Polda NTT Hadir Membawa Harapan, Kapolres TTS Dampingi Evakuasi Warga yang Dipasung ke RSJ Naimata

Polda NTT Hadir Membawa Harapan, Kapolres TTS Dampingi Evakuasi Warga yang Dipasung ke RSJ Naimata

TIMOR TENGAH SELATAN – Di balik tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, ada sisi kemanusiaan yang selalu membutuhkan kehadiran polisi. Bagi seorang warga berinisial SA di Desa Oelet, Kecamatan Amanuban Timur, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), kehadiran jajaran Polres TTS menjadi langkah penting untuk membuka jalan menuju penanganan kesehatan yang lebih layak.

Kapolres TTS AKBP Kristiyan B. Martino, S.H., S.I.K., M.M., CELM., bersama rombongan mendatangi kediaman SA pada Selasa pagi (28/9/2026) lalu untuk membantu proses evakuasi warga tersebut, yang sebelumnya dipasung oleh pihak keluarga.

Kunjungan itu bukan sekadar pelaksanaan tugas kepolisian. Di tengah situasi yang membutuhkan perhatian khusus, langkah tersebut menjadi bentuk kepedulian untuk membantu warga memperoleh akses terhadap pelayanan kesehatan dan penanganan medis yang sesuai.

Mengedepankan Pendekatan Humanis

Setibanya di Desa Oelet, Kapolres TTS bersama jajaran langsung menuju kediaman SA. Mereka melihat kondisi warga tersebut sekaligus berkomunikasi dengan pihak keluarga guna mencari langkah terbaik bagi penanganannya.

Situasi seperti ini membutuhkan pendekatan yang hati-hati, mengedepankan empati, serta melibatkan berbagai pihak. Karena itu, proses tersebut dilakukan melalui koordinasi antara kepolisian, keluarga, pemerintah setempat, dan tenaga kesehatan.

Pihak keluarga diberikan pemahaman mengenai pentingnya penanganan medis secara profesional agar SA dapat memperoleh perawatan yang dibutuhkan.

Pendekatan humanis menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Keluarga tidak hanya dilibatkan dalam pengambilan langkah penanganan, tetapi juga diajak memahami bahwa warga dengan gangguan jiwa membutuhkan perhatian, dukungan, dan pelayanan kesehatan yang layak.

Setelah melalui koordinasi dan pendekatan bersama, SA akhirnya dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Naimata Kupang.

Bersama Mengantar Warga Mendapatkan Perawatan

Proses evakuasi ini melibatkan berbagai unsur, yakni Polres TTS, Polsek Amanuban Timur, pemerintah kecamatan dan desa, tenaga medis, Bhabinkamtibmas, serta pihak keluarga.

Keterlibatan berbagai pihak menunjukkan bahwa penanganan warga yang membutuhkan perhatian khusus tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kerja sama, komunikasi, dan kepedulian bersama agar warga dapat memperoleh pelayanan yang tepat.

Kapolres TTS menegaskan bahwa kehadiran jajaran kepolisian dalam proses tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk membantu masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan dukungan untuk mengakses layanan kesehatan.

“Polres TTS hadir untuk memberikan pelayanan dan membantu masyarakat yang membutuhkan. Polres TTS diberkati untuk memberkati. Dalam kasus ini, kami bersama keluarga, pemerintah, dan tenaga kesehatan berupaya agar pasien dapat memperoleh penanganan medis yang tepat dan layak,” ujar AKBP Kristiyan B. Martino.

ODGJ Berhak Mendapatkan Perhatian dan Perlakuan Manusiawi

Kapolres juga mengingatkan bahwa penanganan warga dengan gangguan jiwa membutuhkan dukungan bersama dari keluarga, masyarakat, pemerintah, dan tenaga kesehatan.

Menurutnya, warga dengan gangguan jiwa tidak seharusnya dikucilkan atau diperlakukan secara tidak manusiawi. Mereka tetap memiliki hak untuk mendapatkan perhatian, perlindungan, serta pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama memberikan perhatian dan dukungan kepada warga dengan gangguan jiwa. Mereka juga memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dan perlakuan yang manusiawi,” tambahnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap sesama dapat dimulai dari lingkungan terdekat, baik melalui dukungan keluarga maupun keterlibatan masyarakat dan pemerintah setempat.

Dengan pemahaman yang tepat dan dukungan berbagai pihak, warga yang membutuhkan penanganan kesehatan diharapkan dapat memperoleh akses perawatan yang lebih baik tanpa stigma maupun pengucilan.

Pelayanan Polisi yang Menyentuh Sisi Kemanusiaan

Langkah Polres TTS dalam membantu evakuasi SA memperlihatkan bahwa pelayanan kepolisian tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan serta ketertiban masyarakat. Pelayanan itu juga hadir dalam upaya membantu warga yang membutuhkan pertolongan dan pendampingan.

Sinergi antara kepolisian, pemerintah, tenaga kesehatan, dan keluarga menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat memperoleh perhatian sesuai kebutuhannya.

Bagi SA, evakuasi menuju RSJ Naimata Kupang menjadi langkah untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan. Sementara bagi masyarakat, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kepedulian dan kerja sama dapat membuka jalan bagi warga yang membutuhkan bantuan.

Melalui tindakan nyata di tengah masyarakat, Polres TTS di bawah naungan Polda NTT terus menunjukkan pentingnya pelayanan yang mengedepankan kepedulian, empati, dan penghormatan terhadap martabat manusia.

Sebab, di balik seragam dan tugas kepolisian, ada tanggung jawab kemanusiaan: hadir ketika masyarakat membutuhkan, membantu membuka jalan menuju pertolongan, dan memastikan tidak ada warga yang kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pelayanan yang layak.

#PolisiBersamaMasyarakat