Bhabinkamtibmas Brigadir Fedelis Nada Kawal Pengungsi Gempa di Tendakinde, Nagekeo
NAGEKEO — Di tengah situasi pascagempa bumi yang mengguncang Flores pada Sabtu (15/8/2026), Bhabinkamtibmas Brigadir Fedelis Nada terus hadir mendampingi masyarakat terdampak di Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo.

Kehadiran Brigadir Fedelis Nada menjadi bagian dari upaya Polri memastikan kondisi warga, terutama masyarakat yang memilih mengungsi secara mandiri di tenda-tenda darurat, tetap terpantau dan mendapatkan perhatian.
Berdasarkan pendataan hingga Minggu (16/8/2026) pukul 23.00 WITA, Desa Tendakinde memiliki 1.620 jiwa, terdiri dari 796 laki-laki dan 824 perempuan. Dari jumlah tersebut terdapat 107 balita, 306 anak-anak dan 148 lanjut usia.
Untuk menampung warga yang mengungsi, terdapat sembilan posko yang tersebar di tiga dusun. Dusun Raterunu memiliki empat posko dan Dusun Marilewa empat posko yang berada di halaman rumah ketua RT. Sementara Dusun Kaburea memiliki satu posko di lapangan terbuka dekat area perkuburan.
Di Dusun Raterunu dan Marilewa, sebagian besar warga memilih mendirikan tenda darurat secara mandiri di sekitar rumah masing-masing sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan gempa susulan.
Sementara itu, kondisi paling membutuhkan perhatian berada di Dusun Kaburea, yang berada di pesisir utara Flores. Sebanyak 192 kepala keluarga atau 687 jiwa terdampak dan mengungsi di tenda-tenda darurat pada lokasi terbuka.
Dari jumlah tersebut terdiri atas 347 laki-laki dan 340 perempuan, termasuk 13 bayi, 51 balita, 91 anak usia 5–12 tahun, 110 remaja, 353 orang dewasa, 69 lansia serta tiga ibu hamil.
Dampak gempa juga menyebabkan 93 unit rumah mengalami kerusakan, terdiri dari 27 rumah rusak ringan, 37 rusak sedang dan 29 rusak berat. Selain itu, terdapat 99 kepala keluarga yang rumahnya tidak mengalami kerusakan, namun tetap memilih mengungsi demi keselamatan.
Fasilitas umum turut terdampak, yakni dua pagar sekolah mengalami kerusakan berat dan dua masjid mengalami kerusakan ringan.
PLH. Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Sajimin, S.I.K., M.H., mengatakan kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat menjadi sangat penting dalam situasi pascabencana, terutama untuk memastikan kondisi warga dan kebutuhan mereka dapat segera dilaporkan serta ditindaklanjuti.
“Bhabinkamtibmas merupakan personel yang paling dekat dengan masyarakat. Dalam situasi bencana seperti ini, kehadiran mereka sangat penting untuk memantau kondisi warga, mendata kebutuhan dan memastikan informasi dari lapangan dapat segera diteruskan untuk mendapatkan penanganan,” ujar Kombes Pol Sajimin.
Menurutnya, berdasarkan laporan Brigadir Fedelis Nada, kebutuhan mendesak warga yang berada di tenda-tenda darurat meliputi sembako, kasur tidur, air bersih, tenaga medis atau relawan kesehatan, obat-obatan, popok bayi dan lampu emergency.
Perhatian juga diperlukan terhadap kondisi kesehatan para pengungsi. Sejumlah warga, mulai dari anak-anak hingga lansia, dilaporkan mengalami keluhan seperti sakit kepala, sakit gigi, batuk, demam, flu dan alergi.
“Polri terus berkoordinasi dengan unsur terkait agar kebutuhan dasar dan pelayanan kesehatan masyarakat terdampak dapat segera dipenuhi. Kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, lansia dan ibu hamil harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.
Kombes Pol Sajimin menambahkan, jajaran Polda NTT dan Polres Nagekeo akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi di Desa Tendakinde, termasuk kondisi para pengungsi yang mendirikan tenda secara mandiri.
Kehadiran Brigadir Fedelis Nada di tengah masyarakat menjadi gambaran nyata peran Bhabinkamtibmas dalam situasi darurat. Tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, Bhabinkamtibmas juga menjadi penghubung antara masyarakat terdampak dengan kepolisian serta unsur pemerintah dalam mempercepat penanganan kebutuhan warga.
Di tengah tenda-tenda darurat dan ketidakpastian akibat gempa susulan, Bhabinkamtibmas tetap hadir, mendengar keluhan warga, memantau kondisi mereka dan memastikan tidak ada masyarakat yang merasa sendirian menghadapi bencana.
#PoldaNTTPenuhKasih #PrayForFloresNTT
Humas Polda NTT
