Polda NTT Hadir di SDN Pasir Panjang, Tanamkan Nasionalisme dan Etika Digital kepada Pelajar
KUPANG – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) terus memperkuat pembinaan karakter generasi muda melalui kehadiran personel Polri dalam memimpin upacara bendera di sekolah. Kali ini, AKP Stefanus Siga, S.H., bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) di SD Negeri Pasir Panjang, Kota Kupang, Senin (12/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 07.00 hingga 08.00 WITA tersebut berjalan tertib, aman, dan lancar. Para siswa-siswi mengikuti seluruh rangkaian upacara dengan baik dan penuh perhatian.
Dalam amanatnya, AKP Stefanus mengajak para pelajar untuk menjadi generasi muda yang disiplin, berkarakter baik, bertanggung jawab, serta memiliki semangat untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Ia menekankan bahwa kedisiplinan harus dimulai dari hal-hal sederhana, seperti mengikuti proses belajar mengajar dengan tertib, mematuhi aturan sekolah, rajin belajar, meningkatkan prestasi, dan memiliki cita-cita yang jelas.
Para siswa juga diingatkan untuk menghormati serta menaati nasihat orang tua dan guru sebagai sosok yang membimbing dan mendidik mereka. Dukungan keluarga dan sekolah menjadi bagian penting dalam membentuk pribadi yang berintegritas dan mampu menghadapi berbagai tantangan.
Selain kedisiplinan, penggunaan media sosial secara bijak menjadi salah satu pesan utama dalam amanat tersebut. Di tengah kemudahan akses terhadap berbagai platform digital, seperti Instagram, TikTok, WhatsApp, dan YouTube, para pelajar perlu memahami bahwa setiap aktivitas di internet dapat meninggalkan jejak digital.
Apa yang ditulis, diunggah, dikomentari, atau dibagikan hari ini dapat dilihat kembali pada masa mendatang. Karena itu, siswa diajak untuk berpikir sebelum mengunggah sesuatu, tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya, serta tidak ikut menyebarkan kabar yang belum terverifikasi.
AKP Stefanus juga mengingatkan pentingnya menjaga pergaulan dan menjauhi segala bentuk kekerasan, perundungan (bullying), maupun perilaku lain yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Para siswa diharapkan mampu membangun persahabatan yang sehat, saling menghargai, dan membawa pengaruh positif bagi lingkungan sekolah.
Dirbinmas Polda NTT, Kombes Pol. Sajimin, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan anggota Polri menjadi Inspektur Upacara di sekolah merupakan bagian dari program inovatif Ditbinmas Polda NTT dalam pembinaan masyarakat melalui dunia pendidikan.
Menurutnya, kehadiran Polri di lingkungan sekolah menjadi sarana untuk menanamkan nilai kedisiplinan, nasionalisme, kesadaran hukum, serta tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi tentang penggunaan media sosial juga penting agar generasi muda mampu memanfaatkan teknologi secara positif dan terhindar dari pengaruh yang merugikan.
Ia berharap pembinaan semacam ini dapat memperkuat sinergi antara Polri, pihak sekolah, dan orang tua dalam membentuk generasi muda yang berprestasi, berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap sesama dan bangsa.
Dalam amanat tersebut, para pelajar turut diajak mengamalkan nilai-nilai Pancasila, menjaga persatuan, dan menumbuhkan rasa cinta tanah air sejak dini. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi pedoman bagi siswa dalam bersikap, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Polda NTT terus mendorong terbentuknya generasi muda yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga bijak dalam menggunakan teknologi, menghormati orang lain, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masa depan bangsa.
Bangun disiplin, jaga persatuan, dan bijak bermedia sosial. Generasi muda yang berkarakter adalah fondasi bagi masa depan Indonesia.
Humas Polda NTT
