Perkuat Sinergitas Tangani Kejahatan Transnasional, Divhubinter Polri Gelar Trilateral Meeting Bersama AFP dan PNTL di Belu
Belu, NTT – Komitmen memperkuat kerja sama lintas negara dalam menghadapi ancaman kejahatan transnasional kembali ditegaskan melalui Trilateral Meeting antara Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri, Australian Federal Police (AFP), dan Policia Nacional de Timor-Leste (PNTL) yang berlangsung di Aula Wira Satya Polres Belu, Senin (3/8/2026) pukul 16.15 WITA.
Pertemuan strategis tersebut digelar sebagai upaya memperkuat sinergitas, koordinasi, komunikasi, serta pertukaran informasi dalam meningkatkan efektivitas penanganan dan pencegahan berbagai bentuk kejahatan transnasional di wilayah perbatasan Republik Indonesia–Republik Demokratik Timor Leste (RI-RDTL) hingga Australia.
Kegiatan dihadiri Penerjemah Madya Divhubinter Polri Kombes Pol. Juara Silalahi, S.I.K., M.H., Ps. Kasubbag Monevtas Set NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri AKBP Fahrul Sudiana, S.H., S.I.K., M.Si., Kapolres Belu AKBP I Gede Eka Putra Astawa, S.H., S.I.K., para pejabat utama Polres Belu serta para Kapolsek wilayah perbatasan.
Dari Australian Federal Police hadir Federal Agent AFP Dili Sarah Hammond, Federal Agent AFP Bali Judy Goldsmith beserta staf AFP Dili Dalia Das Regas. Sementara delegasi PNTL dipimpin Chief Superintendent Border Police Unit Calisto Gonzaga bersama Chief Superintendent Intelligence Unit Boavida Ribeiro, Chief Superintendent Maritime Unit Eugenio Pereira, dan Inspector Assistant International Relations Esterlita Gama Soares.
Acara yang dipandu dengan apik oleh Brigpol Andce Beis itu diawali sambutan Kapolres Belu AKBP I Gede Eka Putra Astawa yang menyampaikan rasa bangga karena Polres Belu dipercaya menjadi tuan rumah forum kerja sama internasional tersebut.
Menurutnya, sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan Timor Leste, Kabupaten Belu memiliki posisi strategis sekaligus menghadapi tantangan keamanan yang kompleks sehingga membutuhkan kolaborasi yang kuat antarnegara.

"Sebagai penjaga kamtibmas di wilayah perbatasan RI-RDTL, Polri dalam hal ini Polres Belu mendukung penuh kegiatan ini sebagai langkah memperkuat pertukaran informasi, koordinasi dan membangun komitmen bersama dalam menjaga stabilitas keamanan di kawasan perbatasan RI-Timor Leste dan Australia," ujar Kapolres Belu.
Ia menegaskan bahwa ancaman kejahatan transnasional seperti penyelundupan narkoba, perdagangan orang, penyelundupan manusia hingga pelintas batas ilegal tidak dapat ditangani oleh satu negara saja.
"Oleh karena itu, kami di Polres Belu siap mendukung penuh setiap kesepakatan dan rencana aksi yang dihasilkan dari pertemuan ini. Dengan semangat kebersamaan dan profesionalisme, saya yakin kita dapat menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif bagi masyarakat," tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kombes Pol. Juara Silalahi menyampaikan apresiasi atas keberlanjutan kerja sama strategis antara Polri, AFP dan PNTL yang selama ini terus terjalin dalam menghadapi berbagai ancaman kejahatan lintas negara.
Menurutnya, posisi geografis Nusa Tenggara Timur, khususnya Kabupaten Belu yang berbatasan langsung dengan Timor Leste dan berdekatan dengan Australia, menjadikan kawasan tersebut sebagai wilayah strategis sekaligus rawan dimanfaatkan jaringan kejahatan internasional.
"Divhubinter Polri sebagai pengemban fungsi hubungan internasional Polri memiliki tugas membangun dan memperkuat kerja sama dengan mitra kepolisian negara sahabat. Pertemuan trilateral ini merupakan wujud nyata komitmen kita untuk tidak bekerja sendiri dalam menghadapi ancaman yang tidak mengenal batas negara," ungkap Kombes Pol. Juara.
Melalui forum tersebut, Divhubinter Polri berharap terbangun mekanisme pertukaran informasi intelijen yang lebih cepat, akurat dan aman, penyamaan langkah operasional dalam penanganan kasus lintas negara, serta penguatan koordinasi antara Polri, AFP dan PNTL hingga tingkat kewilayahan.

"Kehadiran delegasi AFP dan PNTL menunjukkan keseriusan kita bersama dalam menjaga keamanan kawasan. Mari manfaatkan pertemuan ini untuk menghasilkan rencana aksi konkret yang dapat segera diimplementasikan di lapangan," katanya.
Sementara itu, Federal Agent AFP Dili Sarah Hammond mengatakan bahwa Australia, Indonesia dan Timor Leste merupakan kawasan yang saling terhubung secara geografis sehingga ancaman keamanan di satu negara akan berdampak terhadap negara lainnya.
Ia menyebutkan bahwa AFP saat ini memfokuskan perhatian pada tiga ancaman utama, yakni penyelundupan manusia dan perdagangan orang, peredaran narkotika, serta penyelundupan bahan kimia ilegal.
"Kami melihat jaringan kejahatan masih menjadikan jalur laut dan darat di wilayah kita sebagai sasaran melalui Timor Leste dan NTT sebagai jalur transit menuju Australia. Ancaman ini tidak dapat kami hadapi sendiri. Karena itu kerja sama trilateral seperti ini sangat penting dan strategis," ujar Sarah Hammond.
AFP, lanjutnya, berkomitmen penuh untuk terus bekerja sama dengan Polri dan PNTL dalam memperkuat kapasitas penanganan kejahatan lintas negara melalui pertukaran informasi maupun dukungan operasional.
Hal senada disampaikan Chief Superintendent Border Police Unit PNTL Calisto Gonzaga yang mengungkapkan bahwa tantangan di wilayah perbatasan saat ini meliputi perdagangan orang, penyelundupan manusia, penyelundupan barang ilegal, narkotika hingga pelintas batas tanpa dokumen resmi.
Karena itu, PNTL berharap forum trilateral tersebut mampu menghasilkan penguatan pertukaran informasi intelijen, peningkatan patroli bersama, operasi gabungan, serta peningkatan kapasitas personel di lapangan.

Usai penyampaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi yang membahas berbagai persoalan aktual di wilayah perbatasan. Polres Belu dan PNTL mengemukakan masih maraknya aksi pencurian ternak, pencurian kendaraan bermotor, penyelundupan orang dan barang melalui jalur laut maupun jalur tikus yang memerlukan penanganan bersama.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Divhubinter Polri menegaskan bahwa percepatan pertukaran informasi dan penguatan koordinasi di tingkat lapangan menjadi kunci utama dalam mencegah dan memberantas kejahatan transnasional.
"Kami sependapat bahwa kunci penyelesaian bukan hanya penindakan, tetapi percepatan pertukaran informasi dan penguatan sinergitas di tingkat lapangan. Seluruh hasil pembahasan akan kami sampaikan kepada Kapolda NTT beserta jajaran sebagai bagian dari penguatan kerja sama kepolisian lintas negara," jelas Kombes Pol. Juara.
Ia berharap seluruh kesepakatan yang lahir dari forum tersebut dapat diwujudkan dalam aksi nyata guna meningkatkan keamanan masyarakat di kawasan perbatasan.
"Kami dari Divhubinter Polri bersama Polda NTT berharap kesepakatan yang dihasilkan merupakan bentuk nyata sinergi Polri, PNTL dan AFP dalam memerangi serta menangani berbagai bentuk kejahatan transnasional di wilayah perbatasan," tegasnya.
Sementara itu, Kapolda Nusa Tenggara Timur Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Trilateral Meeting yang dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi kepolisian tiga negara.
"Kegiatan ini merupakan implementasi nyata komitmen Polri dalam memperkuat kerja sama internasional, khususnya di wilayah perbatasan yang memiliki karakteristik dan tantangan tersendiri. Kapolda NTT menegaskan bahwa sinergitas antara Polri, AFP dan PNTL harus terus diperkuat melalui komunikasi yang intensif, pertukaran informasi yang cepat serta koordinasi yang efektif agar setiap potensi ancaman kejahatan transnasional dapat dideteksi dan ditangani secara dini," ujar Kombes Pol. Henry Novika Chandra.
Menurut Kabidhumas, Polda NTT siap menindaklanjuti seluruh hasil pertemuan melalui jajaran kewilayahan, khususnya Polres yang berada di kawasan perbatasan, sehingga kerja sama yang telah dibangun tidak berhenti pada tataran diskusi, tetapi diwujudkan dalam langkah-langkah operasional yang terukur.
"Kapolda NTT berharap forum seperti ini terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wadah mempererat hubungan antarlembaga penegak hukum, meningkatkan kapasitas personel serta membangun sistem respons yang semakin cepat terhadap berbagai bentuk kejahatan lintas negara. Dengan kolaborasi yang semakin solid, keamanan kawasan perbatasan RI-RDTL maupun jalur menuju Australia akan semakin terjaga sehingga memberikan rasa aman bagi masyarakat," tutup Kabidhumas Polda NTT.
Rangkaian Trilateral Meeting berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan diakhiri dengan foto bersama serta penyerahan cendera mata dari Policia Nacional de Timor-Leste (PNTL) kepada Kapolres Belu sebagai simbol eratnya persahabatan dan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas keamanan kawasan perbatasan.
Humas Polda NTT
