Jamin Situasi Kondusif, Kapolres Belu Pimpin Langsung Pengamanan Aksi Damai Forum Masyarakat Belu Peduli Kesehatan

Ratusan personil Polres Belu melakukan pengawalan dan pengamanan aksi damai penyampaian pendapat dimuka umum oleh Forum Masyarakat Belu Peduli Kesehatan (FMBPK), senin 20 januari 2025.
Sebelum melaksanakan pengamanan, ratusan Personel gabungan melaksanakan Apel Kesiapan yang dipimpin langsung Kapolres Belu, AKBP Benny Miniani Arief, S.I.K yang dihadiri Wakapolres Belu, KOMPOL Lorensius, S.H., S.I.K, para Perwira serta anggota yang terlibat pengamanan.
Dalam arahannya pagi tadi, Kapolres Belu mengimbau kepada seluruh anggota yang terlibat pengamanan, agar melaksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab.
Kapolres juga menginstruksikan para Perwira Pengendali agar selalu memonitor dan mengecek keberadaan Anggotanya selama pengamanan unjuk rasa berlangsung.
"Hari ini kita akan melaksanakan pengamanan aksi damai dari Forum Masyarakat Belu Peduli Kesehatan. Ini kita harus sikapi secara baik, jangan sampai aksi mereka digiring oleh oknum tidak bertanggung jawab yang nantinya dapat berujung ke hal-hal yang tidak diinginkan oleh kita dan masyarakat luas."jelas Kapolres Belu.
“Jadi sekali lagi Saya tekankan, laksanakan pengamanan ini sesuai SOP dan humanis menyikapi peserta aksi. Dan sebelum melaksanakan kegiatan pengamanan, jangan lupa mengecek segala kelengkapan, pastikan sudah dalam kondisi siap dan layak untuk dipakai. Dalam pengamanan ini juga, tidak boleh ada yang bawa senjata api” tegas Kapolres Belu.
Dari Pantauan Humas pukul 10.15 wita, sekelompok massa yang berjumlah 30 orang, mulai bergerak dari titik kumpul yakni di depan Hotel Timor Atambua bergerak menuju kantor Bupati Belu, kantor dinas kesehatan kemudian lanjut menuju depan Rumah jabatan Bupati Belu hingga depan Bank NTT.
Dari persimpangan Bank NTT, Massa aksi damai yang bergerak menggunakan roda dua dan empat ini kemudian menuju Mako Polres Belu yang diterima Kapolres Belu, Wakapolres Belu dan anggota pengamanan di gerbang pintu masuk Polres Belu.
Saat orasi di depan Mapolres Belu, peserta aksi melalui Viktor Motaain Nahak selaku kordinator umum dalam orasinya mengatakan bahwa kondisi saat ini masyarakat Belu menjerit dan menangis soal biaya kesehatan terutama di rumah sakit umum Mgr. Gabriel Manek Atambua Belu.
Mereka (peserta aksi) meminta tanggung jawab pemerintah daerah kabupaten Bely yang menghentikan sementara program pengobatan gratis yang seharusnya sudah di lanjutkan pada Januari 2025 karena anggaran untuk program dimaksud sudah di eksekusi DPRD Belu dalam bentuk Perda APBD 2025
Dari Polres Belu, peserta aksi damai kemudian bergerak menuju kantor DPRD Belu yang sudah di jaga ketat aparat Polres Belu baik di depan jalan maupun di dalam pintu pagar kantor DPRD.
Seperti yang disampaikan sebelumnya saat orasi di kantor Bupati, dinas kesehatan dan depan Mapolres, peserta aksi Saat melakukan orasinya di depan kantor DPRD Belu juga mempertanyakan wewenang dan meminta tangung jawab pemerintah daerah kabupaten Belu yang sudah menghentikan program kesehatan gratis untuk warga kurang mampu di kabupaten Belu.
Usai melakukan orasi, peserta aksi diundang DPRD Belu masuk ruang sidang utama DPRD Belu untuk menyampaikan secara langsung keluhan terkait tuntutan yang ingin disampaikan.
Sesuai dengan instruksi Kapolres Belu yang hadir langsung di lokasi pengamanan, aparat kepolisian yang berjaga-jaga di pintu masuk kantor DPRD, melakukan pemeriksaan kepada setiap peserta aksi yang ingin memasuki ruang sidang utama DPRD Belu.
Aksi unjuk rasa damai yang berujung dialog bersama Pimpinan dan anggota DPRD Belu, berakhir sekitar pukul 13.30 wita dalam keadaan aman dan lancar.