Menembus Pelosok, Tim Medis Polri dan Polsek Lembor Beri Pelayanan Kesehatan bagi Penyintas Gempa

Menembus Pelosok, Tim Medis Polri dan Polsek Lembor Beri Pelayanan Kesehatan bagi Penyintas Gempa

LABUAN BAJO – Di tengah suasana pascagempa yang masih menyisakan kecemasan, pelayanan kesehatan terus didekatkan kepada masyarakat terdampak. Polri melalui Tim Disaster Victim Identification (DVI) Dokkes Polri bersama Polsek Lembor dan tenaga medis Puskesmas Wae Nakeng mendatangi warga di Kampung Torok, Desa Pong Majok, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat.

Kegiatan kemanusiaan tersebut dilaksanakan pada Kamis (20/8/2026), sebagai bagian dari upaya memastikan masyarakat terdampak gempa memperoleh pelayanan kesehatan meski berada jauh dari fasilitas kesehatan.

Tim DVI Dokkes Polri yang dipimpin Kompol Hastanto tiba di Mako Polsek Lembor sekitar pukul 11.00 WITA dan disambut Kapolsek Lembor IPDA Vinsensius Hardi Bagus, S.I.P. Setelah berkoordinasi, rombongan kemudian bergerak menuju Kampung Torok menggunakan kendaraan dinas operasional.

Sekitar pukul 11.50 WITA, tim tiba di lokasi dan langsung membuka pelayanan kesehatan darurat. Warga yang datang mendapatkan pemeriksaan kesehatan serta konsultasi medis secara langsung.

Pemeriksaan meliputi pengecekan tanda-tanda vital, seperti tekanan darah, suhu tubuh dan denyut nadi. Tim medis juga memberikan obat-obatan, vitamin serta suplemen sesuai kebutuhan warga yang diperiksa.

Ketua Tim DVI Dokkes Polri, Kompol Hastanto, mengatakan kehadiran tim medis di tengah masyarakat merupakan bagian dari komitmen Polri untuk memastikan kondisi kesehatan para penyintas tetap terjaga selama masa tanggap bencana.

“Misi kami di sini tidak hanya berfokus pada pemetaan, tetapi yang paling utama adalah memastikan denyut kehidupan dan kesehatan warga penyintas tetap terjaga. Gempa bermagnitudo 7,7 lalu menyisakan trauma fisik maupun psikologis,” ujar Kompol Hastanto.

Ia menambahkan, pelayanan kesehatan dilakukan dengan menggandeng unsur kepolisian di wilayah serta tenaga kesehatan setempat agar kebutuhan masyarakat dapat ditangani secara bersama-sama.

Di Kampung Torok, tim medis juga menemukan sejumlah keluhan kesehatan yang dialami warga setelah bencana. Dokter spesialis forensik Tim DVI, IPTU dr. Dika, Sp.F, menyebut beberapa keluhan yang ditemukan antara lain Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), hipertensi, pegal linu dan luka ringan akibat benturan saat gempa.

Menurutnya, pemeriksaan dan pemberian obat serta vitamin menjadi penting untuk menjaga kondisi kesehatan masyarakat, terlebih sebagian warga masih berada dalam situasi darurat dan tinggal di tenda pengungsian.

Bagi warga Kampung Torok, pelayanan kesehatan yang datang langsung ke pemukiman menjadi bantuan yang sangat berarti. Keterbatasan akses menuju fasilitas kesehatan membuat kehadiran tim medis di tengah warga memberikan rasa lega sekaligus membantu memastikan keluhan kesehatan segera mendapatkan penanganan.

Namun, pelayanan kemanusiaan Polri tidak berhenti pada aspek kesehatan. Di tengah kondisi sejumlah warga yang masih mengungsi, Polsek Lembor juga memberikan perhatian terhadap keamanan lingkungan dan harta benda yang ditinggalkan.

Kapolsek Lembor IPDA Vinsensius Hardi Bagus, S.I.P., mengatakan personel Bhabinkamtibmas terus melakukan pemantauan dan patroli dialogis di wilayah terdampak.

“Kami menyisir kawasan terdampak untuk memastikan masyarakat merasa aman dan terlayani. Selain mendampingi tim medis, personel Bhabinkamtibmas kami siagakan untuk melakukan patroli dialogis secara berkala di pemukiman warga,” tegasnya.

Pelayanan kesehatan di Kampung Torok berlangsung hingga sekitar pukul 14.50 WITA. Setelah itu, Tim DVI Dokkes Polri melanjutkan misi kemanusiaan ke wilayah Kecamatan Kuwus Barat dan Kecamatan Kuwus.

Meski tim medis bergerak ke lokasi lain, pelayanan terhadap masyarakat di Desa Pong Majok tetap dilanjutkan. Polsek Lembor melalui Bhabinkamtibmas terus berkoordinasi dengan Puskesmas Wae Nakeng untuk memantau kondisi penyintas yang membutuhkan penanganan lanjutan.

Langkah tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana penanganan bencana dilakukan secara menyeluruh. Polri tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan, tetapi juga mendatangi warga, memeriksa kesehatan, memberikan obat dan vitamin, sekaligus memastikan masyarakat tetap mendapatkan pendampingan selama melewati masa sulit pascabencana.

Di tengah trauma dan ketidakpastian, kehadiran tenaga medis di Kampung Torok membawa pesan sederhana namun penting: masyarakat terdampak gempa tidak sendiri. Ada tangan yang datang untuk membantu, ada petugas yang hadir untuk melayani, dan ada kepedulian yang terus bergerak hingga ke pelosok.

#NttPenuhKasih #PrayForFloresNTT