Penutupan Pelatihan USEFT, Kapolda NTT Serahkan Sertifikat Peserta dan Teken MoU dengan Ditjenpas NTT

Penutupan Pelatihan USEFT, Kapolda NTT Serahkan Sertifikat Peserta dan Teken MoU dengan Ditjenpas NTT

Kupang, 4 Juni 2026 – Penutupan Pelatihan dan Sertifikasi Konselor USEFT (Ultimate SBMS Emotional Freedom Technique) yang berlangsung di Hotel Neo Aston Kupang, Kamis (4/6/2026), menjadi momentum penting dalam memperkuat gerakan kesehatan mental, kepedulian sosial, dan kemanusiaan di Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., tersebut tidak hanya menandai berakhirnya rangkaian pelatihan selama dua hari, tetapi juga melahirkan puluhan konselor USEFT yang diharapkan mampu menjadi agen perubahan dan penolong bagi sesama di lingkungan kerja, keluarga, maupun masyarakat.

Dalam sambutannya, Kapolda NTT menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar tentang penguasaan teknik konseling, melainkan perjalanan untuk membentuk manusia yang lebih peduli dan lebih memahami sesama.

"Selama pelatihan ini, kita tidak hanya belajar tentang teknik konseling, tetapi kita belajar tentang arti menjadi manusia yang lebih utuh. Kita belajar bahwa di balik setiap senyum ada cerita, di balik setiap sikap ada pengalaman hidup, dan di balik setiap perilaku ada emosi yang perlu dipahami," ujar Kapolda.

Ia mengaku bangga melihat semangat, ketulusan, dan kepedulian para peserta yang mengikuti seluruh rangkaian pelatihan hingga selesai.

Menurutnya, suasana kebersamaan yang terbangun selama pelatihan menjadi bukti bahwa masih banyak orang yang memilih hadir untuk membantu sesama di tengah berbagai tantangan kehidupan yang semakin kompleks.

"Saya melihat semangat yang luar biasa dari seluruh peserta. Saya melihat ketulusan untuk belajar, keberanian untuk membuka diri, dan kepedulian untuk membantu sesama. Ini menjadi modal besar untuk menghadirkan lebih banyak harapan bagi masyarakat," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Kapolda NTT secara simbolis menyerahkan sertifikat kepada perwakilan peserta yang telah mengikuti dan menyelesaikan Pelatihan serta Sertifikasi Konselor USEFT. Penyerahan sertifikat tersebut menjadi bentuk pengakuan atas kompetensi dan kesiapan para peserta untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh dalam membantu sesama.

Selain itu, Kapolda NTT juga menyerahkan piagam penghargaan kepada Direktur SBMS sekaligus praktisi USEFT berpengalaman, Agus E.H., sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusinya dalam mengembangkan program kesehatan mental melalui pelatihan USEFT di lingkungan Polda NTT.

Kapolda menyampaikan bahwa peran para narasumber dan praktisi sangat penting dalam mewujudkan cita-cita besar membangun sumber daya manusia yang sehat secara mental dan emosional.

"Ketika ilmu bertemu dengan empati, lahirlah pertolongan. Ketika pertolongan diberikan dengan ketulusan, lahirlah sebuah harapan," ungkapnya.

Momen penting lainnya dalam kegiatan tersebut adalah penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Polda NTT dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nusa Tenggara Timur.

Penandatanganan kerja sama dilakukan langsung oleh Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko bersama Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) NTT, Ketut Akbar Herry Achjar.

Kerja sama tersebut merupakan langkah strategis dalam memperluas penerapan metode USEFT sebagai salah satu pendekatan pembinaan mental dan emosional, termasuk bagi warga binaan pemasyarakatan serta petugas di lingkungan pemasyarakatan.

Kapolda berharap sinergi tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan mendukung upaya pembinaan sumber daya manusia yang lebih sehat, produktif, dan berdaya.

Dalam pesan penutupnya, Kapolda mengingatkan bahwa peran seorang konselor bukanlah peran kecil. Banyak perubahan besar dalam hidup seseorang justru dimulai dari perhatian sederhana, kesediaan mendengar, dan kehadiran yang tulus.

"Jangan pernah merasa bahwa peran saudara sebagai konselor adalah peran yang kecil. Sering kali perubahan besar dalam hidup seseorang dimulai dari hal-hal sederhana, dari telinga yang mau mendengar, hati yang mau memahami, dan kehadiran yang membuat seseorang merasa tidak sendirian," pesannya.

Kapolda juga mengajak seluruh peserta untuk membawa nilai-nilai yang diperoleh selama pelatihan ke lingkungan kerja, keluarga, dan masyarakat serta menjadi pribadi yang lebih peka terhadap penderitaan orang lain.

Ia meyakini bahwa ilmu yang diperoleh selama pelatihan akan menjadi lebih bermakna ketika diwujudkan dalam tindakan nyata untuk membantu mereka yang sedang menghadapi tekanan hidup, persoalan keluarga, maupun masalah kesehatan mental.

"Suatu hari nanti, mungkin kita akan lupa materi yang diajarkan. Namun jangan pernah lupa bahwa ada seseorang yang bisa bangkit, tersenyum, dan kembali menemukan harapan karena kehadiran kita," tutup Kapolda NTT.

Penutupan pelatihan ini sekaligus menjadi penegasan komitmen Polda NTT dalam mendukung program "NTT Penuh Kasih", melalui penguatan kesehatan mental, peningkatan kepedulian sosial, dan pembangunan budaya saling menolong di tengah masyarakat.

#NttPenuhKasih