Sinergi Polri, Pemerintah, dan Tokoh Adat Perkuat Jalan Damai Pascakonflik Komunal di Adonara

Sinergi Polri, Pemerintah, dan Tokoh Adat Perkuat Jalan Damai Pascakonflik Komunal di Adonara

Flores Timur – Komitmen mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan di wilayah Adonara terus diperkuat melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Flores Timur, Polri, tokoh adat, dan Tim Mediasi Penanganan Konflik Komunal Adonara. Langkah tersebut diwujudkan dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Desa Horinara, Kecamatan Klubagolit, Senin (27/7/2026), guna membahas strategi penyelesaian pascakonflik antara warga Dusun Bele, Desa Waiburak dan Dusun Lewonara, Desa Narasaosina, Kecamatan Adonara Timur.

Pertemuan yang dipimpin Bupati Flores Timur, Ir. Antonius Doni Dihen, mempertemukan unsur pemerintah daerah, aparat kepolisian, tokoh adat, serta Tim Mediasi untuk menyamakan persepsi dalam menyusun langkah-langkah penyelesaian konflik melalui pendekatan dialogis, persuasif, dan kearifan lokal.

Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra, S.I.K., menegaskan bahwa Polri berkomitmen mengawal setiap proses mediasi agar berlangsung aman, tertib, dan mampu menghasilkan perdamaian yang berkelanjutan.

"Polri siap mengawal seluruh tahapan mediasi sehingga dapat berjalan dengan aman dan kondusif. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas, menahan diri dari segala bentuk provokasi, serta memberikan ruang bagi proses dialog yang sedang dibangun oleh pemerintah dan para tokoh adat," ujar AKBP Adhitya Octorio Putra.

Dalam pertemuan tersebut, para tokoh adat dan Tim Mediasi sepakat bahwa penyelesaian konflik harus diawali dengan pendalaman terhadap akar permasalahan secara menyeluruh, termasuk penelusuran sejarah, batas wilayah, hak ulayat, serta faktor-faktor sosial yang menjadi pemicu konflik. Pendekatan tersebut diharapkan menjadi landasan dalam menentukan pola mediasi dan penyelesaian yang dapat diterima oleh kedua belah pihak.

Selain itu, Tim Mediasi akan mengedepankan komunikasi persuasif kepada masing-masing kelompok masyarakat guna membangun kepercayaan dan memastikan kesiapan seluruh pihak sebelum memasuki tahapan mediasi secara penuh.

AKBP Adhitya Octorio Putra menilai keberhasilan proses rekonsiliasi sangat bergantung pada komitmen seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan serta mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum tentu benar dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi. Mari bersama-sama menjaga keamanan, menghormati proses mediasi, serta memberikan kesempatan kepada seluruh pihak untuk menyelesaikan persoalan ini secara damai," tegasnya.

Dalam forum tersebut, para tokoh adat juga menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan mediasi di kedua wilayah yang berkonflik serta menilai kehadiran aparat TNI-Polri tetap diperlukan guna memberikan rasa aman kepada Tim Mediasi dan masyarakat selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung.

Polres Flores Timur menegaskan akan terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Flores Timur, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat dalam mengawal setiap tahapan penyelesaian konflik. Harapannya, proses rekonsiliasi dapat berjalan dengan baik sehingga tercipta perdamaian yang kokoh, menjaga persaudaraan, serta mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman, damai, dan kondusif di Kabupaten Flores Timur.

#NttPenuhKasih