Polairud Polda NTT Salurkan Air Bersih untuk Warga Pulau Kera, Semarakkan HUT ke-81 RI
Kupang – Kepedulian terhadap masyarakat kembali ditunjukkan Direktorat Polairud Polda Nusa Tenggara Timur (NTT). Memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia tahun 2026, personel Polairud Polda NTT menyalurkan bantuan air bersih secara cuma-cuma kepada nelayan dan warga di Pulau Kera, Kabupaten Kupang, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan sosial tersebut melibatkan kru kapal patroli wilayah Teluk Kupang, yakni crew KP P. Pomana 3017, KPC 2005, KP P. Adonara 3010, KP P. Sebayur 3011, KP Flobamora 3014, KP 2003 serta crew KP P. Tereweng 3002.

Sejak pagi, personel Marnit Teluk Kupang bertolak dari Dermaga Ditpolairud Polda NTT menuju Pulau Kera menggunakan KP P. Pomana XXII-3017. Perjalanan menuju pulau tersebut memakan waktu sekitar satu jam.
Setibanya di perairan Pulau Kera, personel Ditpolairud Polda NTT langsung mendistribusikan air bersih kepada masyarakat. Warga yang telah mengetahui adanya bantuan tersebut tampak berbondong-bondong membawa berbagai wadah untuk menampung air yang akan digunakan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Bagi masyarakat Pulau Kera, bantuan tersebut menjadi sesuatu yang sangat berarti mengingat ketersediaan air bersih masih menjadi salah satu kebutuhan utama warga.
Salah seorang warga Pulau Kera, Hamzah, menyampaikan apresiasinya kepada jajaran Polairud Polda NTT.
“Kami sangat terbantu dengan bantuan air bersih dari Polairud Polda NTT,” ujar Hamzah.
Direktur Polairud Polda NTT, Kombes Pol Irwan Deffi Nasution, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari aksi sosial dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurutnya, Polairud Polda NTT memahami kebutuhan masyarakat Pulau Kera yang selama ini masih mengalami keterbatasan dalam memperoleh air bersih.
“Kita harap bantuan ini bisa membantu warga karena sangat membutuhkan air bersih,” ujarnya.
Pulau Kera, Kampung Nelayan di Tengah Keindahan Alam
Pulau Kera merupakan sebuah pulau yang berada di sebelah barat Kota Kupang. Pulau seluas sekitar 43 hektare tersebut secara administratif masuk dalam wilayah Desa Uiasa, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang, NTT.
Pulau ini dihuni masyarakat Suku Bajo yang dikenal sebagai kelompok masyarakat pelaut. Kehidupan warga Pulau Kera sangat bergantung pada laut, baik sebagai sumber penghidupan maupun bagian dari identitas budaya mereka.
Di balik keterbatasan air bersih, Pulau Kera menyimpan pesona alam yang menarik. Perairannya memiliki kejernihan dengan warna hijau tosca, disertai ekosistem bawah laut yang memukau. Pulau tersebut juga memiliki pantai berpasir putih dan lembut yang menjadi daya tarik tersendiri.
Nama Pulau Kera sendiri bukan berarti pulau yang dihuni kera. Nama tersebut diyakini berasal dari kata “Kaeya” yang berarti penyu. Penyebutan kata tersebut oleh masyarakat kemudian berkembang menjadi “Kera” hingga dikenal sampai sekarang.
Pulau Kera juga termasuk kawasan Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Teluk Kupang yang dikembangkan sebagai kawasan wisata berbasis konservasi.
Selain keindahan laut dan pantainya, pulau ini juga dikenal sebagai salah satu kawasan yang memiliki nilai penting dalam upaya konservasi penyu.
Di tengah pesona alam tersebut, kehadiran Polairud Polda NTT melalui bantuan air bersih menjadi wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat pesisir. Bagi warga Pulau Kera, setetes air bersih bukan sekadar bantuan, tetapi menjadi bagian penting dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
#NttPenuhKasih
Humas Polda NTT
