Polda NTT Iimbau Masyarakat Waspada cuaca Ekstrem dan Gelombang Tinggi dmDalam Tiga Hari Ke Depan

Polda NTT Iimbau Masyarakat Waspada cuaca Ekstrem dan Gelombang Tinggi dmDalam Tiga Hari Ke Depan

Kupang - Kepolisian Daerah Polda NTT mengimbau masyarakat di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi dalam tiga hari ke depan.

Imbauan ini disampaikan menyusul peringatan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait potensi angin kencang, hujan lebat hingga gelombang tinggi di sejumlah wilayah NTT.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H. mengingatkan masyarakat agar selalu memperhatikan informasi prakiraan cuaca serta menghindari aktivitas berisiko saat kondisi cuaca memburuk.

“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang. Kondisi ini dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, maupun pohon tumbang,” ujar Kombes Pol Henry Novika Chandra. di Kupang, Senin (9/3/2026).

Sebelumnya, Kepala Stasiun Meteorologi Kupang Sti Nenotek menjelaskan bahwa sejumlah dinamika atmosfer mempengaruhi kondisi cuaca di wilayah NTT, di antaranya menguatnya Monsun Asia, fenomena La Nina lemah, serta aktivitas gelombang atmosfer Madden–Julian Oscillation (MJO).

Selain itu, terdapat sistem tekanan rendah di wilayah Darwin, Australia bagian utara yang meningkatkan pertumbuhan awan konvektif dan berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat serta angin kencang di wilayah NTT.

“Waspada potensi angin kencang di seluruh kabupaten dan kota di wilayah NTT,” kata Nenotek.

BMKG juga mencatat kelembapan udara pada lapisan 850 hingga 500 milibar cukup tinggi, yakni berkisar antara 70 hingga 95 persen. Kondisi tersebut mendukung pertumbuhan awan hujan secara vertikal sehingga meningkatkan potensi hujan lebat di berbagai wilayah.

Beberapa daerah yang diminta untuk meningkatkan kewaspadaan antara lain Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Flores Timur, Lembata, hingga wilayah di Pulau Timor dan Sumba.

Selain potensi hujan lebat dan angin kencang, BMKG juga memprediksi tinggi gelombang laut di wilayah perairan NTT dapat mencapai 1 hingga 4 meter.

Kepala Stasiun Maritim Tenau Kupang Yandri E Tungga menjelaskan bahwa gelombang setinggi 1 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan seperti Selat Sape, perairan utara Flores, Selat Alor, Selat Ombai, hingga perairan utara Timor dan Kupang–Rote.

Sementara itu, gelombang yang lebih tinggi, yakni 2,5 hingga 4 meter, berpeluang terjadi di wilayah Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, serta perairan selatan Pulau Sumba.

Menanggapi kondisi tersebut, ia juga mengingatkan nelayan, operator kapal, serta masyarakat pesisir agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di laut.

“Kami meminta para nelayan dan operator transportasi laut untuk selalu memperhatikan informasi cuaca dari BMKG sebelum melaut. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegas Kabidhumas Polda NTT.

Polda NTT juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada aparat setempat apabila terjadi kondisi darurat akibat cuaca ekstrem sehingga penanganan dapat dilakukan dengan cepat.