Polri Hadir di Tengah Pengungsi Gempa Flores, Puluhan Warga Jalani Pemeriksaan Kesehatan di Posko Gelora Samador
SIKKA, NTT — Kepolisian terus menunjukkan kepedulian dan kehadirannya di tengah masyarakat yang terdampak gempa bumi Flores. Selain memastikan keamanan di lokasi pengungsian, jajaran Polres Sikka juga memberikan pelayanan kesehatan kepada para pengungsi di Posko Pengungsian Lapangan Gelora Samador, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka.
Kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat-obatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 15 Agustus 2026, sekitar pukul 21.00 WITA. Pelayanan kesehatan diberikan sebagai bentuk respons kepolisian terhadap kebutuhan para pengungsi yang masih berada dalam kondisi rentan pascagempa bumi.
Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa pelayanan kepada masyarakat terdampak bencana merupakan bagian penting dari kehadiran Polri, terutama dalam situasi yang membutuhkan perhatian dan penanganan cepat.
“Polri tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lokasi pengungsian, tetapi juga berupaya memberikan pelayanan yang dibutuhkan masyarakat. Pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat-obatan ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada para pengungsi, khususnya kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, ibu menyusui dan anak-anak,” ujar Kombes Pol Henry Novika Chandra menyampaikan pesan Kapolda NTT.
Pelayanan kesehatan tersebut dilaksanakan oleh Ps. Kasidokkes Polres Sikka bersama perawat mitra Klinik Polres Sikka. Petugas melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kesehatan para pengungsi sekaligus memberikan obat-obatan kepada warga yang mengalami keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan.
Dalam kegiatan tersebut, pemeriksaan difokuskan pada tanda-tanda vital untuk mengetahui kondisi umum kesehatan para pengungsi. Selain itu, petugas juga memberikan obat-obatan sesuai dengan keluhan dan kondisi warga yang diperiksa.
Sekitar 50 orang pengungsi mendapatkan pemeriksaan kesehatan. Mereka berasal dari kelompok yang membutuhkan perhatian khusus, terdiri dari lanjut usia, ibu hamil, ibu menyusui dan anak-anak.

Menurut Kabidhumas Polda NTT, pelayanan kesehatan di tengah situasi pascabencana perlu dilakukan secara berkelanjutan karena kondisi pengungsian dapat memengaruhi kesehatan masyarakat, terutama apabila warga berada dalam kondisi lelah, kurang istirahat maupun mengalami tekanan akibat bencana.
“Pasca bencana, kita harus bersama-sama menjaga kondisi kesehatan para pengungsi. Kami mengimbau masyarakat yang berada di posko agar tidak ragu menyampaikan keluhan kesehatan kepada petugas. Apabila mengalami demam, gangguan pernapasan, sakit kepala, gangguan pencernaan atau keluhan lainnya, segera lakukan pemeriksaan sehingga dapat ditangani sedini mungkin,” imbaunya.
Henry juga mengingatkan para pengungsi untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan sekitar posko, mengonsumsi makanan dan air yang aman, serta menjaga pola istirahat. Orang tua juga diminta memberikan perhatian lebih kepada anak-anak, sementara lansia, ibu hamil dan ibu menyusui diharapkan segera melapor kepada petugas apabila mengalami gangguan kesehatan.
Di tengah situasi pascagempa, masyarakat juga diminta tetap tenang dan tidak mudah panik. Pengungsi diharapkan mengikuti seluruh arahan petugas serta tidak meninggalkan lokasi pengungsian tanpa memperhatikan kondisi keamanan di lingkungan sekitar.
“Keselamatan dan kesehatan masyarakat merupakan prioritas. Kami mengajak seluruh pengungsi untuk tetap tenang, saling membantu dan mengikuti arahan petugas. Apabila membutuhkan pelayanan kesehatan maupun bantuan lainnya, segera berkoordinasi dengan petugas yang berada di posko,” tegasnya.
Kegiatan pemeriksaan kesehatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Polri untuk memastikan masyarakat terdampak gempa mendapatkan pelayanan secara langsung. Kehadiran personel kepolisian bersama tenaga kesehatan di posko diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus membantu menjaga kondisi kesehatan para pengungsi selama masa pemulihan pascabencana.
Humas Polda NTT
