Polwan Polres Lembata Jadi Guru Sehari di SDN 1 Waijarang, Beri Bantuan Perlengkapan Sekolah dan Tanamkan Edukasi Hukum serta Cegah Bullying Sejak Dini
Lembata, NTT - Sebanyak 12 Polisi Wanita (Polwan) dari Polres Lembata melaksanakan kegiatan sosial dan edukatif dengan menjadi guru sehari di SD Negeri 1 Waijarang, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, pada Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 09.00 Wita. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan sekaligus upaya preventif dalam membangun kesadaran hukum sejak usia dini.
Kegiatan diawali dengan arahan Kapolres Lembata AKBP Nanang Wahyudi, S. Psi, M. Psi. Psikolog kepada para siswa dan dewan guru. Dalam sambutannya, Kapolres menyampaikan bahwa kunjungan tersebut juga dirangkaikan dengan pemberian bantuan pendidikan kepada siswa-siswi SDN 1 Waijarang.
“Pada hari ini kami hadir untuk memberikan sumbangan kepada adik-adik di SDN 1 Waijarang. Sebanyak 27 siswa menerima tas sekolah, lima siswa mendapatkan sepatu, dan lainnya menerima buku serta alat tulis. Bantuan ini berasal dari Bapak Kapolda NTT dan juga dari saya selaku Kapolres Lembata. Tujuannya agar adik-adik dapat mengikuti pendidikan dengan lebih baik dan semakin semangat belajar,” ungkap Kapolres.

Selain penyerahan bantuan, para Polwan juga memberikan pembelajaran dan edukasi hukum kepada para siswa. Untuk kelas 5 dan 6, materi yang diberikan meliputi kekerasan terhadap anak, penyalahgunaan narkoba, kenakalan remaja, aturan berlalu lintas, serta bahaya bullying. Sementara itu, untuk siswa kelas 1 dan 2 diberikan edukasi tentang pencegahan bunuh diri (bundir) dan perundungan dengan pendekatan yang sederhana dan sesuai usia anak.
Dalam sesi edukasi tersebut, siswa diajak mengenal dan mengelola perasaan (emosi), menuliskan kelebihan dan kekurangan diri seperti kesulitan mengerjakan tugas atau kebiasaan bertengkar dengan teman, hingga memahami kebiasaan yang terjadi di rumah. Pada materi bullying, siswa diajak membuat “janji kelas” untuk tidak saling mengejek serta membangun sikap saling menghargai.
Kepala SD Negeri 1 Waijarang, Hubertus Aloysius Said, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada jajaran kepolisian.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolda NTT dan Bapak Kapolres Lembata beserta jajarannya yang telah memberikan perhatian istimewa kepada anak-anak kami. Bantuan ini menjadi motivasi besar agar mereka semakin giat belajar,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Polwan Polres Lembata yang dipimpin oleh Iptu Ona Pattipeilohy bersama 12 personel Polwan lainnya.
“Dengan adanya kegiatan ini, anak-anak dapat memahami hukum positif yang berlaku di Indonesia, terutama terkait perilaku sehari-hari. Harapannya, mereka dapat terhindar dari perbuatan yang melanggar hukum,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari keseriusan Polri dalam membangun generasi muda yang sadar hukum dan berkarakter kuat.
“Kegiatan Polwan mengajar di sekolah merupakan implementasi Polri yang humanis dan responsif terhadap isu-isu sosial di tengah masyarakat, termasuk perlindungan anak. Kami ingin memastikan bahwa anak-anak di NTT mendapatkan edukasi yang benar tentang hukum, bahaya kekerasan, narkoba, bullying, serta pentingnya menjaga kesehatan mental sejak dini,” jelasnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa pendekatan preventif melalui jalur pendidikan dinilai sangat efektif dalam membentuk karakter anak.
“Polri tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam upaya pencegahan. Melalui kegiatan ini, kami berharap anak-anak memiliki pemahaman yang baik tentang aturan dan mampu menghindari perbuatan yang melanggar hukum di masa depan,” tambahnya.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Para siswa tampak aktif bertanya dan berinteraksi dengan para Polwan. Suasana kelas yang biasanya formal berubah menjadi lebih komunikatif dan menyenangkan, mencerminkan sinergi positif antara kepolisian dan dunia pendidikan di Kabupaten Lembata.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kedekatan emosional antara Polri dan masyarakat sejak usia dini, sekaligus memperkuat peran kepolisian sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Humas Polda NTT
