Makan Bersama Pengungsi di Dusun Ronting, Kapolres Manggarai Timur Hadirkan Kehangatan di Tengah Bencana
MANGGARAI TIMUR — Di tengah suasana pengungsian pascagempa bumi, Kapolres Manggarai Timur AKBP Haryanto, S.H., S.I.K., M.M., CPHR, memilih hadir dengan cara sederhana namun penuh makna: makan bersama dan berbagi makanan dengan warga pengungsi.

Kehangatan itu terasa di Dusun Ronting, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Kamis (27/8/2026). Bersama personel Brimob Polda Bali, Kapolres datang menggunakan kendaraan Randorlap sekaligus menyiapkan makan malam untuk masyarakat terdampak bencana.
Dari kendaraan tersebut, personel memasak makanan yang kemudian dibagikan kepada warga pengungsi. Kapolres Manggarai Timur turut turun langsung membagikan makanan, menyapa warga, dan menikmati suasana kebersamaan di tengah keterbatasan kehidupan di lokasi pengungsian.
“Ya, hari ini saya bersama rekan-rekan dari Brimob Polda Bali di kendaraan Randorlap, saat ini berada di Dusun Ronting, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur. Sudah memasak untuk makan malam. Mari kita bagikan kepada masyarakat pengungsi yang terdampak bencana,” ujar AKBP Haryanto.
Bagi warga pengungsi, makan bersama bukan sekadar memenuhi kebutuhan perut. Setelah melewati hari-hari penuh kecemasan akibat bencana, momen tersebut menjadi ruang untuk kembali merasakan kehangatan, kebersamaan, dan perhatian.
Kehadiran Kapolres di tengah warga juga menunjukkan bahwa pelayanan Polri dalam penanganan bencana tidak berhenti pada pengamanan maupun distribusi bantuan. Personel kepolisian berupaya hadir secara langsung, mendengarkan kebutuhan warga, sekaligus memberikan dukungan moril.
AKBP Haryanto mengatakan, masyarakat terdampak bencana membutuhkan dukungan dari berbagai pihak agar tetap kuat melewati masa pemulihan.
“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa mereka tidak sendiri. Polri akan terus hadir dan membantu sesuai kemampuan kami. Mari kita saling menguatkan dan menjaga kebersamaan,” katanya.
Kebersamaan antara polisi dan warga pun berlangsung dalam suasana hangat. Makanan yang telah disiapkan dibagikan kepada para pengungsi, sementara personel kepolisian berbaur bersama masyarakat.
Bagi Kapolres, perhatian kecil di tengah situasi sulit dapat memberikan semangat besar bagi warga yang sedang berjuang bangkit.
“Yang terpenting adalah kita bersama-sama menghadapi situasi ini. Tetap kuat, saling membantu dan segera sampaikan kepada petugas apabila ada kebutuhan masyarakat yang perlu ditangani,” imbaunya.
Malam itu, Dusun Ronting tidak hanya menjadi tempat warga berlindung dari dampak bencana. Tempat tersebut juga menjadi ruang bertemunya kepedulian dan kebersamaan.
Di antara tenda pengungsian dan hidangan makan malam yang sederhana, Kapolres dan warga duduk dalam suasana yang mencairkan jarak.
Satu meja, satu rasa, dan satu semangat: bersama melewati bencana dan bangkit kembali.
#NttPenuhKasih #PrayForFloresNTT
Humas Polda NTT
