TNI-Polri di Manggarai Barat Perkuat Soliditas, Kesalahpahaman Diselesaikan Lewat Musyawarah Damai

TNI-Polri di Manggarai Barat Perkuat Soliditas, Kesalahpahaman Diselesaikan Lewat Musyawarah Damai

LABUAN BAJO – Soliditas dan sinergitas antara TNI dan Polri di Kabupaten Manggarai Barat kembali terbukti kuat. Sebuah kesalahpahaman yang sempat melibatkan oknum anggota Brimob Kompi 1 Yon B Pelopor Satbrimob Polda NTT dan anggota Kodim 1630/Manggarai Barat berhasil diselesaikan secara damai melalui musyawarah mufakat yang berlangsung penuh kekeluargaan.

Kesepakatan damai tersebut ditandai dengan penandatanganan Surat Pernyataan Perdamaian yang dilaksanakan di Ruang Vicon Polres Manggarai Barat, Selasa (16/6/2026), dengan melibatkan perwakilan kedua institusi serta unsur pimpinan terkait.

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., yang memimpin langsung proses mediasi menegaskan bahwa penyelesaian secara damai ini menjadi bukti nyata kokohnya hubungan TNI dan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Manggarai Barat.

“Pertemuan ini menunjukkan bahwa sinergitas TNI-Polri di Manggarai Barat tetap kuat dan tidak dapat diganggu oleh kesalahpahaman yang terjadi. Kami sepakat menjadikan momentum ini sebagai langkah bersama untuk terus menjaga situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif,” ujar AKBP Christian Kadang.

Menurut Kapolres, menjaga keharmonisan antar aparat keamanan memiliki arti penting, terlebih Manggarai Barat merupakan daerah tujuan wisata super prioritas yang membutuhkan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat maupun wisatawan.

“Labuan Bajo adalah etalase pariwisata Indonesia di mata dunia. Karena itu, keamanan, kedamaian, dan persaudaraan harus terus kita jaga bersama demi memberikan rasa nyaman bagi masyarakat dan para wisatawan,” tambahnya.

Dalam forum mediasi tersebut, Pasi Intel Kodim 1630/Manggarai Barat, Kapten Inf. Gede Budi yang mewakili Dandim 1630/Mabar menyampaikan permohonan maaf serta komitmen untuk terus memperkuat hubungan baik yang selama ini telah terjalin antara TNI dan Polri.

Sementara itu, Wadanyon B Pelopor Labuan Bajo, AKP Antonio Cortereal, menegaskan bahwa penyelesaian melalui jalur kekeluargaan merupakan keputusan terbaik yang diambil berdasarkan koordinasi pimpinan kedua institusi di tingkat atas demi menjaga soliditas dan persatuan.

Dalam kesepakatan yang dicapai, kedua belah pihak menyatakan menyelesaikan persoalan secara damai dan tidak menempuh jalur pidana. Selain itu, proses pembinaan dan penegakan disiplin terhadap anggota yang terlibat tetap dilakukan secara internal sesuai aturan yang berlaku pada masing-masing institusi.

Sebagai langkah menjaga kondusivitas wilayah, anggota yang terlibat juga akan dipindah tugaskan keluar dari Kabupaten Manggarai Barat. Kedua institusi turut berkomitmen memperkuat sinergitas dan meningkatkan koordinasi dalam menjaga keamanan wilayah.

Suasana mediasi berlangsung hangat, penuh rasa persaudaraan, dan ditutup dengan penandatanganan dokumen perdamaian yang disaksikan langsung oleh Kapolres Manggarai Barat.

Melalui kesepakatan tersebut, TNI dan Polri mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh berbagai informasi yang dapat memicu kesalahpahaman. Kedua institusi memastikan situasi keamanan di Manggarai Barat tetap aman, terkendali, dan kondusif.

Kapolres Manggarai Barat menegaskan bahwa semangat persaudaraan antara TNI dan Polri akan terus menjadi fondasi utama dalam menjaga keamanan daerah dan mendukung kemajuan pariwisata Labuan Bajo.

“Perbedaan pendapat atau kesalahpahaman dapat diselesaikan dengan komunikasi dan musyawarah. Yang terpenting adalah menjaga persatuan, memperkuat sinergitas, dan memastikan masyarakat tetap merasakan kehadiran negara dalam memberikan rasa aman,” pungkas AKBP Christian Kadang.

#NttPenuhKasih