Patroli di Perairan, Dit Polair Polda NTT Amankan BBM Ileggal

Patroli di Perairan, Dit Polair Polda NTT Amankan BBM Ileggal

Tribratanewssntt.com ,- Direktorat Polair Polda NTT menggelar Konferensi pers terkait penanganan kasus pada periode bulan April di Lobbi Mapolda NTT, Rabu (19/4/2017).

Didampingi Kabid Humas Polda NTT AKBP Jules A. Abast S.I.K., Dir Polair Polda NTT Kombes Pol. Drs. Budi Santoso S.H.M.H. menjelaskan empat kasus yang sedang ditangani Dit Polair dalam kurun waktu bulan April ini.

Salah satu kasus yang terjadi pada Rabu (12/4) sekitar pukul 12.00 wita, KP pulau Batek XXII-3003 milik Dit Polair Polda NTT melakukan pemeriksaan terhadap kapal tanpa nama yang dinahkodai Imran Hafid di perairan Ternate Selatan Kecamatan Alor Kabupaten Alor dengan koordinat 08? 13'' 22.3" LS-124? 21.00'' BT.

Kapal tersebut melakukan pengangkutan BBM jenis premium sebanyak 24 jerigen atau 840 liter dan solar sebanyak 53 jerigen atau 1.240 liter dari pesisir pantai Alor kecil Kabupaten Alor dengan tujuan Kabir-Kabupaten Alor dan Balauring-Kabupaten Lembata tanpa dilengkapi dokumen yang sah.

Polair menetapkan nahkoda kapal, Imran Hafid (37), nelayan yang juga warga RT 03/RW 01 Kelurahan Binongko Kecamatan Teluk Mutiara Kabupaten Alor sebagai tersangka.

Selain tersangka, diamankan juga barang bukti  satu unit kapal tanpa nama berwarna biru les merah, 840 liter premium dikemas dalam 24 jerigen dan 1.240 liter solar dikemas dalam 53 jerigen.

Dir Polair Polda NTT, didampingi Kabid Humas Polda NTT dan Kasubdit Gakkum Dit Polair Polda NTT membenarkan hal tersebut pada jumpa pers pagi tadi.

Dijelaskan kalau BBM yang diamankan adalah BBM bersubsidi bukan untuk BBM industri sehingga melanggar ketentuan peruntukan penggunaan BBM tersebut.

"tersangka dijerat dengan pasal 55 dan pasal 53 huruf d UU nomor 22 tahun 2001 ancaman enam tahun dan denda paling tinggi Rp 60 milyar" Jelas Dir Polair.

"Saat pemeriksaan tersangka Imran Hafid tidak dapat menunjukkan dokumen pengangkutan berupa DO (delivery Order), tidak memiliki rekomendasi dari Dinas Perindustiran dan perdagangan. Tersangka Imran juga tidak memiliki ijin usaha pengangkutan dan niaga BBM," tandas Dir Polair Polda NTT.

Tersangka pun dititipkan di sel Polres Alor dan diproses di Polres Alor oleh penyidik Dit Polair Polda NTT.

"Tersangka diproses oleh penyidik Dit Polair Polda NTT di Mapolres Alor dan tersangka ditahan di sel Polres Alor," tambahnya.