Polda NTT Dekat dengan Anak, Polisi Bekali Siswa SD Inpres Perumnas 2 Kupang Cara Jaga Diri

Polda NTT Dekat dengan Anak, Polisi Bekali Siswa SD Inpres Perumnas 2 Kupang Cara Jaga Diri

Kupang, Polda NTT – Pesan tentang keselamatan dan perlindungan diri tidak harus menunggu anak-anak menghadapi situasi berbahaya. Justru sejak duduk di bangku sekolah dasar, mereka perlu dibekali pemahaman sederhana tentang bagaimana menjaga diri, mengenali situasi yang berisiko, dan berani meminta pertolongan.

Pesan tersebut disampaikan Ipda Florianus G. Harum, S.H., saat menjadi inspektur upacara di SD Inpres Perumnas 2 Kupang, Senin (5/10/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 07.15 WITA itu diikuti kepala sekolah, wakil kepala sekolah, para guru dan staf, serta para siswa SD Inpres Perumnas 2 Kupang.

Di hadapan para pelajar, Ipda Florianus yang merupakan PS. Paur Subbaganev Ditreskrimum Polda NTT mengajak siswa untuk mulai belajar melindungi diri dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, keberanian bukan hanya tentang menghadapi sesuatu, tetapi juga kemampuan untuk mengetahui kapan harus menjauh dari situasi yang berbahaya dan kapan harus meminta bantuan kepada orang yang dipercaya.

“Anak-anak perlu mengetahui bagaimana melindungi diri, mengenali keadaan yang tidak aman dan memahami kapan harus meminta bantuan atau pertolongan,” pesannya.

Tak hanya soal perlindungan diri, keselamatan di jalan juga menjadi perhatian. Para siswa diingatkan agar selalu berhati-hati ketika berada di jalan, baik saat berangkat maupun pulang sekolah.

Pesan tersebut menjadi penting karena keselamatan anak merupakan tanggung jawab bersama. Polri, sekolah dan keluarga memiliki peran dalam membangun kebiasaan disiplin dan kesadaran keselamatan sejak usia dini.

Ipda Florianus juga mengingatkan para siswa mengenai penggunaan gadget. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin dekat dengan kehidupan anak-anak, gadget diharapkan dapat digunakan secara bijaksana dan memberikan manfaat positif.

Para pelajar diajak untuk tidak menggunakan gadget secara berlebihan serta lebih selektif dalam memilih tontonan maupun informasi yang diakses.

Dirbinmas Polda NTT Kombes Pol Sajimin, S.I.K., M.H., mengatakan kegiatan tersebut merupakan program Ditbinmas Polda NTT untuk memperkuat kedekatan Polri dengan masyarakat, khususnya generasi muda di lingkungan sekolah.

“Polisi hadir bukan untuk membuat anak-anak takut, tetapi untuk memberikan rasa aman, perlindungan dan pertolongan ketika mereka membutuhkan,” ujar Kombes Pol Sajimin.

Ia menambahkan, upaya membangun keamanan juga membutuhkan sinergi dengan sekolah, keluarga dan masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan Pasal 3 ayat (1) UU Nomor 5 Tahun 2026 yang merupakan Perubahan Ketiga atas UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, yang menyebutkan bahwa pengemban fungsi kepolisian adalah Polri yang dibantu oleh Kepolisian Khusus, PPNS dan bentuk-bentuk pengamanan swakarsa.

Kehadiran polisi di sekolah pun tidak sekadar menjadi bagian dari kegiatan seremonial. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi ruang untuk membangun komunikasi dengan generasi muda sekaligus menanamkan nilai-nilai keselamatan, kedisiplinan dan keberanian mencari pertolongan.

Pihak SD Inpres Perumnas 2 Kupang menyambut positif kehadiran Polri dalam kegiatan tersebut. Kepala sekolah menyampaikan terima kasih atas pelayanan kepolisian, khususnya melalui peran Bhabinkamtibmas yang berada di sekitar lingkungan sekolah.

Sebagai bentuk penguatan pembinaan kepada para siswa, pihak sekolah juga berharap Polda NTT dapat melaksanakan kegiatan pelatihan dan pembinaan Polisi Cilik di SD Inpres Perumnas 2 Kupang.

Harapan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk membentuk generasi muda yang disiplin, percaya diri, memahami keselamatan, serta memiliki kedekatan positif dengan kepolisian sejak usia dini.

Melalui kehadiran Polri di lingkungan pendidikan, pesan sederhana tentang menjaga diri, keselamatan di jalan, bijak menggunakan gadget dan berani meminta pertolongan diharapkan dapat menjadi bekal penting bagi para pelajar dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Kegiatan upacara berlangsung aman, tertib dan terkendali.