Polri Kembali Salurkan Bantuan, 157 Paket Sembako Menjangkau Warga Terdampak Gempa di Pulau Pemana
MAUMERE — Bantuan kemanusiaan untuk masyarakat terdampak gempa bumi Flores terus bergerak hingga ke wilayah kepulauan. Pada Sabtu (29/8/2026), jajaran Polres Sikka mendistribusikan bantuan sosial dari Gudang Bansos Polres Sikka kepada masyarakat terdampak gempa di Pulau Pemana, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka.

Penyaluran bantuan dilakukan mulai pukul 10.00 WITA hingga selesai. Sebanyak 157 dos paket sembako disalurkan kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya Polri membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa pemulihan pascabencana.
Selain paket sembako, bantuan yang turut didistribusikan berupa 2 dos Pop Mie Cup dan 6 dos air mineral kemasan 330 mililiter.
Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H, mengatakan bahwa penyaluran bantuan hingga ke wilayah kepulauan merupakan bentuk komitmen Polri untuk memastikan masyarakat terdampak bencana tidak luput dari perhatian.
“Bantuan harus terus bergerak dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan, termasuk warga yang berada di wilayah kepulauan. Polri berupaya memastikan masyarakat terdampak gempa mendapatkan dukungan selama menjalani masa pemulihan,” ujar Kabidhumas Polda NTT menyampaikan pesan Kapolda.
Pulau Pemana menjadi salah satu wilayah yang membutuhkan perhatian dalam penanganan pascabencana. Kondisi geografis sebagai wilayah kepulauan membuat distribusi bantuan membutuhkan koordinasi dan dukungan sarana transportasi agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
Bagi warga yang tengah menghadapi situasi pascagempa, 157 paket sembako tersebut bukan sekadar bantuan berupa bahan kebutuhan sehari-hari. Bantuan itu menjadi bentuk nyata kepedulian sekaligus pesan bahwa masyarakat di wilayah kepulauan tetap menjadi bagian penting dalam pelayanan kemanusiaan Polri.
Kapolda NTT, melalui Kabidhumas, menegaskan bahwa jajaran kepolisian akan terus memantau kondisi masyarakat di wilayah terdampak dan merespons kebutuhan yang disampaikan melalui petugas di lapangan.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap kuat, saling membantu dan menjaga kebersamaan. Apabila masih ada warga yang membutuhkan bantuan atau terdapat wilayah yang belum terjangkau, segera sampaikan kepada petugas agar dapat ditindaklanjuti,” katanya.
Di tengah proses pemulihan pascagempa, kehadiran bantuan menjadi bagian dari upaya membangun kembali semangat masyarakat. Tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga memberikan rasa bahwa masyarakat tidak berjalan sendiri menghadapi masa sulit.
Dari daratan hingga pulau-pulau kecil, Polri terus berupaya memastikan semangat kemanusiaan tetap menjangkau seluruh masyarakat terdampak.
Bantuan terus bergerak, kepedulian terus berlayar, dan harapan terus dijaga.
NTT Penuh Kasih, Polri untuk Masyarakat.
Humas Polda NTT
