Polri Hadir di Tengah Bencana: Kapolres Ende Tinjau Sungai Lowolaka dan Bantu Warga Terisolir di Wewaria
Ende — Kehadiran Polri di tengah kesulitan masyarakat kembali ditunjukkan oleh Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla, yang turun langsung meninjau lokasi banjir Sungai Lowolaka sekaligus menyalurkan bantuan sosial kepada warga Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende, Jumat (16/1/2026).

Kegiatan ini dilakukan menyusul pemberitaan media sebelumnya terkait peristiwa seorang ibu hamil dan sejumlah pelajar yang nekat menerobos banjir Sungai Lowolaka, akibat tidak tersedianya jembatan penghubung antara Desa Fataatu Timur menuju Desa Aendoko, Kecamatan Wewaria.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 13 Januari 2026, dan sempat viral di media sosial serta diberitakan media nasional. Dalam tayangan tersebut terlihat warga tetap menyeberangi sungai dengan arus deras demi menjalankan aktivitas sehari-hari.
Satu-satunya Akses Antar Desa
Sungai Lowolaka merupakan satu-satunya akses penghubung antara Desa Fataatu Timur dan Desa Aendoko. Pada musim hujan, sungai ini kerap meluap dengan arus deras yang dapat mencapai setinggi pinggang orang dewasa, sehingga sangat membahayakan keselamatan warga.
Namun karena tidak adanya jalur alternatif, masyarakat terpaksa tetap menyeberang, termasuk anak-anak sekolah dan ibu hamil.
“Kami sangat prihatin melihat kondisi ini. Itulah sebabnya Polri hadir, tidak hanya untuk melihat, tetapi juga untuk bertindak dan membantu masyarakat secara langsung,” ujar Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata.
Tinjau Lokasi dan Bantu Warga Menyeberang
Dalam peninjauan tersebut, Kapolres Ende didampingi Kabag Ops Polres Ende, Danki Brimob Kompi B Ende, Kasat Reskrim, Kasat Polairud, Kapolsek Wewaria, KBO Satlantas Polres Ende, serta Kepala Dinas PUPR Kabupaten Ende.
Kapolres Ende bersama personel Polres Ende dan Brimob turut membantu warga menyeberangi Sungai Lowolaka, sebagai bentuk kepedulian dan langkah cepat untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Salurkan Bantuan Sosial
Selain peninjauan, Kapolres Ende juga menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada 10 Kepala Keluarga, serta susu dan kebutuhan ibu hamil kepada Marniana Ja, ibu hamil dengan usia kandungan delapan bulan yang sebelumnya terekam dalam video pemberitaan.
“Bantuan ini mungkin tidak seberapa, tetapi kami berharap dapat meringankan beban dan menjadi bentuk empati Polri kepada masyarakat,” kata Kapolres.
Dorong Pembangunan Jembatan Permanen
Kapolres Ende mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda, S.H., M.H., terkait rencana pembangunan jembatan permanen sebagai solusi jangka panjang.
Pemerintah Kabupaten Ende berkomitmen mengupayakan pembangunan jembatan melalui APBD Tahun Anggaran 2026, dengan estimasi panjang sekitar 90 meter, sesuai ketentuan dan regulasi yang berlaku.
Pengamanan dan Imbauan Keselamatan
Sebagai langkah lanjutan, Kapolres Ende memerintahkan personel untuk siaga di lokasi guna membantu masyarakat yang melintas, sekaligus memberikan imbauan agar warga tetap waspada terhadap cuaca ekstrem dan potensi banjir susulan.
Kegiatan ini menegaskan komitmen Polri hadir sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, khususnya di wilayah terdampak bencana, serta memastikan keselamatan warga menjadi prioritas utama.
Humas Polda NTT
