Polda NTT Tindaklanjuti Informasi Viral Warga Kampung Ndaung, Pastikan Bantuan Gempa Telah Disalurkan

Polda NTT Tindaklanjuti Informasi Viral Warga Kampung Ndaung, Pastikan Bantuan Gempa Telah Disalurkan

Manggarai Barat, NTT — Kepolisian Resor Manggarai Barat melalui Polsek Kuwus bergerak cepat menindaklanjuti informasi yang beredar di media sosial TikTok terkait kondisi warga Kampung Ndaung, Desa Kolang, Kecamatan Kuwus Barat, yang disebut terabaikan pascagempa dan belum menerima bantuan.

Informasi tersebut mendapat perhatian serius pimpinan Polri setelah dalam kegiatan patroli media sosial ditemukan unggahan TikTok dari akun Reportase NTT dengan narasi, “Warga Kampung Ndaung, Desa Kolang, Kuwus Barat terabaikan pasca gempa, perhatian dan bantuan yang dinanti hingga kini belum juga tiba.”

Menindaklanjuti informasi tersebut, pada Rabu, 26 Agustus 2026, sekitar pukul 09.00 Wita, Kapolsek Kuwus Iptu Arsilinus Lentar bersama Waka Polsek Kuwus Aiptu I Gede Darma Wijaya dan personel Polsek Kuwus turun langsung ke Kampung Ndaung untuk melakukan pengecekan sekaligus memastikan kondisi masyarakat terdampak gempa.

Kapolsek Kuwus terlebih dahulu memberikan arahan kepada personel agar kegiatan dilakukan secara humanis, dengan mengedepankan kepedulian terhadap warga serta memastikan informasi yang beredar di media sosial diverifikasi berdasarkan fakta di lapangan.

Sekitar pukul 10.00 Wita, rombongan Polsek Kuwus tiba di Kampung Ndaung dan berdialog langsung dengan masyarakat yang terdampak gempa. Polisi juga melakukan wawancara dengan sejumlah warga serta Kepala Dusun Ndaung, Makarius Madu, guna memperoleh gambaran kondisi dan penyaluran bantuan yang telah diterima masyarakat.

Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan bahwa informasi mengenai warga Kampung Ndaung yang disebut belum mendapatkan bantuan tidak sesuai dengan fakta.

Kepala Dusun Ndaung, Makarius Madu, menerangkan bahwa masyarakat terdampak gempa di wilayah tersebut telah menerima bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai Barat yang disalurkan melalui Pemerintah Desa Kolang.

Bantuan tersebut telah disalurkan sebanyak tiga kali kepada 16 kepala keluarga (KK) yang terdampak gempa. Bantuan yang diterima antara lain berupa beras masing-masing 10 kilogram, selimut, terpal, dan mi instan.

Keterangan serupa disampaikan salah seorang warga terdampak, Vinsensius Salesman, 52 tahun, seorang petani yang berdomisili di Kampung Ndaung. Ia membenarkan bahwa dirinya telah menerima bantuan sebanyak tiga kali melalui Pemerintah Desa Kolang.

Dengan demikian, hasil verifikasi langsung Polsek Kuwus memastikan bahwa seluruh 16 KK terdampak gempa di Kampung Ndaung telah mendapatkan bantuan.

Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Polri tidak akan mengabaikan informasi yang menyangkut kondisi masyarakat, terlebih informasi mengenai warga yang terdampak bencana.

“Setiap informasi yang beredar di media sosial, khususnya yang menyangkut keselamatan dan kondisi masyarakat, harus kita respons dengan cepat dan dilakukan pengecekan secara langsung. Polri hadir bukan hanya untuk memastikan kebenaran informasi, tetapi juga untuk memastikan masyarakat mendapatkan perhatian dan pelayanan yang dibutuhkan,” ujar Kombes Pol Henry Novika Chandra menyampaikan penekanan Kapolda NTT.

Ia menambahkan, langkah verifikasi di lapangan merupakan bagian dari komitmen Polri untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus mencegah berkembangnya informasi yang tidak sesuai fakta.

“Dari hasil pengecekan personel Polsek Kuwus, fakta di lapangan menunjukkan bahwa bantuan bagi 16 KK terdampak di Kampung Ndaung telah disalurkan sebanyak tiga kali. Karena itu, masyarakat kami imbau agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan tetap bijak dalam menggunakan media sosial,” tegasnya.

Meski bantuan telah diterima masyarakat, Polri tetap menunjukkan kepedulian terhadap warga terdampak. Dalam kunjungan tersebut, Kapolsek Kuwus bersama personel juga menyerahkan bingkisan sembako kepada masyarakat sebagai bentuk empati dan dukungan moril bagi warga yang masih menghadapi dampak bencana.

“Bantuan yang kami berikan mungkin tidak seberapa, tetapi ini merupakan bentuk kepedulian dan empati Polri kepada saudara-saudara kita yang terdampak gempa. Jangan melihat besar kecilnya bantuan, tetapi lihat kepedulian yang kami berikan,” ujar Kapolsek Kuwus kepada warga.

Kapolsek juga mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti arahan pemerintah, terutama terkait langkah-langkah menghadapi potensi gempa susulan. Warga yang mengalami luka maupun menjadi korban akibat gempa diminta segera melapor melalui kepala desa agar dapat diteruskan ke posko penanggulangan bencana di tingkat kecamatan sehingga dapat segera mendapatkan penanganan.

Polri juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam bermedia sosial, tidak terburu-buru menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya, serta mengutamakan komunikasi dengan pemerintah desa maupun aparat terkait apabila membutuhkan bantuan.

Langkah cepat Polsek Kuwus ini sekaligus menjadi bukti bahwa Polri terus hadir di tengah masyarakat, terutama dalam situasi bencana. Verifikasi langsung dilakukan bukan hanya untuk meluruskan informasi yang beredar, tetapi juga memastikan setiap persoalan warga dapat diketahui dan ditangani secara tepat.

Hasil pengecekan di Kampung Ndaung menegaskan bahwa 16 KK yang terdampak gempa telah menerima bantuan, sekaligus menunjukkan pentingnya verifikasi lapangan agar informasi yang berkembang di ruang digital tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Polri mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang, saling membantu, mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan aparat terkait, serta menggunakan media sosial secara bertanggung jawab demi menjaga situasi tetap aman dan kondusif pascabencana.