Sinergi Polri dan Petani, Desa Embundoa Panen Raya 7,2 Ton Jagung Program Kapolda NTT

Sinergi Polri dan Petani, Desa Embundoa Panen Raya 7,2 Ton Jagung Program Kapolda NTT

Ende — Semangat kemandirian pangan terpancar jelas dari Dusun Wawo Wozo, Desa Embundoa, Kecamatan Ende Utara, Jumat pagi (20/2/2026). Personel Polsek Ende bersama warga setempat sukses melaksanakan panen raya jagung di lahan seluas 2 hektar dengan hasil yang menggembirakan.

Panen raya ini merupakan bagian dari program inovasi unggulan Kapolda NTT bertajuk Gerakan NTT Lumbung Jagung Nasional, yang menyasar lahan Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) guna memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Ende.

Sejak ditanam pada Oktober 2025, lahan tersebut kini berubah menjadi hamparan jagung siap panen. Berkat pendampingan intensif dari Bhabinkamtibmas dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), varietas Jagung Hibrida Bima mampu menghasilkan sekitar 7,2 ton jagung pipilan kering.

Kapolsek Ende, AKP Sdarmin Syafrudin, yang hadir langsung di lokasi, memberikan apresiasi atas kerja keras petani dan personel kepolisian.

“Polri tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan, tetapi juga turun langsung ke kebun memastikan program Bapak Kapolda berjalan dan terus bergerak. Ini bukti nyata kehadiran kami di tengah masyarakat,” tegasnya.

Keberhasilan panen ini disambut haru oleh Kelompok Tani “Mawar” dan “Gelombang Cinta”. Mereka mengaku bantuan benih dari Polri sangat membantu menekan biaya produksi dan meningkatkan hasil panen secara signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Namun di tengah rasa syukur, para petani menyampaikan harapan besar kepada pemerintah dan pihak terkait.

“Hasil panen kami tahun ini meningkat jauh dibanding sebelumnya. Kami berharap ada bantuan untuk menjembatani kami dengan pembeli atau penampung agar harga tetap stabil dan jerih payah petani bisa terbayar layak,” ujar salah satu perwakilan kelompok tani.

Kepala Desa Embundoa juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran Polda NTT dan Polres Ende atas dukungan benih dan pendampingan yang diberikan. Menurutnya, kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan ketahanan pangan dari desa.

Merespons aspirasi petani, Bhabinkamtibmas Desa Bhorokanda Aiptu M. Rifai bersama Bhabin Penggerak Ketahanan Pangan berkomitmen untuk terus mengawal proses pascapanen, termasuk membantu koordinasi dengan pihak-pihak terkait.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 11.00 WITA itu berjalan aman, lancar, dan penuh keakraban. Panen raya ini bukan sekadar hasil pertanian, tetapi simbol kolaborasi dan optimisme menuju swasembada pangan dari pelosok Ende.