Sulap Lahan Pasir Jadi Sentra Hortikultura, DPRD TTS Turun Tangan Dukung Program Pekarangan Pangan Bergizi Polsek Kualin, Kapolda NTT Beri Apresiasi

Sulap Lahan Pasir Jadi Sentra Hortikultura, DPRD TTS Turun Tangan Dukung Program Pekarangan Pangan Bergizi Polsek Kualin, Kapolda NTT Beri Apresiasi

TTS, NTT - Dukungan terhadap program ketahanan pangan yang digagas jajaran kepolisian terus mengalir. Kali ini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) turun langsung meninjau Program Pekarangan Pangan Bergizi yang dikembangkan Polsek Kualin, Kamis (12/2/2026).

Kunjungan tersebut dipimpin Wakil Ketua DPRD TTS Yoksan Benu bersama anggota Komisi I, yakni Marthen Tualaka, Yerim Yoss Fallo, Jacobus Banamtuan, Yermias Kabnani, serta Sekretaris Dewan George D. Mella. Rombongan melihat langsung pemanfaatan lahan seluas kurang lebih 60 are atau sekitar 6.000 meter persegi di lingkungan Polsek Kualin, Kecamatan Kualin.

Lahan yang sebelumnya berupa hamparan pasir di kawasan pesisir pantai itu kini disulap menjadi sentra hortikultura terpadu yang produktif. Berbagai komoditas ditanam di atas bedengan rapi, mulai dari jagung, tomat, lombok, buncis, kacang panjang hingga aneka sayuran lainnya.

Kapolsek Kualin Diknas Melvi Aoliso menjelaskan, program ini lahir dari tekad untuk membuktikan bahwa lahan pasir di wilayah pesisir tetap memiliki potensi pertanian apabila dikelola dengan metode yang tepat.

“Tanah seluas kurang lebih 60 are ini merupakan lahan pasir yang berada dekat tepi pantai. Kami menjadikannya sebagai contoh nyata bahwa wilayah pesisir Kecamatan Kualin tetap memiliki potensi pertanian yang baik apabila dikelola dengan metode yang tepat,” ujarnya.

Menurutnya, selama ini lahan pasir kerap dianggap tidak subur dan tidak layak untuk pertanian. Namun melalui pengolahan intensif, penggunaan pupuk organik, pengaturan bedengan, serta penerapan sistem irigasi sederhana, tingkat kesuburan tanah dapat ditingkatkan hingga mampu menghasilkan tanaman bernilai ekonomi.

Program tersebut tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pangan internal, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat pesisir. Kapolsek menegaskan, perubahan pola pikir menjadi kunci utama keberhasilan.

“Dengan kemauan, kerja keras, dan pengelolaan yang tepat, lahan yang sebelumnya dianggap kurang produktif dapat berubah menjadi sumber pangan sekaligus sumber penghasilan masyarakat,” tegasnya.

Apresiasi datang dari anggota DPRD TTS Marthen Tualaka. Ia menilai inovasi Polsek Kualin membuka perspektif baru bagi pengembangan sektor pertanian di wilayah pesisir.

“Ini sangat bersentuhan langsung dengan masyarakat TTS, khususnya petani yang bergantung pada sektor pertanian. Ini contoh yang sangat baik dan DPRD siap memberikan dukungan,” katanya.

Ia menambahkan, DPRD siap membantu kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan peralatan pertanian melalui kewenangan legislatif, tentu disesuaikan dengan ketersediaan anggaran daerah.

Sementara itu, Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra menyampaikan apresiasi atas dukungan DPRD TTS terhadap program Pekarangan Pangan Bergizi yang diinisiasi jajaran Polsek Kualin, Minggu (22/2/26).

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada DPRD Kabupaten TTS atas dukungan dan perhatian terhadap program Pekarangan Pangan Bergizi di Polsek Kualin. Sinergi antara Polri dan pemerintah daerah sangat penting dalam mendorong ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Henry Novika Chandra mewakili Kapolda.

Ia menegaskan, program tersebut sejalan dengan komitmen Polda NTT dalam mendukung program pemerintah terkait ketahanan pangan, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur yang memiliki tantangan geografis tersendiri.

“Program ini bukan sekadar kegiatan bercocok tanam, tetapi menjadi gerakan edukatif dan inspiratif bagi masyarakat, bahwa keterbatasan lahan bukan alasan untuk berhenti berinovasi. Kami berharap apa yang dilakukan Polsek Kualin dapat menjadi role model bagi jajaran lainnya,” tambahnya.

Program Pekarangan Pangan Bergizi Polsek Kualin kini diharapkan menjadi model pengembangan pertanian pesisir di Kabupaten TTS. Keberhasilan mengubah lahan pasir di tepi pantai menjadi kebun produktif membuktikan bahwa tanah yang selama ini dianggap kurang bernilai, sesungguhnya menyimpan potensi besar jika dikelola dengan komitmen, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor.

Sinergi antara kepolisian, legislatif, dan masyarakat tersebut menjadi simbol harapan baru bagi penguatan ketahanan pangan sekaligus peningkatan kesejahteraan warga pesisir di Timor Tengah Selatan.