Irwasda Polda NTT Pantau Langsung Seleksi Rikkes I, 700 Calon Bintara Polri Gugur di Tahap Awal

Irwasda Polda NTT Pantau Langsung Seleksi Rikkes I, 700 Calon Bintara Polri Gugur di Tahap Awal

Kupang – Proses seleksi penerimaan Bintara Polri Tahun Anggaran 2026 di wilayah Polda NTT terus berjalan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Hingga berakhirnya tahapan pemeriksaan kesehatan tahap I (Rikkes I), sebanyak 700 peserta dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS).

Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa jumlah peserta yang gugur tersebut terdiri dari 570 pria dan 130 wanita dari total peserta Panda Polda NTT yang berasal dari 21 Polres jajaran.

“Sementara itu, peserta yang dinyatakan memenuhi syarat (MS) dan berhak melanjutkan ke tahap berikutnya sebanyak 1.904 orang, terdiri dari 1.622 pria dan 282 wanita,” jelasnya.


Pengawasan Ketat, Irwasda Turun Langsung

Proses pemeriksaan kesehatan tahap I dipusatkan di Gedung Hemodialisa dan Gedung Cempaka Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang. Menariknya, pelaksanaan seleksi ini mendapat pengawasan ketat dari berbagai pihak, termasuk pengawas eksternal seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI), serta pengawas internal dari Itwasda dan Bid Propam Polda NTT.

Irwasda Polda NTT, Kombes Pol. Enriko Sugiharto Silalahi, bahkan turun langsung memantau proses input data hasil Rikkes I di Gedung Hemodialisa guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai prosedur.

“Pengawasan ini dilakukan untuk menjamin proses seleksi berjalan objektif, bersih, transparan, dan akuntabel,” tambah Kabidhumas.


Sistem One Day Service dan Transparansi Hasil

Pemeriksaan kesehatan tahap I meliputi sejumlah aspek penting seperti pemeriksaan fisik, THT, gigi, tekanan darah, tinggi dan berat badan, mata, hingga tes buta warna.

Seluruh proses dilakukan dengan sistem one day service, di mana hasil pemeriksaan langsung diumumkan kepada peserta pada hari yang sama. Bagi peserta yang tidak memenuhi syarat, panitia juga memberikan catatan medis secara terbuka serta kesempatan konsultasi dengan dokter.

Tak hanya itu, Polda NTT juga menghadirkan layanan konseling melalui tim psikologi dari Biro SDM bagi peserta yang gugur, sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi mental mereka.

Untuk menjaga integritas, Bid Propam Polda NTT menyediakan barcode pengaduan yang dapat digunakan peserta apabila menemukan indikasi pelanggaran selama proses seleksi.


Rekapitulasi Hasil Harian Rikkes I

Selama sembilan hari pelaksanaan, ribuan peserta mengikuti tahapan Rikkes I dengan hasil bervariasi setiap harinya. Secara keseluruhan, seleksi berjalan lancar dengan pengawasan ketat dan partisipasi aktif dari seluruh pihak terkait.

Setiap akhir pelaksanaan harian, dilakukan pendalaman hasil pemeriksaan oleh tim medis yang dipimpin Kabid Dokkes Polda NTT, AKBP dr. Hery Purwanto, guna memastikan akurasi dan validitas hasil.


Lanjut ke Tahap Psikologi CAT

Bagi peserta yang dinyatakan lulus Rikkes I, selanjutnya akan mengikuti ujian psikologi berbasis Computer Assisted Test (CAT) yang dijadwalkan berlangsung mulai Senin (27/4/2026) hingga Minggu (3/5/2026).

Ujian ini akan dilaksanakan secara bergelombang di sejumlah sekolah dan perguruan tinggi di Kota Kupang, di antaranya SMAN 3 Kupang, SMAN 5, SMKN 4, SMAN 7, SMAN 4, SMKN 1, SMA Katolik Giovani, SMAN 2, serta Universitas Muhammadiyah Kupang.


Kabidhumas menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi penerimaan Polri di Polda NTT dilaksanakan secara profesional dan terbuka.

“Polda NTT berkomitmen untuk melaksanakan proses seleksi yang bersih dan transparan. Kami mengajak seluruh peserta dan masyarakat untuk bersama-sama mengawal proses ini agar menghasilkan calon anggota Polri yang berkualitas,” pungkas Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H..

#PoldaNtttPenuhKasih