarakat yang bersama-sama menghadapi kendala di lapangan. Ini merupakan wujud nyata kepedulian dan semangat kemanusiaan Polri,” tambahnya.

Bagi warga Kampung Tango Bali, kedatangan personel Polres Manggarai Timur membawa arti lebih dari sekadar bantuan. Di tengah rumah-rumah yang rusak dan akses yang terputus, kehadiran polisi menjadi pesan bahwa mereka tidak menghadapi bencana seorang diri.

Perjalanan selama lima jam tersebut menjadi bukti bahwa pelayanan kemanusiaan Polri tidak mengenal batas medan. Ketika jalan terputus, langkah tidak ikut berhenti. Ketika akses sulit, upaya justru semakin dikuatkan.

Lima jam menembus medan sulit, melewati jalan terputus dan longsoran, Polres Manggarai Timur terus bergerak demi satu tujuan: memastikan bantuan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

#NttPenuhKasih #PrayForFloresNTT #PolriPeduli #PolriUntukMasyarakat #PolresManggaraiTimur #PoldaNTT #AmanNusaII #LambaLedaUtara #ManggaraiTimur #PolriHadir #BersamaMelawanBencana