Melalui Jumat Keliling, Polda NTT Bangun Kepercayaan dan Rawat Kerukunan Masyarakat

Melalui Jumat Keliling, Polda NTT Bangun Kepercayaan dan Rawat Kerukunan Masyarakat

KUPANG – Di tengah suasana khusyuk ibadah Salat Jumat, kehadiran jajaran Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) di Masjid Nurul-Quwwah, Jalan Cak Doko, Kelurahan Oetete, Kota Kupang, menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi dan membangun kedekatan antara Polri dan masyarakat.

Melalui kegiatan monitoring Jumat Keliling, Jumat (16/10/2026), Polda NTT terus mendorong komunikasi yang harmonis dengan masyarakat, sekaligus memperkuat kemitraan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kegiatan yang berlangsung pukul 12.00 hingga 12.35 WITA tersebut dihadiri Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., Auditor Kepolisian Madya Tingkat III Itwasda Polda NTT Kombes Pol. Edwin Saleh, S.I.K., M.H., serta Kabidpropam Polda NTT AKBP Muhammad Andra Wardhana, S.H., S.I.K., M.Tr.Opsla.

Sekitar 250 jamaah mengikuti ibadah Salat Jumat yang berlangsung di masjid tersebut. Ibadah dipimpin oleh Ustaz Irfan Hidayah sebagai khatib, Ustaz Djajang sebagai imam, dan Ustaz Yudin sebagai bilal.

Hadir di Tengah Masyarakat, Membangun Silaturahmi

Jumat Keliling menjadi salah satu bentuk kehadiran Polri di tengah kehidupan masyarakat. Melalui kegiatan ini, personel kepolisian tidak hanya menjalankan tugas menjaga keamanan, tetapi juga membangun hubungan sosial yang lebih dekat dengan warga.

Kehadiran jajaran Polda NTT dalam kegiatan keagamaan tersebut mencerminkan pentingnya komunikasi dan silaturahmi sebagai fondasi membangun rasa saling percaya antara kepolisian dan masyarakat.

Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol. Henry Novika Chandra menyampaikan bahwa kedekatan Polri dengan masyarakat merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

“Melalui kegiatan Jumat Keliling, kami ingin terus mempererat silaturahmi dan membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Polri hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat yang bersama-sama merawat kerukunan dan kedamaian,” ungkapnya.

Kepercayaan Publik Tumbuh dari Kedekatan dan Kepedulian

Menurut Kabidhumas, kepercayaan masyarakat terhadap Polri perlu terus dibangun melalui kehadiran nyata, komunikasi yang terbuka, dan pelayanan yang mengedepankan kepentingan masyarakat.

Hubungan yang harmonis antara polisi dan warga menjadi modal penting dalam mencegah potensi gangguan kamtibmas. Masyarakat juga diharapkan merasa nyaman untuk berkomunikasi, menyampaikan informasi, maupun menyampaikan persoalan yang membutuhkan perhatian bersama.

“Kepercayaan masyarakat tidak dibangun hanya melalui kata-kata, tetapi melalui sikap, kepedulian, dan konsistensi dalam menjalankan tugas. Karena itu, komunikasi dan silaturahmi seperti ini perlu terus dipelihara,” lanjut Kabidhumas.

Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat Polri untuk hadir lebih dekat, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, serta mengedepankan kemitraan dalam menjaga keamanan lingkungan.

Merawat Kerukunan, Menjaga NTT Tetap Kondusif

Kegiatan Jumat Keliling juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan baik antara Polri dan umat beragama di Kota Kupang. Kerukunan, saling menghormati, dan kepedulian terhadap sesama merupakan unsur penting dalam menjaga kehidupan masyarakat yang damai.

Polda NTT berharap komunikasi yang terjalin melalui kegiatan seperti ini dapat memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam memelihara kamtibmas.

“Keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri, tetapi membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh masyarakat. Dengan menjaga silaturahmi, saling menghormati, dan membangun komunikasi yang baik, kita dapat bersama-sama menciptakan NTT yang aman, damai, dan nyaman bagi semua,” tutup Kombes Pol. Henry Novika Chandra.

Melalui kegiatan Jumat Keliling, Polda NTT terus mendorong terwujudnya hubungan kemitraan yang semakin kuat dengan masyarakat. Sebab, ketika komunikasi terjaga dan kepercayaan tumbuh, upaya menjaga keamanan dan ketertiban akan menjadi tanggung jawab bersama yang lebih mudah diwujudkan.

#PolisiBersamaMasyarakat