Menjaga Ikatan Pengabdian yang Tak Pernah Usai, Kapolda NTT Sambangi Warakawuri Almarhum Kombes Pol Yudi Sinlaloe
Kupang, Selasa (30/6/2026) – Pintu rumah di Kelurahan Liliba, Kota Kupang, siang itu terbuka menyambut tamu istimewa. Senyum hangat terpancar dari wajah Ny. Yudi Sinlaloe Lada, istri almarhum Kombes Pol Yudi Sinlaloe, ketika Kapolda Nusa Tenggara Timur Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si. bersama Pejabat Utama Polda NTT dan Pengurus Bhayangkari Daerah NTT datang bersilaturahmi.
Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial menjelang Hari Bhayangkara ke-80. Lebih dari itu, anjangsana menjadi simbol bahwa pengabdian seorang anggota Polri tidak pernah dilupakan, bahkan ketika tugas telah usai karena berpulang menghadap Sang Pencipta.
Dalam suasana penuh keakraban, Kapolda NTT berbincang hangat dengan keluarga almarhum. Obrolan mengalir sederhana namun sarat makna, mengenang perjalanan panjang pengabdian almarhum sekaligus mendengarkan kondisi keluarga yang kini melanjutkan kehidupan dengan penuh ketabahan.

Kapolda juga menyerahkan tali asih sebagai bentuk kepedulian dan penghormatan kepada keluarga besar Polri. Bagi keluarga yang menerima, perhatian tersebut bukan semata bantuan, tetapi menjadi bukti bahwa ikatan kekeluargaan di tubuh Polri tetap terjaga melintasi waktu.
Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H. mengatakan, kegiatan anjangsana merupakan tradisi yang selalu dihidupkan dalam setiap peringatan Hari Bhayangkara sebagai wujud penghormatan kepada para pendahulu dan keluarga besar Polri.
"Di balik setiap anggota Polri yang pernah mengabdi, ada keluarga yang ikut berjuang, memberikan doa, dukungan, bahkan pengorbanan. Karena itu, perhatian kepada para warakawuri merupakan bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian yang telah diberikan kepada institusi," ujar Kombes Pol Henry Novika Chandra.
Menurutnya, Hari Bhayangkara bukan hanya menjadi momentum untuk merefleksikan pengabdian Polri kepada masyarakat, tetapi juga menjadi saat yang tepat mempererat hubungan kekeluargaan di lingkungan Polri.
"Anjangsana ini menjadi pengingat bahwa keluarga besar Polri tidak pernah berjalan sendiri. Kami ingin terus menjaga silaturahmi, menghadirkan kebahagiaan, dan memastikan bahwa para warakawuri tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keluarga besar Polri," katanya.
Lebih lanjut, Kabidhumas menjelaskan bahwa rangkaian anjangsana akan terus dilakukan kepada para purnawirawan, warakawuri, dan keluarga besar Polri lainnya sebagai bagian dari semangat Hari Bhayangkara ke-80.
"Bhayangkara adalah tentang pengabdian, tetapi juga tentang rasa hormat kepada mereka yang telah lebih dahulu mengabdikan diri. Nilai-nilai itulah yang terus kami pelihara agar semangat kebersamaan dan kekeluargaan tetap hidup di lingkungan Polda NTT," tambahnya.
Di penghujung kunjungan, senyum dan doa mengiringi langkah Kapolda beserta rombongan meninggalkan kediaman keluarga almarhum. Pertemuan singkat itu meninggalkan kesan mendalam, menjadi pengingat bahwa dedikasi kepada institusi tidak pernah berakhir, dan tali persaudaraan dalam keluarga besar Polri akan selalu terjaga.
Di momen menyambut Hari Bhayangkara ke-80, anjangsana bukan sekadar tradisi. Ia menjadi wujud nyata bahwa di balik seragam yang dikenakan setiap anggota Polri, terdapat nilai kemanusiaan, kepedulian, dan penghormatan yang terus hidup dari generasi ke generasi.
#NttPenuhKasih
Humas Polda NTT
