Saat Rumah Mereka Rusak, Kapolda NTT Pastikan Anggota Polri dan Keluarganya Tak Berjuang Sendiri
KUPANG — Di tengah kepungan puing dan rumah-rumah yang retak akibat gempa bumi, ada kisah lain yang jarang terlihat. Mereka yang setiap hari berdiri di garis depan membantu masyarakat ternyata juga menghadapi ujian yang sama.
Para anggota Polri yang diterjunkan ke lokasi bencana bukan hanya bertugas mengamankan pengungsian, menyalurkan bantuan, atau membantu warga membersihkan rumah. Sebagian dari mereka juga harus memikirkan rumah sendiri yang rusak dan keluarga yang membutuhkan rasa aman.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Kapolda NTT, Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si.
Pada Jumat (28/8/2026), Kapolda NTT bersama Ibu Bhayangkari turun langsung menemui personel Polri yang terdampak gempa. Bukan sekadar melihat kondisi bangunan, kunjungan itu menjadi cara pimpinan memastikan bahwa anggota dan keluarganya tetap mendapatkan perhatian di tengah situasi sulit.
Satu per satu kondisi tempat tinggal personel diperiksa. Kapolda melihat langsung kerusakan yang dialami serta memastikan kebutuhan keluarga anggota yang terdampak.
Bantuan sembako juga diserahkan secara langsung.
Bagi keluarga yang sedang menghadapi ketidakpastian, bantuan tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun di tengah situasi bencana, perhatian seorang pimpinan menjadi pesan yang jauh lebih besar: mereka tidak sendirian.
Di balik seragam yang dikenakan ketika membantu masyarakat, para personel itu juga memiliki keluarga yang harus dilindungi. Ada yang rumahnya mengalami kerusakan, ada yang harus mengungsi, dan ada pula yang untuk sementara harus meninggalkan tempat tinggalnya karena faktor keselamatan.
Namun tugas tetap berjalan.
Ketika masyarakat membutuhkan bantuan, mereka tetap berada di lapangan. Ketika warga membutuhkan pengamanan, mereka tetap hadir. Bahkan ketika rumah sendiri belum sepenuhnya aman, pengabdian kepada masyarakat tetap mereka jalankan.
Karena itu, perhatian terhadap personel terdampak menjadi bagian penting dalam penanganan bencana.
Kapolda NTT menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kapolri untuk memastikan personel Polri yang turut menjadi korban bencana mendapatkan perhatian. Dukungan juga disiapkan untuk membantu proses renovasi rumah anggota yang mengalami kerusakan akibat gempa.
Pesan yang ingin disampaikan sederhana: Polri hadir untuk masyarakat, tetapi Polri juga tidak melupakan keluarganya sendiri.
Semangat yang sama kemudian diteruskan dalam penanganan masyarakat terdampak. Jajaran Polda NTT diarahkan untuk meningkatkan patroli di kawasan permukiman yang ditinggalkan warga karena mengungsi.
Rumah-rumah yang kosong dijaga untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan. Di sisi lain, personel juga membantu warga membersihkan puing-puing bangunan yang rusak agar lingkungan dapat kembali lebih aman dan tertata.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mempersiapkan warga ketika nantinya kondisi dinyatakan aman dan mereka diperbolehkan kembali ke rumah.
Ada pekerjaan besar yang masih harus dilakukan. Ada rumah yang harus diperbaiki, lingkungan yang harus dibersihkan, dan rasa takut yang perlahan harus dipulihkan.
Namun di tengah semua itu, ada satu hal yang tetap dijaga: rasa kebersamaan.
Kapolda NTT datang bukan hanya sebagai seorang pimpinan yang melakukan pengecekan. Kehadirannya bersama Ibu Bhayangkari menjadi simbol bahwa anggota yang selama ini berdiri di depan untuk melindungi masyarakat juga memiliki keluarga besar yang akan berdiri bersama mereka ketika menghadapi kesulitan.
Gempa boleh merusak rumah.
Namun semangat untuk saling menjaga tidak boleh runtuh.
Sebab bagi Polri, pengabdian bukan hanya tentang berada di tengah masyarakat ketika mereka membutuhkan pertolongan. Pengabdian juga berarti memastikan setiap anggota yang menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab memiliki kekuatan untuk bangkit ketika dirinya sendiri diterpa bencana.
Rumah bisa diperbaiki. Puing bisa dibersihkan. Tetapi harapan harus dijaga sejak awal.
Dan dari tengah situasi sulit itu, pesan kemanusiaan kembali menguat: ketika satu keluarga terdampak, keluarga besar Polri ikut merasakan. Ketika satu rumah rusak, ada tangan-tangan yang membantu membangunnya kembali.
Polri untuk Masyarakat. Hadir, Peduli, dan Bersama Bangkit dari Bencana.
#NttPenuhKasih
Humas Polda NTT
