Polres Kupang Buru Pelaku Pembobol Minimarket Indomart dan Brankas ATM BRI di Desa Mata Air

Polres Kupang Buru Pelaku Pembobol Minimarket Indomart dan Brankas ATM BRI di Desa Mata Air

Kupang, NTT — Aksi pencurian dengan pemberatan (curat) terjadi di wilayah Kabupaten Kupang. Minimarket Indomart yang berlokasi di Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, dibobol maling pada Selasa, 22 September 2026 pagi. Tak hanya menguras isi toko dan laci kasir, pelaku yang diduga profesional juga merusak sistem keamanan dan membobol brankas mesin ATM Bank BRI yang berada di dalam minimarket tersebut.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh karyawan Indomart sekitar pukul 06.40 Wita. Saat itu, saksi sekaligus pelapor bernama Berli Aditia Tlonaen (21) bersama rekan kerjanya, Yurni Insana Sooai (24), hendak membuka toko untuk memulai aktivitas bekerja seperti biasa.

Namun, alangkah terkejutnya saksi ketika memasuki area toko mendapati alarm dalam keadaan mati, laci kasir terbuka dan berantakan, serta brankas mesin ATM BRI sudah dalam kondisi terbuka. Menyadari toko telah disatroni pencuri, pelapor langsung meneruskan informasi tersebut ke Polsek Kupang Tengah.

Mendapat laporan masyarakat, Piket Polsek Kupang Tengah di bawah kepemimpinan Kapolsek Ipda Thoerangga Enoch A. Rohi, S.H., M.H. langsung bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian guna mengamankan TKP.

Kasus ini mendapat perhatian serius dari jajaran pimpinan Polres Kupang. Pada pukul 09.00 Wita, Tim Inafis Polres Kupang tiba di TKP untuk melakukan olah tempat kejadian perkara secara mendalam. Tak berselang lama, tepatnya pukul 09.45 Wita, Kapolres Kupang AKBP Adhitya Octorio Putra, S.I.K. didampingi Wakapolres Kupang, Kasat Reskrim, dan Kasat Intel turut turun langsung meninjau TKP.

Dari hasil olah TKP sementara, pelaku diduga melancarkan aksinya dengan terencana dan terorganisir. Sejumlah temuan penting di lapangan meliputi:

Sistem alarm toko dan seluruh kamera CCTV didapati dalam keadaan mati.

Kotak boks DVR CCTV terbuka dengan kondisi kabel instalasi yang terputus, serta beberapa kamera CCTV dirusak oleh pelaku.

Dinding pemisah antara toko dan gudang bagian samping kiri serta plafon gudang bagian kiri dalam kondisi jebol.

Seng bagian atas robek dan ditemukan sebuah tangga lipat di dekat titik tersebut, yang diduga digunakan pelaku untuk masuk ke dalam bangunan.

Brankas mesin ATM BRI terbuka dengan 5 boks kaset tempat uang dalam keadaan kosong dan ditemukan tergeletak di bagian gudang.

Laci brangkas uang toko Indomart serta sebagian barang jualan berserakan di lantai.

Hingga saat ini, identitas pelaku masih dalam proses penyelidikan intensif (lidik) oleh pihak kepolisian. Polsek Kupang Tengah dan Satreskrim Polres Kupang telah mengambil langkah-langkah kepolisian mulai dari menerima laporan, mendatangi dan mengamankan TKP, melakukan olah TKP, hingga pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) dari para saksi dan pihak korban (Indomart dan Bank BRI).

Menanggapi kasus pembobolan minimarket dan mesin ATM ini, Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pihak kepolisian saat ini sedang memburu para pelaku dengan mengerahkan tim gabungan.

"Kami mengutuk keras aksi kejahatan ini. Bapak Kapolda NTT telah memberikan atensi khusus kepada Kapolres Kupang dan jajaran untuk segera memburu dan menangkap para pelaku yang diduga sudah merencanakan aksi ini dengan matang," ujar Kombes Pol Henry Novika Chandra saat dikonfirmasi, Selasa (22/9).

Kabidhumas Polda NTT juga mengimbau kepada para pelaku usaha, khususnya pengelola minimarket, SPBU, maupun perbankan yang memiliki fasilitas ATM di tempat umum, agar meningkatkan sistem keamanan fisik maupun pengawasan elektronik secara berlapis, seperti penggunaan CCTV berdaya tahan tinggi, penambahan sensor gerak, serta penjagaan yang memadai guna meminimalisir celah bagi para pelaku kejahatan.

"Penyelidikan saat ini sedang berjalan secara profesional dan intensif oleh Satreskrim Polres Kupang dibantu Tim Inafis. Kami optimis dengan petunjuk-petunjuk yang ada di TKP, pelaku dapat segera teridentifikasi dan tertangkap," tutupnya.