Polres Flotim Apresiasi Langkah Kepala Desa Adonara Timur Cari Solusi Damai Konflik Narasaosina–Bele

Polres Flotim Apresiasi Langkah Kepala Desa Adonara Timur Cari Solusi Damai Konflik Narasaosina–Bele

Flores Timur – Para kepala desa se-Kecamatan Adonara Timur yang tergabung dalam Asosiasi Kepala Desa menggelar pertemuan guna mencari solusi damai terkait konflik yang terjadi antara Desa Narasaosina dan Dusun Bele, Senin (16/3/2026).

Pertemuan tersebut dilakukan sebagai upaya bersama untuk meredakan ketegangan dengan mengedepankan pendekatan budaya lokal serta tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kegiatan ini juga menjadi langkah penting untuk mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolres Flores Timur Kompol Ketut Mastina, S.Sos., yang mewakili jajaran kepolisian dalam mendukung upaya penyelesaian konflik secara damai di tengah masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, para kepala desa sepakat untuk mengimbau masyarakat di wilayah masing-masing agar tidak ikut terlibat dalam konflik yang terjadi antara kedua wilayah tersebut. Mereka juga menyatakan komitmen untuk membantu pihak kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah desa masing-masing.

Sebagai bentuk tindak lanjut, Asosiasi Kepala Desa kemudian membagi dua kelompok yang akan mendatangi kedua pihak yang berselisih untuk melakukan pendekatan dialog serta mencari titik temu perdamaian.

Kapolres Flores Timur, Adhitya Octorio Putra melalui Kasi Humas Polres Flores Timur AKP Eliezer A. Kalelado, S.H. menyampaikan apresiasi kepada para kepala desa yang telah mengambil peran aktif dalam menjaga situasi kamtibmas.

“Partisipasi para kepala desa dalam menjaga situasi kamtibmas sangat penting. Kami mengapresiasi langkah yang dilakukan dengan mengedepankan dialog, budaya lokal, serta mengajak masyarakat agar tidak mudah terprovokasi sehingga situasi keamanan tetap terjaga,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap menahan diri serta mempercayakan penyelesaian permasalahan melalui mekanisme yang berlaku, baik melalui jalur adat maupun proses hukum.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan aparat kepolisian, diharapkan konflik yang terjadi dapat segera diselesaikan secara damai sehingga kehidupan masyarakat di wilayah Adonara Timur kembali berjalan dengan aman dan harmonis.