NGOPI Bersama Polda NTT Tembus 1.500 Tayangan, Bidhumas Buka Ruang Curhat dan Tanya Jawab dengan Masyarakat

NGOPI Bersama Polda NTT Tembus 1.500 Tayangan, Bidhumas Buka Ruang Curhat dan Tanya Jawab dengan Masyarakat

KUPANG – Bidhumas Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) terus memperkuat komunikasi publik melalui pemanfaatan media sosial. Salah satunya melalui program NGOPI (Ngobrol Pintar) Bersama Polda NTT, yang dikemas dalam siaran langsung atau live streaming dan sesi tanya jawab bersama masyarakat, Kamis (22/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.30 hingga 10.30 WITA dari Ruang Podcast Bidhumas Polda NTT tersebut disiarkan melalui akun TikTok resmi @humaspoldantt. Selama satu jam pelaksanaan, siaran langsung itu mencatat sekitar 1.500 tayangan.

Program ini menjadi ruang interaksi bagi masyarakat untuk memperoleh informasi kepolisian, menyampaikan pertanyaan, serta memberikan masukan terkait pelayanan Polri dan berbagai persoalan yang berkembang di lingkungan masyarakat.

Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa program NGOPI merupakan salah satu upaya Bidhumas Polda NTT menghadirkan komunikasi yang lebih terbuka, interaktif, dan mudah dijangkau masyarakat melalui platform digital.

“Melalui NGOPI Bersama Polda NTT, kami membuka ruang bagi masyarakat untuk bertanya, menyampaikan masukan, dan memperoleh informasi secara langsung. Kami ingin media sosial tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga ruang komunikasi dua arah antara Polri dan masyarakat,” demikian draf pernyataan Kabidhumas yang perlu dikonfirmasi sebelum dipublikasikan sebagai kutipan resmi.

Bahas Penerimaan Polri hingga Pelayanan SIM dan SKCK

Dalam siaran langsung tersebut, berbagai topik dibahas untuk menjawab kebutuhan informasi masyarakat. Materi yang disampaikan antara lain informasi penerimaan anggota Polri melalui jalur Akademi Kepolisian (Akpol), Bintara, dan Tamtama, termasuk edukasi mengenai program bimbingan latihan Polda NTT serta tahapan-tahapan dalam proses tes penerimaan Polri.

Pembahasan ini memberikan kesempatan kepada masyarakat, khususnya calon peserta seleksi, untuk memperoleh informasi mengenai proses penerimaan dan persiapan yang perlu diketahui.

Selain itu, sesi tanya jawab juga membahas mekanisme dan tahapan perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM), serta pemanfaatan aplikasi Super App Polri untuk mendukung pelayanan, termasuk pengurusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

Penyampaian informasi melalui siaran langsung diharapkan dapat membantu masyarakat memahami prosedur pelayanan kepolisian dengan lebih mudah sekaligus memperluas akses terhadap informasi resmi.

Angkat Isu Lingkungan dan Program Humanis Polri

Tidak hanya membahas administrasi dan penerimaan anggota, NGOPI Bersama Polda NTT juga mengangkat sejumlah isu yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Kupang menjadi salah satu topik pembahasan. Isu tersebut membuka ruang edukasi mengenai persoalan lingkungan yang dapat memengaruhi kenyamanan dan aktivitas masyarakat.

Program Rumah Bahagia Polda NTT turut menjadi materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut. Selain itu, masyarakat juga memperoleh informasi mengenai pemanfaatan lapangan Polda NTT untuk kegiatan olahraga bagi masyarakat umum.

Beragamnya topik yang dibahas menunjukkan bahwa komunikasi publik kepolisian tidak hanya berfokus pada keamanan dan penegakan hukum, tetapi juga mencakup informasi pelayanan, pembinaan, serta kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Media Sosial sebagai Ruang Komunikasi Dua Arah

Selama kegiatan berlangsung, masyarakat berpartisipasi melalui kolom komentar dan sesi tanya jawab. Pertanyaan serta masukan yang disampaikan ditanggapi oleh narasumber sesuai dengan materi dan kewenangannya.

Partisipasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi yang lebih terbuka. Melalui interaksi langsung, masyarakat dapat menyampaikan kebutuhan informasi, sementara kepolisian memiliki ruang untuk memberikan penjelasan mengenai tugas, program, dan layanan yang tersedia.

Kabidhumas Polda NTT menekankan pentingnya pemanfaatan media sosial secara positif sebagai sarana penyebaran informasi yang mudah diakses sekaligus membangun kedekatan antara Polri dan masyarakat.

Program seperti NGOPI juga menjadi salah satu bentuk adaptasi komunikasi publik terhadap perkembangan teknologi dan kebiasaan masyarakat dalam mengakses informasi melalui platform digital.

Konsisten Hadir dan Mendengar Masyarakat

Pelaksanaan NGOPI Bersama Polda NTT berlangsung aman, tertib, dan lancar. Dengan capaian sekitar 1.500 tayangan selama satu jam, kegiatan ini menjadi salah satu upaya Bidhumas Polda NTT memperluas jangkauan informasi kepolisian melalui media sosial.

Ke depan, komunikasi publik yang interaktif diharapkan terus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh informasi yang jelas, menyampaikan pertanyaan, serta memberikan masukan terhadap pelayanan kepolisian.

Bagi Polda NTT, membangun kepercayaan masyarakat tidak hanya dilakukan melalui penyampaian informasi, tetapi juga dengan menyediakan ruang untuk mendengar dan merespons kebutuhan publik.

#PolisiBersamaMasyarakat