Kapolda NTT Sampaikan Belasungkawa, Satu Lagi Jenazah dan Bangkai KM Putri Sakinah Ditemukan

Kapolda NTT Sampaikan Belasungkawa, Satu Lagi Jenazah dan Bangkai KM Putri Sakinah Ditemukan

LABUAN BAJO, NTT — Upaya pencarian korban hilang akibat tenggelamnya Kapal Motor (KM) Putri Sakinah di perairan Selat Padar, kawasan Taman Nasional Komodo, membuahkan hasil. Pada Selasa, 06 Januari 2026, tim gabungan menemukan satu jenazah yang diduga merupakan korban hilang, bersamaan dengan bangkai kapal KM Putri Sakinah.

Penemuan tersebut terjadi di Loh Pede, Pulau Komodo, Desa Komodo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, pada titik koordinat 08°36'35,139" S – 119°40'36,826" E.

Kronologi penemuan bermula sekitar pukul 14.28 WITA, saat seorang nelayan asal Pulau Komodo bernama Saiful melihat bangkai kapal mengapung di sekitar perairan Loh Pede. Nelayan tersebut kemudian menarik bangkai kapal ke arah pinggir pantai. Setibanya di tepi pantai, terlihat sosok jenazah terperangkap di dalam bangkai kapal.

Selanjutnya, pada pukul 14.49 WITA, tim SAR gabungan yang terdiri dari unsur Polri, Basarnas, TNI, dan instansi terkait tiba di lokasi. Tim segera melakukan pemeriksaan untuk memastikan keberadaan korban di dalam bangkai kapal tersebut. 

Setelah dipastikan, tim SAR gabungan melaksanakan proses evakuasi jenazah ke atas KN SAR Punta Dewa untuk kemudian dibawa menuju Labuan Bajo guna penanganan lebih lanjut.

Menyikapi penemuan tersebut, Kapolda Nusa Tenggara Timur Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H. menyampaikan duka mendalam serta apresiasi atas kerja keras seluruh pihak yang terlibat.

“Kapolda NTT menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Penemuan ini merupakan hasil sinergi dan kerja keras tim SAR gabungan serta peran aktif masyarakat nelayan setempat,” ujar Kombes Pol Henry Novika Chandra.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Polda NTT akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan seluruh proses evakuasi, identifikasi korban, serta penanganan lanjutan berjalan sesuai prosedur.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya para pengguna jasa transportasi laut, agar selalu mengutamakan keselamatan dan memperhatikan kondisi cuaca serta kelayakan kapal sebelum berlayar,” tambahnya.

Dengan ditemukannya bangkai kapal dan satu jenazah tersebut, operasi pencarian dan pertolongan akan terus dievaluasi sesuai perkembangan di lapangan, demi memastikan tidak ada korban lain yang masih belum ditemukan.

"Kita sama-sama berdoa dan berusaha agar semua korban bisa cepat ditemukan" pungkas Kabidhumas.