Sigap Selamatkan Warga Tenggelam, Bripka Hubertus Nonga Anggota Ditpolairud Polda NTT Beri Pertolongan Pertama hingga Evakuasi ke Rumah Sakit

Sigap Selamatkan Warga Tenggelam, Bripka Hubertus Nonga Anggota Ditpolairud Polda NTT  Beri Pertolongan Pertama hingga Evakuasi ke Rumah Sakit

Kupang, NTT – Kesigapan anggota Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menunjukkan pentingnya kehadiran personel Polri dalam memberikan pertolongan kepada masyarakat, khususnya dalam situasi darurat di wilayah perairan.

Seorang mahasiswa berusia 19 tahun, Deven Adi Pratama Ga Bana, berhasil diselamatkan setelah mengalami kecelakaan saat melakukan aktivitas snorkeling di Pantai Air Dao, Desa Nitneo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 09.30 WITA.

Peristiwa tersebut bermula ketika korban bersama dua orang temannya berangkat dari rumah menuju Pantai Air Dao sekitar pukul 09.00 WITA untuk melakukan kegiatan snorkeling.

Setibanya di lokasi, salah seorang teman korban terlebih dahulu melakukan snorkeling ke arah laut dengan jarak sekitar 10 meter. Setelah kembali ke tepi pantai, beberapa menit kemudian korban bersama kedua temannya kembali melakukan snorkeling ke arah laut.

Dalam kegiatan tersebut, dua orang teman korban kemudian kembali ke tepi pantai, sementara korban masih melanjutkan aktivitas snorkeling seorang diri.

Beberapa menit berselang, peralatan snorkeling yang digunakan korban terlepas. Korban kemudian terlihat berteriak sambil naik-turun dari dalam air, yang mengindikasikan dirinya mengalami kesulitan dan membutuhkan pertolongan.

Melihat kondisi tersebut, salah seorang teman korban berusaha berenang menghampiri dan memberikan pertolongan. Namun, korban yang berada dalam kondisi panik justru sempat memeluk dan menindih temannya ke dalam air. Teman korban kemudian berupaya melepaskan diri dan berenang kembali ke tepi pantai sembari meminta pertolongan.

Teriakan meminta bantuan tersebut kemudian mendapat respons dari warga yang saat itu juga berada di sekitar lokasi. Warga tersebut langsung berenang menuju korban dan berhasil membawa korban ke tepi pantai.

Tidak lama kemudian, seorang anggota Ditpolairud Polda NTT, Bripka Hubertus Nonga, tiba di lokasi dan segera memberikan pertolongan pertama. Bripka Hubertus melakukan tindakan penyelamatan dengan memompa bagian dada korban.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Korban kemudian mengeluarkan air dan busa dari mulut, yang menunjukkan adanya respons setelah mendapatkan pertolongan.

Selanjutnya, korban dievakuasi menuju tepi jalan dengan dibantu oleh sejumlah pelajar dan anggota Ditpolairud. Dalam kondisi darurat dan membutuhkan penanganan medis segera, korban kemudian dibawa menuju Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Samuel Moeda Kupang menggunakan sepeda motor yang dikendarai oleh anggota Ditpolairud Polda NTT.

Korban saat ini masih menjalani perawatan medis di RS Angkatan Laut Samuel Moeda Kupang. Perkembangan kondisi korban selanjutnya masih dalam pemantauan dan akan dilaporkan kepada pimpinan.

Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasi atas kesigapan anggota Ditpolairud Polda NTT yang segera memberikan pertolongan ketika mengetahui adanya warga yang mengalami kondisi darurat di laut.

Kabidhumas mengatakan, tindakan cepat anggota di lapangan menjadi bagian penting dalam upaya menyelamatkan nyawa masyarakat.

“Bapak Kapolda NTT mengapresiasi kesigapan anggota Ditpolairud Polda NTT yang segera memberikan pertolongan kepada korban. Dalam situasi darurat di wilayah perairan, kecepatan bertindak sangat menentukan. Apa yang dilakukan personel merupakan bentuk nyata kehadiran Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Kombes Pol Henry Novika Chandra.

Menurutnya, pertolongan yang diberikan anggota tidak berhenti pada evakuasi dari lokasi kejadian. Personel juga memberikan pertolongan pertama dan memastikan korban segera mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.

“Personel di lapangan harus selalu siap menghadapi berbagai situasi, termasuk kejadian yang membutuhkan tindakan cepat untuk menyelamatkan jiwa. Kami berharap kondisi korban segera membaik dan dapat kembali beraktivitas seperti sediakala,” tambahnya.

Polda NTT juga mengimbau masyarakat yang melakukan aktivitas di laut, termasuk snorkeling maupun berenang, agar selalu memperhatikan kondisi cuaca, arus dan kemampuan diri.

Masyarakat juga diingatkan untuk tidak mengabaikan aspek keselamatan ketika melakukan aktivitas di wilayah perairan. Penggunaan perlengkapan keselamatan serta tidak melakukan aktivitas seorang diri menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Kami mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati ketika melakukan aktivitas di laut, tidak memaksakan diri apabila kondisi tidak memungkinkan, serta memastikan ada orang lain yang mendampingi. Dengan kewaspadaan bersama, kita dapat mencegah terjadinya kejadian yang tidak diinginkan,” jelas Kabidhumas.

Peristiwa di Pantai Air Dao tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kondisi darurat dapat terjadi kapan saja. Kecepatan masyarakat dalam meminta bantuan dan respons cepat petugas di lapangan menjadi faktor penting dalam upaya penyelamatan.