Menembus 147 Kilometer Demi Sebuah Penghormatan Terakhir, Ditpolairud Polda NTT Antar Jenazah Warga Kurang Mampu ke Kampung Halaman

Menembus 147 Kilometer Demi Sebuah Penghormatan Terakhir, Ditpolairud Polda NTT Antar Jenazah Warga Kurang Mampu ke Kampung Halaman

KUPANG – Di tengah keterbatasan ekonomi yang dihadapi sebuah keluarga di Desa Bolok, Kabupaten Kupang, hadir secercah harapan dan kepedulian dari anggota Polri. Sebuah perjalanan kemanusiaan sejauh kurang lebih 147 kilometer dilakukan personel Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda NTT untuk mengantarkan jenazah seorang ibu menuju tempat peristirahatan terakhirnya di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Perempuan itu bernama Nonia Nuban (58). Warga Desa Bolok tersebut meninggal dunia pada Senin (8/6/2026). Duka yang menyelimuti keluarga semakin berat ketika mereka harus memikirkan biaya transportasi untuk membawa jenazah almarhumah ke kampung halamannya di Desa Basmuti, Kecamatan Kuanfatu, Kabupaten TTS.

Keterbatasan ekonomi membuat keluarga tidak memiliki kemampuan untuk menyewa kendaraan pengangkut jenazah. Di tengah kebingungan itu, informasi mengenai kondisi keluarga kemudian sampai ke Polisi RW Ditpolairud Polda NTT.

Mendapat laporan tersebut, Direktur Polairud Polda NTT Kombes Pol. Irwan Deffi Nasution, segera mengambil langkah cepat. Sebagai bentuk pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat, mobil ambulans milik Ditpolairud Polda NTT langsung disiagakan untuk mengantar jenazah menuju kampung halaman tanpa dipungut biaya.

Direktur Polairud Polda NTT menegaskan bahwa kehadiran Polri tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga harus hadir dalam setiap kebutuhan kemanusiaan masyarakat.

"Polri hadir bukan hanya ketika masyarakat membutuhkan perlindungan keamanan, tetapi juga ketika masyarakat menghadapi kesulitan dan membutuhkan uluran tangan. Apa yang kami lakukan hari ini merupakan bagian dari pengabdian dan kepedulian kepada sesama," ujar Dirpolairud Polda NTT.

Sebelum keberangkatan, personel terlebih dahulu memastikan seluruh administrasi dan dokumen kematian telah lengkap. Koordinasi dilakukan bersama keluarga dan perangkat desa untuk memastikan proses pemakaman dapat berjalan dengan baik setelah jenazah tiba di kampung halaman.

Dengan penuh kehati-hatian, ambulans Ditpolairud Polda NTT membawa jenazah almarhumah menempuh perjalanan panjang melintasi wilayah Kabupaten Kupang hingga Kabupaten Timor Tengah Selatan. Perjalanan tersebut bukan sekadar memindahkan jenazah, tetapi menjadi simbol penghormatan terakhir bagi seorang ibu agar dapat dimakamkan di tanah kelahirannya bersama keluarga besar yang telah menunggu.

Bagi keluarga almarhumah, bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian yang tidak ternilai. Mereka mengaku sangat terbantu karena tanpa dukungan dari Ditpolairud Polda NTT, proses pemulangan jenazah kemungkinan besar akan mengalami hambatan akibat keterbatasan biaya.

Dirpolairud Polda NTT menambahkan bahwa semangat kemanusiaan harus terus menjadi bagian dari tugas dan pengabdian anggota Polri di tengah masyarakat.

"Kami ingin menunjukkan bahwa Polri selalu hadir dengan hati. Kepedulian terhadap masyarakat adalah bagian dari tugas kami. Semoga bantuan sederhana ini dapat meringankan beban keluarga yang sedang berduka," ungkapnya.

Setelah menempuh perjalanan panjang, jenazah Nonia Nuban akhirnya tiba dengan selamat di Kabupaten Timor Tengah Selatan dan diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Kisah ini menjadi gambaran nyata bahwa di balik seragam kepolisian, terdapat kepedulian dan rasa kemanusiaan yang terus hidup. Ketika duka datang menghampiri, kehadiran Polri menjadi bukti bahwa negara tetap hadir mendampingi masyarakat, bahkan hingga mengantar seseorang menuju tempat peristirahatan terakhirnya.

Di Nusa Tenggara Timur, pelayanan penuh kasih tidak hanya diwujudkan melalui kata-kata, tetapi juga melalui tindakan nyata yang menyentuh hati masyarakat.

#NttPenuhKasih