307 Calon Anggota Polri Panda Polda NTT Lolos ke Rikkes II, Seleksi Berjalan Transparan dan Humanis

307 Calon Anggota Polri Panda Polda NTT Lolos ke Rikkes II, Seleksi Berjalan Transparan dan Humanis

Kupang, 4 Juni 2026 – Sebanyak 307 calon anggota Polri penerimaan terpadu Panitia Daerah (Panda) Polda Nusa Tenggara Timur Tahun Anggaran 2026 dinyatakan lolos untuk mengikuti Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes) Tahap II setelah melalui serangkaian tahapan seleksi yang ketat, transparan, dan akuntabel.

Penetapan kelulusan sementara tersebut diumumkan dalam sidang terbuka yang berlangsung di Aula Rupatama Polda NTT, Kamis (4/6/2026) malam, dan dipimpin langsung oleh Irwasda Polda NTT Kombes Pol Enrico Sugiharto Silalahi, didampingi Karo SDM Polda NTT Kombes Pol Dr. Juli Agung Pramono dan Dirpolaitud Polda NTT Kombes Pol. Irwan Deffi Nasution serta para ketua tim seleksi dari masing-masing bidang.

Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa seluruh tahapan seleksi penerimaan anggota Polri di Panda Polda NTT dilaksanakan secara profesional dengan mengedepankan prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BeTAH).

"Proses seleksi yang berlangsung selama ini dilaksanakan secara terbuka dan dapat dipantau oleh peserta maupun orang tua. Kami memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai prinsip BeTAH serta bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme," ujar Kombes Pol Henry Novika Chandra.

Menurutnya, dari hasil sidang kelulusan sementara tersebut, sebanyak 307 peserta dinyatakan memenuhi syarat untuk melanjutkan ke tahapan Rikkes II, terdiri dari 284 peserta pria dan 23 peserta wanita.

Untuk jalur Akademi Kepolisian (Akpol), sebanyak tujuh peserta berhasil lolos ke tahapan berikutnya, terdiri dari enam pria dan satu wanita. Sebelumnya terdapat 39 peserta yang mengikuti seleksi pada jalur tersebut.

Sementara itu, pada jalur Tamtama Polri, sebanyak 71 peserta pria dinyatakan lolos, terdiri dari 65 calon Tamtama Brimob dan enam calon Tamtama Polairud.

Sedangkan pada jalur Bintara Polri, sebanyak 229 peserta berhasil melaju ke tahapan Rikkes II, terdiri dari 207 peserta pria dan 22 peserta wanita.

Kabidhumas menjelaskan bahwa peserta Bintara berasal dari berbagai jalur penerimaan, mulai dari Polisi Tugas Umum (PTU), SPKT, Intelkam, Polairud, Humas, Penyidik, Gizi, Perikanan, Akuntansi, Peternakan, Teknik Sipil hingga jalur Rekrutmen Proaktif (Rekpro) dan penghargaan prestasi.

"Seluruh peserta yang lolos merupakan hasil seleksi berdasarkan kemampuan dan nilai yang diperoleh dari setiap tahapan ujian. Tidak ada perlakuan khusus maupun intervensi dalam proses penilaian," tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa penilaian peserta Akpol dilakukan melalui penggabungan nilai psikologi, akademik, dan kesamaptaan jasmani. Sedangkan untuk peserta Bintara dan Tamtama menggunakan hasil ujian psikologi dan akademik sebagai dasar perhitungan kelulusan pada tahapan tersebut.

Lebih lanjut, Kabidhumas menegaskan bahwa penerapan sistem Computer Assisted Test (CAT) menjadi salah satu bentuk komitmen Polda NTT dalam mewujudkan transparansi seleksi.

"Dengan sistem CAT, peserta dapat langsung melihat nilai yang diperoleh setelah ujian selesai. Ini merupakan bentuk keterbukaan panitia sehingga proses seleksi dapat dipertanggungjawabkan secara objektif dan akuntabel," katanya.

Selain itu, Polda NTT juga melibatkan pengawas internal maupun eksternal dalam setiap tahapan seleksi guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan dan menghasilkan calon anggota Polri yang berkualitas.

Tidak hanya itu, panitia juga menyediakan posko monitoring serta tim konseling untuk memberikan pendampingan kepada peserta yang belum berhasil pada setiap tahapan seleksi.

"Kami ingin memastikan bahwa setiap peserta mendapatkan pelayanan yang baik. Bagi yang belum berhasil, panitia telah menyiapkan layanan konseling agar mereka dapat mengetahui kekurangan yang perlu diperbaiki untuk mengikuti seleksi pada tahun berikutnya," jelas Kombes Pol Henry.

Tahapan selanjutnya yang akan dihadapi para peserta adalah Pemeriksaan Kesehatan Tahap II. Untuk peserta Akpol dijadwalkan pada 6 Juni 2026, peserta Bintara pada 7 hingga 10 Juni 2026, dan peserta Tamtama pada 11 hingga 12 Juni 2026.

Pemeriksaan tersebut meliputi tes urine, pemeriksaan darah, rekam jantung (EKG), serta pemeriksaan radiologi atau rontgen yang dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional dan laboratorium yang berkompeten.

Kabidhumas juga menyampaikan pesan Irwasda Polda NTT kepada seluruh peserta agar terus menjaga integritas, kesehatan, dan semangat dalam mengikuti tahapan seleksi berikutnya.

Sementara bagi peserta yang belum berhasil, diharapkan tidak berkecil hati dan menjadikan hasil yang diperoleh sebagai bahan evaluasi untuk mempersiapkan diri lebih baik di masa mendatang.

"Kami mengajak seluruh peserta untuk terus berjuang dan percaya pada kemampuan diri sendiri. Kegagalan bukanlah akhir, melainkan kesempatan untuk mempersiapkan diri menjadi lebih baik. Polda NTT berkomitmen menghadirkan proses rekrutmen yang benar-benar clear and clean demi mendapatkan calon anggota Polri yang profesional, berintegritas, dan siap mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara," tutup Kombes Pol Henry Novika Chandra.

#NttPenuhKasih