Dirbinmas Polda NTT Tekankan Penguatan Peran Bhabinkamtibmas dan Pembinaan Pelajar Saat Kunjungan Kerja di Polres Kupang
Kupang, NTT – Direktorat Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Nusa Tenggara Timur terus memperkuat implementasi program pembinaan masyarakat hingga tingkat desa melalui kegiatan asistensi, monitoring, dan edukasi kepada masyarakat. Hal tersebut diwujudkan melalui kunjungan kerja Dirbinmas Polda NTT Kombes Pol. Sajimin, S.I.K., M.H., di wilayah hukum Polres Kupang, Rabu (5/8/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WITA tersebut meliputi asistensi kepada Satbinmas Polres Kupang, pengecekan pelaksanaan tugas Bhabinkamtibmas di Desa Benu, Kecamatan Takari, serta pemberian pembinaan dan himbauan kepada para pelajar yang sebelumnya terlibat aksi tawuran di Mapolsek Takari.
Dalam kegiatan asistensi kepada Satbinmas Polres Kupang, Dirbinmas Polda NTT melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi Satbinmas, sekaligus memberikan arahan guna meningkatkan optimalisasi peran Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak Polri di tengah masyarakat. Selain itu, pembahasan juga difokuskan pada pembinaan terhadap Pam Swakarsa, pelaksanaan kegiatan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat, dukungan terhadap program-program pemerintah, serta peningkatan tertib administrasi dan pelaporan.

Usai memberikan asistensi, Dirbinmas Polda NTT melaksanakan pengecekan langsung terhadap kegiatan Bhabinkamtibmas Desa Benu, Kecamatan Takari, Aipda I Gede Suta Perdana. Dalam pelaksanaan tugasnya, Bhabinkamtibmas secara aktif mendorong masyarakat untuk mengubah pola pemanfaatan hasil pohon nira. Jika sebelumnya lebih banyak diolah menjadi minuman keras tradisional (sopi), kini masyarakat didorong untuk mengolahnya menjadi gula lempeng yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dan peluang pasar yang lebih menjanjikan.
Tidak hanya memberikan motivasi, Bhabinkamtibmas juga melakukan pendampingan kepada kelompok pembuat gula lempeng melalui pembinaan, koordinasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait, serta memberikan motivasi agar kualitas produksi, pemasaran, dan nilai tambah produk masyarakat terus meningkat. Upaya tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran Polri dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus mengurangi potensi penyalahgunaan minuman keras.

Dalam kesempatan yang sama, Dirbinmas Polda NTT turut memberikan pembinaan kepada para pelajar yang sebelumnya terlibat tawuran di wilayah Kecamatan Takari. Kepada para pelajar, disampaikan pesan-pesan kamtibmas agar menghentikan segala bentuk tawuran maupun tindakan kekerasan, menyelesaikan setiap persoalan melalui dialog dan musyawarah dengan melibatkan guru maupun orang tua, serta senantiasa mematuhi tata tertib sekolah dengan menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan saling menghormati.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kasat Binmas Polres Kupang, KBO Binmas, Kanit Bhabinkamtibmas, Kanit Binpolmas, Kanit Binkamsa, staf Satbinmas Polres Kupang, serta Kapolsek Takari.
Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., melalui Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa kegiatan asistensi dan pengecekan lapangan merupakan bagian dari komitmen Polda NTT dalam memastikan fungsi pembinaan masyarakat berjalan secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

"Kegiatan yang dilaksanakan Dirbinmas Polda NTT tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas personel Binmas, tetapi juga memastikan kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Peran Bhabinkamtibmas harus mampu menjadi penggerak perubahan sosial, mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta menjadi problem solver dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan binaannya," ujar Kombes Pol. Henry Novika Chandra.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa inovasi yang dilakukan Bhabinkamtibmas di Desa Benu dengan mendorong masyarakat mengolah nira menjadi gula lempeng merupakan contoh nyata implementasi Polri Presisi yang hadir untuk mendukung kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan humanis dan kolaboratif.
"Tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, Bhabinkamtibmas juga diharapkan mampu menjadi motivator pembangunan di desa. Pendampingan kepada kelompok usaha masyarakat merupakan langkah positif yang patut terus dikembangkan karena mampu meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus mengurangi potensi dampak negatif dari penyalahgunaan hasil olahan nira menjadi minuman keras," tambahnya.
Terkait pembinaan kepada para pelajar, Kabid Humas menegaskan bahwa Polda NTT mengedepankan pendekatan edukatif dan preventif dalam menangani kenakalan remaja.
"Kami mengajak seluruh pelajar untuk menjauhi tawuran dan segala bentuk kekerasan. Masa depan generasi muda tidak boleh dirusak oleh tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Polri bersama pihak sekolah, orang tua, dan seluruh elemen masyarakat akan terus bersinergi membangun lingkungan pendidikan yang aman, damai, dan kondusif," pungkasnya.
Humas Polda NTT
